Pembelajaran Anak Luar Biasa

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN ALB
Penulis: Drs. Jon Efendi, M.Pd

I. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran dalam arti sempit dapat disamakan dengan metode atau teknik menyampaikan materi pelajaran kepada siswa agar tujuan belajar dapat dicapai. Dalam arti luas, strategi pembelajaran dapat menyangkut metode, pendekatan, pemilihan sumber dan media, pengelompokan siswa, penilaian keberhasilan belajar (Arief S. Sadiman, 1984). Pendapat lain diutarakan oleh George L. Gropyer (1973), strategi pembelajaran merupakan kaidah-kaidah preskriptif untuk merancang peristiwa-peristiwa pembelajaran yang dapat menciptakan pengalaman belajar yang diperlukan untuk mencapai berbagai tujuan pembelajaran khusu yang telah diciptakan. Menurut Romiszowski (1981), Strategi pembelajaran merupakan pendekatan umum dan rangkaian tidakan yang akan diambil untuk memilih metode pembelajaran yang sesuai. Strategi pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif siswa misalnya, akan lebih banyak menggunakan metode diskusi atau seminar atau kerja kelompok dari pada metode ceramah.
Menurut Arief S. Sadiman (1984) ada beberapa pertanyaan mendasar yang perlu dijawab untuk menentukan strategi pembelajaran yaitu;
1. Dalam kondisi dan konteks lingkungan tertentu, bagaimana kegiatan pembelajaran di laksanakan ?
2. Dimana letak titik sentral kegiatan pembelajaran ? Pada guru/institusi, atau pada siswa ?
3. Pola pembelajaran tipe apa yang akan digunakan ?
pola kurikulum – guru kelas – siswa ?
pola kurikulum – guru kelas – AVA – siswa ?
pola kurikulum – guru kelas – AVA dan guru media – siswa ?
pola kurikulum – guru media – siswa ?
4. Metode apa saja yang akan digunakan agar siswa dapat mencapai tujuan belajar secara efektif dan efisien ?
5. Bagaimana siswa dikelompokkan ? Kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil, atau pembelajaran individual ?
6. Bagaimana pemanfaatan atau pengelolaan sumber-sumber belajar ? Media pembelajaran apa saja yang diperlukan ?
7. Bagaimana program, proses, dan hasil belajar dievaluasi ?
8. Suasana belajar yang bagaimana yang harus diciptakan, kooperatif, kompetitif, atau individualistik ?
2. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran
Menurut A.J. Romiszowski (1983), Jenis-jenis strategi pembelajaran dapat dapat merupakan suatu Kontinum dari yang Discovery bebas hingga yang Expositive terkontrol. Kontinum Discovery Expositive tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut;
1. Penemuan tanpa dirancang (improm to discovery or unplanned learning). Siswa diberi kebebasan untuk menemukan apa yang ia ingin temukan. Jenis ini dapat beru[pa pemberian kebebasan pada siswa untuk menggunakan perpustakaan atau sumber-sumber belajar yang lain.
2. Penemuan bebas (free exploratory discovery). Tujuan umum belajar ditentukan lebih dahulu tetapi siswa diberi kebebasan untuk memilih sumber belajar yang diinginkan.
3. Penemuan terbimbing (guided discovery). Tujuan pembelajaran ditetapkan sebelumnya oleh guru dan siswa dibimbing untuk menggunakan metode yang relevan untuk mencapai tujuan belajar.
4. Penemuan terprogram adaptif (adaptively programmed discovery). Bimbingan dan koreksi umpan balik diberikan dan pembelajaran didasarkan atas individualisasi siswa. Strategi ini banyak digunakan dalam pembelajaran melalui komputer.
5. Penemuan terprogram intrinsik (intrinsically programmed discovery). Bimbingan dan umpan balik telah dirancang untuk siswa yang ingin mempelajari bahan belajar tertentu.
6. Perkuliahan reflektif atau penjelasan induktif (reflective lecturing or inductive exposition). Guru menjelaskan proses penemuan melalui ceramah.
7. Penjelasan deduktif (deductive exposition). Guru memberikan ceramah secara deduktif.
8. Latihan (drill and practice). Guru mendemonstrasikan kepada siswa tentang apa yang harus dilakukan oleh siswa dan siswa diberi kesempatan untuk melakukan latihan. Siswa tidak perlu memahami konsep yang mendasari materi latihan.
3. Memilih Strategi Pembelajaran
Tidak ada strategi pembelajaran yang efektif dan efisien untuk semua jenis tujuan belajar, bahan belajar, dan karakteristik siswa. Tiap jenis strategi memiliki keunggulan dan kelamahan. Saran Romiszowski dalam memilih strategi pembelajaran perlu mempertimbangkan empat macam yaitu; 1) tujuan pembelajaran, 2) karakteristik siswa, 3) sumber dan fasilitas yang tersedia, dan 4) karakteristik strategi pembelajaran.
Jika tujuan pembelajaran adalah agar siswa memiliki pengetahuan atau informasi maka strategi pembelajaran yang digunakan berbeda jika tujuannya untuk meningkatkan keterampilan motorik. Begitu pula untuk siswa yang memiliki kemampuan intelektual tinggi strategi pembelajarannya akan berbeda dengan siswa yang kemampuan intelektual yang rendah. Keadaan sumber belajar yang cukup akan menyebabkanpemilihan strategi pembelajaran yang berbeda dibanding sumber belajar yang dan fasilitas yang serba terbatas. Disamping itu juga perlu diperhatikan pengaruh kepribadian siswa. Strategi pembelajaran yang menekankan interaksi kooperatif antar siswa akan memilikipengaruh yang berbeda terhadap perkembangan kepribadian anak dengan strategi pembelajaran yang kompetitif atau individualistik.
4. Strategi Pembelajaran dalam PLB
Pemilihan strategi pembelajaran dalam PLB pada hakikatnya mengikuti prinsip yang sama dengan pendidikan pada umumnya, yaitu memperhatikan karakteristik siswa, tujuanb elajar, bahan belajar, besarnya ukuran kelompok belajar,dan ketersediaan sumber. Bagianak berbakat (gifted & talented) misalnya; strategi discovery mungkinlebih berguna dari pada strategi expository. Bagi anak tunagrahita mungkin lebih efektif menggunakan strategi yang menekankan latihan atau Drill yang tidak memerlukan pemahaman. Strategi yang menekankan pada drill semacam itu mungkin akan sangat membosankan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan intelektual tinggi. Strategi belajar bagi anak luar biasa yang belajar bersama anak normal akan berbeda jika mereka berada dalam kelompok anak luar biasa yang sama.
a. Strategi pembelajaran koperatif.
Strategi ini paling efektif jika kelompok anak memiliki kemampuan yang heterogen. Pendidikan yang mengintegrasikan anak luar biasa dengan anak normal hendaknya menggunakan strategi ini. Jika dalam kelompok anak berkemampuan heterogen digunakan strategi pembelajaran yang kompetitif maka anak luar biasa yang menyandang ketunaan akan mengalami keputusasaan sedangkan anak luar biasa yang tergolong berbakat akan mengalami kebosanan.
Strategi pembelajaran koperatif bertolek dari semangat “bersatu kita teguh, bercerai kita rubuh” dan oleh Johnson & Johnson (1984) disebut “we sink or swim together” menurutnya ada empat elemen dasar dalam pembelajaran koperatif yaitu; 1) saling ketergantungan positif, 2) interaksi tatap muka, 3) akuntabilitas individual, dan 4) keterampilan menjalin hubungan interpersonal.
Strategi pembelajaran koperatif sagat diperlukan dalm pendidikan integrative karena memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan strategi pembelajaran kompetitif maupun individualistic seperti berikut;
1. meningkatkan prestasi belajar
2. meningkatkan retensi
3. lebih dapat digunakan untuk mencapai teraf penalaran tingkat tinggi
4. mendorong tumbuhnya motivasi belajar
5. meningkatkan kemampuan menjalin hubungan antar manusia
6. meningkatkan sikap positif anak terhadap guru dan kegiatan belajar di sekolah
7. menigkatkan harga diri anak
8. meningkatkan perilaku social yang positif
9. meningkatkan keterampilan hidup bergotong royong.
Peran yang perlu dilakukan oleh guru dalam pembelaran koperatif adalah seperti berikut;
1. merumuskan tujuan pembelajaran, baik tujuan akademik, maupun tujuan keterampilan berkerjasama
2. menentukan besarnya kelompok belajar
3. menempatkan anakdalam kelompok
4. mengatur tempat duduk anak
5. merancang bahan pelajaran untuk meningkatakan saling ketergantungan positif
6. menentukan peran anak untuk menunjang saling ketergantungan
7. menjelaskan tugas akademik
8. mengkomunikasikan kepada anak-anak tentang tujuan dan keharusan bekerjasama
9. menyusun akuntabilitas individual
10. menyusun kerjasama antar kelompok
11. menjelaskan kriteria keberhasilan
12. mendifinisikan perilaku yang diharapkan
13. memantau perilaku anak
14. memberi bantuan kepada anak dalam menyelesaikan tugas
15. melakukan intervensi untuk mengajarkan keterampilan bekerjasama
16. menutup pelajaran
17. mengevaluasi kualitas dan kuantitas belajar anak
18. mengevaluasi kebagusan berfungsinya kelompok belajar.
b. Strategi pembelajaran kompetitif
Guru memilih strategi pembelajaran kompetitif yakni untuk membangkitkan motivasi belajar. Pada hakikatnya manusia memiliki “needs for achivement dan needs for power” yang biasanya dapat dilakukan melaluikompetisi. Tetapi kita harus hati-hati bila kompetisi tidak seimbang, sebab dapat menimbulkan kebosanan dan rasa minder, atau sebaliknya rasa permusuhan.
Prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran kompetitif menurut pendapat Mulyono (1980) yaitu;
1. kompetisi harus anatar individu atau antar kelompok yang berkemampuan seimbang
2. kompetisi dilakukan hanya untuk selingan yang menyenangkan, bukan kompetisi perjuangan hidup atau mati.
Jenis pembelajaran kompetitif menurut Mulyono (1980) yaitu; 1) kompetisi antar individu yang berkemampuan seimbang, 2) kompetisi antar kelompok yang berkekuatan relatif sama, 3) kompetisi dengan kemampuan standar minimum, dan 4) kompetisi dengan diri sendiri.
c. Strategi pembelajaran individualistik melalui modifikasi perilaku
Perlu diketahui bahwa teknik modifikasi perilaku tidak hanya dapat digunakan dalam pembelajaran individualistic tetapi juga dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok. Modifikasi ini bertolak dari ajaran behavioral yang menerapkan prinsip operan conditioning.
Karakteristik pendekatan behavioral sebagai berikut; 1) terpokus pada perilaku yang dapat diamati, 2) asesmen yang cermat terhadap perilaku yang akan diubah atau dikembangkan, 3) evaluasi terhadap pengaruh program pengubahan perilaku, 4) menekankan pada perubahan perilaku social yang bermakna (Allan E. Kazdin 1980).
Prinsip strategi pengubahan perilaku;
1. Reinforcement,
2. Punishment
3. Extinction
4. Shaping and chaining
5. Promting and fading,
6. Discrimination and stimulus control
7. Generalization
II. KOMPONEN STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Strategi Pembelajaran
2. Teknik Pembelajaran
3. Metode Pembelajaran
4. Pemnyampaian Materi
5. Evaluasi
6. Penguatan dan Follow-Up
III. MOTIVASI BELAJAR ALB
1. Pengertian Motivasi
2. Jenis-jenis Motivasi
3. Pengaruh Motivasi
4. Upaya Meningkatkan Motibasi Belajar
IV. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Pengertian Media Pembelajaran
2. Jenis-jenis Media
3. Fungsi dan Peranan Media
4. Kriteria Pemilihan Media
V. METODOLOGI PEMBELAJARAN
1. Jenis-jenis Metodologi Pembelajaran
a. Metode ceramah
Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama diterapkan oleh guru. Ceramah adalah penuturan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disipakan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas penggunaanya.
Cara mengajar dengan caramah dapat dikatakan juga sebagai metode kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah lisan.
b. Metoda Tanya Jawab
Merupakan metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat dua arah sebab pada saat yang sama terjadi dialog dua arah antar guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab, atau siswa bertanya guru menjawab. Sehingga terjadi komunikassi timbal balik antara guru dan siswa.
c. Metode Diskusi
Pada dasarnya adalahbertukar informasi, pendapat, dan unsure-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topik yang sedang dibahas. Saat diskusi setiap orang diharapkan memberikan sumbangan pikiran, sehingga dapat diperoleh pandangan dari berbagai sudut berkenaan dengan masalah tersebut.
d. Metode Demonstrasi
merupakan metode mengajar yang cukup efektif, sebab membantu para siswa untuk memperoleh jawaban dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu. Meode ini memperlihatkan bagaimana terjadinya proses sesuatu, dimana keaktifan biasanya lebih banyak dari pihak guru.
e. Metode Eksperimen
Metode eksperimen langsung melibatkan siswa melakukan percobaan untuk mencari jawaban terhadap permasalah yang diajukan. Eksperimen sering digunakan untuk pelajaran IPA, dimana metode ini merupakan unsure pokok dalam pendekatan inquiry dan discovery (belajar dengan menemukan).
f. Metode Pemberian Tugas
Metode ini dimaksud untuk memberikan kesempatan kepada siswa melakukan tugas/kegiatan yang berhubungan dengan pelajaran. Seperti mengerjakan soal-soal, mengumpulkan kliping dan sebagainya. Penggunaan metode ini dapat dilakukan dalam bentuk tugas/kegiatan individual ataupun kerja kelompok, dan dapat merupakan unsure penting dalam pendekatan pemecahan masalah atau problem solving.
G. Metode Karyawisata
Melalui metode ini siswa diajak mengunjungi tempat-tempat tertentu di luar sekolah. Tempat-tempat yang akan dikunjungi dan hal-hal yang perlu diamati telah direncanakan terlebih dahulu, dan setelah selesai melakukankunjungan, siswa-siswa diminta untuk membuat/menyampaikan laporan.
h. Metoda Sosiodarama
Metode sosiodrama atau bermain peran merupakan metode yang sering digunakan dalam mengajar nilai-nilai dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam hubungan social dengan orang-orang dilingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dalam pelaksanaannya, siswa diberi peran tertentu dan melaksanakan peran tersebut, serta mendiskusikannya di kelas.
3. Kebaikan dan Kelemahan Metodologi
4. Penggunaan Metodologi
5. Pemilihan Metodologi
VI. PERENCANAAN PENGAJARAN
Tujuan merupakan kemampuan yang dirancang untuk dikuasai oleh siswa baik setelah menyelesaikan pendidikan maupun dalam tahap-tahap tertentu dari belajarnya dibedakan atas tujuan yang dicantumkan dalam kurikulum . Tujuan pengajaran berjenjang dari tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. Jenis tujuan tersebut tercantum secara eksprensif di dalam kurikulum.
Tujuan perencanaan dalam pendidikan luar biasa yaitu agar guru dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar seoptimal dan seefisien mungkin yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan kelainan anak. Tujuan perencanaan pengajaran terdiri dari dua yaitu;
1. Tujuan umum ; a) Pembelajaran disesuaikan dengan kecacatan anak, b) Tujuan pelayanan pendidikan diberikan kepada anak.
2. Tujuan khusus; a) Pelajaran individual yang diberikasn pada anak secara individu dan perorangan, b) pelajaran diindivudualisasikan pada tiap-tiap anak yang mempunyai kemasmpuasn belajar yang berbeda dimana tugas pelajaran berbeda pengajaran yang diberikan sesuai dengan kemampuan anak. Tujuan khusus tersebut secara nasional untuk mendidik anak luar biasa sesuai dengan tingkat atau jenis kelaminan anak.
1. Pengertian Perencanaan Pengajaran
2. Teori, Prinsip, dan Faktor yang Harus Diperhatikan
VII. KOMPONEN PERNCANAAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan Perencanaan Pembelajaran
2. Macam-macam Tujuan Perencanaan Pembelajaran
3. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan Taksonomi
VIII. MATERI PENGAJARAN
1. Jenis Materi Pengajaran
2. Karakteristik Materi
3. Pemilihan Materi
IX. PROGRAM PENGAJARAN DAN PERENCANAAN
1. Keterkaitan Antar Komponen Pengajaran
2. Perencanaan Program Pengajaran
X. FORMAT SATUAN PELAJARAN
1. Halaman Judul
2. TKU
3. TKP
4. Materi
5. Metode
6. Kegiastan Siswa dan Guru
7. Evaluasi
XI. KATA-KATA OPERASIOANAL
A. RANAH KOGNITIF
Kategori jenis perilaku Kemampuan integral Kata-kata operasional
1. Pengetahuan a. Mengetahui; ……..
Misalnya;
Istilah,
fakta,
aturan,
urutan,
metode Mengidentifikasikan
Menyebutkan
Menunjukkan
Memberikan nama pada
Menyusun daftar
Menggarisbawahi
Menjodohkan
Memilih
Memberikan definisi
menyatakan
2. Pemahaman a. Menterjemahkan
b. Menafsirkan
c. Memperkirakan
d. Menentukan; …….
Misalnya;
metode,
prosedur

e. Memahami; ………..
Misalnya :
konsep,
kaidah,
prinsip,
kaitan antara,
fakta,
isi pokok.
f. Mengartikan/ meng interpretasikan …….
Misalnya;
Tabel
Grafik
Bagan Menjelaskan
Menguraikan
Merumuskan
Merangkum

Mengubah
Memberikan contoh

Menyadur

Meramalkan
Menyimpulkan
Memperkirakan
Menerangkan

Menggantikan
Menarik kesimpulan

Meringkas
Mengambangkan
Membuktikan
3. Penerapan
a. Memecahkan maslah
b. Membuat bagan / grafik
c. Menggunakan ………
Misalnya;
Metode/prosedur
Konsep
Kaidah
Prinsip Mendemonstrasikan
Menghitung

Menghubungkan
Memperhitungkan
Membuktikan
Menghasilkan
Menunjukkan
Melengkapi
Menyediakan
Menyesuaikan
Menemukan
4. Analisa a. Mengenali kesalahan
b. Membedakan ………
Misalnya; fakta dari interpretasi data dari kesimpulan

c. Menganalisa
Misalnya: Struktur dasar bagian-bagian hubungan antara Memisahkan
Menerima
Menyisihkan
Menghubungkan
Memilih
Membandingkan

Mempertentangkan
Membagi
Membuat diagram/skema
Menunjukkan hubungan antara
Membagi
5. Analisa
a. Menghasilkan ……
Misalnya; klasifikasi,
karangan,
kerangka teoritis

b. Menyusun ……..
Misalnya;
rencana,
skema,
program kerja Mengkatagorikan
Mengkombinasikan
Mengarang
Menciptakan

Mendesain
Mengatur
Menyusun kembali
Merangkaikan
Menghubungkan
Menyimpulkan
Merancangkan
Membuat pola
6. Evaluasi a. Menilai berdasarkan norma internal …….
Misalnya;
Hasil karya seni
Mutu karangan
Mutu ceramah
Program penataran

b. Menilai berdasarkan norma eksternal …..
Misalnya;
Hasil karya seni
Mutu karangan
Mutu perkerjaan
Mutu ceramah
Program penataran
c. Mempertimbangkan
Misalnya;
Baik-buruknya
Pro-kontranya
Untung-ruginya Meperbandingkan
Menyimpulkan
Mengkritik
Mengevaluir
Memberikan argumentasi
Menafsirkan

Membahas
Menyimpulkan

Memilih antara
Menguraikan
Membedakan
Melukiskan
Mendukung

Menyokong
Menolak
B. RANAH AFEKTIF
Kategori jenis perilaku Kemampuan integral Kata-kata operasional
1. Penerimaan a. Menunjukkan …..
Misalnya;
Kesadaran
Kemauan
Perhatian

b. Mengakui ……
Misalnya;
Kepentingan Perbedaan

Menanyakan
Memilih
Mengikuti
Menjawab

Melanjutkan
Memberi
Menyatakan
Menempatkan

2. Partisipasi a. Mematuhi ….
Misalnya:
Peraturan
Tuntutan
Perintah

b. Ikut serta secara aktif
Misalnya;
Dilaboratorium
Dalam diskusi
Dlm klpk belajar
Dlm Klpk tentir
Melaksanakan
Membantu
Menawarkandiri
Menyambut

Menolong
Mendatangi
Melaporkan
Menyumbangkan
Menyesuaikan diri
Berlatih
Menampilkan
Membawakan
Mendiskusikan
Menyelesaikan
Menyatakn persetujuan
Memperaktekkan
3. Penilaian/penentuan sikap a. Menerima suatu Nilai
b. Menyukai
c. Menyepakati
d. Menghargai …..
Misalnya;
Karya seni
Sumbangan ilmu
Pendapat
e. Bersikap ( + dan – )

f. Mengakui Menunjukkan
Melaksanakan
Menyatakan pendapat
Mengikuti
Mengambil prakarsa
Memilih
Ikut serta

Menggabungkan diri
Mengundang mengusulkan
Membela menuntun
Membenarka
Menolak
Mengajak

4. Organisasi a. Membentuk system nilai
b. Menangkap relasi antara nilai
c. Bertanggung jawab
d. Mengistegrir nilai Merumuskan
Perpegang pada
Mengintegrasikan
Menghubungkan
Mengaitkan
Menyusun
Mengubah
Melengkapi
Menyempurnakan
Menyesuaikan
Menyamakan
Mengatur
Memperbandingkan
Mempertahankan
Memodifikasikan
5. Pembentukan pola a. Menunjukkan
misalnya : kepercayaan disiplin pribadi
kesadaran
Mempertimbangkan
Melibatkan diri Bertindak
Menyatakan
Memperlihatkan
Mempraktekkan
Melayani
Mengundurkan diri
Membuktikan
Menunjukkan
Bertahan
Mempertahankan
Mempersoalkan
C. RANAH PSIKOMOTORIK
Kategori jenis perilaku Kemampuan integral Kata-kata operasional
1. Persepsi Menafsirkan rangsang
Peka thdp rangsangan
Mendiskriminasikan Memilih
Membedakan
Mempersiapkan
Menyisihkan
Menunjukkan
Mengidentifikasikan
Menghubungkan
2. Kesiapan Berkonsentrasi
Menyiapkan diri (fisik dan mental) Memulai
Mengawali
Bereaksi
Mempersiapkan
Memprakarsai
Menanggapi
mempertunjukkan
3. Gerakan terbimbing Meniru contoh Mempraktekkan
Memainkan
Mengikuti
Mengerjakan
Membuat
Mencoba
Memperlihatkan
Memasang
membongkar
4. Gerakan terbiasa Berketerampilan
Berpegang pd pola Mengoperasikan
Membangun
Memasang
Membongkar
Memperbaiki
Melaksanakan
Mengerjakan
Menyusun
Menggunakan
Mengatur
Mendemonstrasikan
Memainkan
Menangani
5. Gerakan kompleks Berketerampilan secara
Misalnya;
Lancar
Luwes
Supel
Gesit
lincah Mengoperasikan
Membangun
Memasang
Membongkar
Memperbaiki
Melaksanakan
Mengerjakan
Menyusun
Menggunakan
Mengatur
Mendemonstrasikan
Memainkan
Menangani
6. Penyesuaian pola gerakan Menyesuaikan diri
Bervariasi Merancang
Menyusun
Menciptakan
Mendisain
Mengkombinasikan
Mengatur
merencanakan

XII. LATIHAN DAN SIMULASI

XII. PENUTUP
Alhamdulillahirabil`alamin, berkat rahamat dan izinNya jualah bahan ajar ini dapat diselesaikan. Bahan ajar pembelajaran ALB berupaya mengetengahkan suatu acuan yang sederhana dan pasti banyak kekurangan.
Penulis telah berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar di jurusan PLB, namun demi kelengkapan dan objektifitas bahan ajar yang baik masih diharapkan sharing, kritikan sumbangan ide untuk melengkapi kekurangannya.
Semoga Allah Swt, meridhoi apa yang telah kita lakukan hari ini, dan mendapat amal sholeh bagi pengguna dan praktisi PLB tercinta, Amin yaaa rabbil `alamiiiin .
Padang, 10 Oktober 2004
Drs. Jon Efendi, M.Pd

BAHAN AJAR
“PEMBELAJARAN ALB”

Penulis : Drs. Jon Efendi, M.Pd

Dibiayai dengan:
Dana Proyek Peningkatan UNP Padang
DIP Nomor : 21/XXIII/08/1/–/2004

JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2004

KATA PENGATAR

Tulisan ini berusaha memenuhi suatu kebutuhan akan pengadaan bahan ajar dalam matakuliah pembelajaran bagi anak luar biasa. Selama ini bahan ajar yang ditulis dalam buku paket berkenaan dengan kebutuhan anak luar biasa masih sangat terbatas.
Sistematika penulisan bahan ajar ini dipaparkan dalam bentuk urutan yang mengacu kepada silabus dan diurutkan dalam bentuk garis besar materi pelajaran. Penyusunannya merujuk pada sisi pandang ilmu pendidikan di samping cara pandang ilmu lainnya yang terkait.
Penulis sangat menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan yang perlu disisip dan perlu dilakukan upaya pengembangan hingga memenuhi standar bacaan. Pada kesempatan ini penulis mohonkan tegur sapa, kritikan dan saran demi penyempurnaannya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para penggunanya. Amiiiin.
Padang, 10 Oktober 2004
Drs. JON EFENDI, M.Pd

DAFTAR ISI

Halaman
Kata pengantar i
Daftar isi ii
I. STRATEGI PEMBELAJARAN 3
1. Pengertian Strategi Pembelajaran 3
2. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran 4
3. Memilih Strategi Pembelajaran ALB 5
4. Strategi Pembelajaran dalam PLB 6
II. METODELOGI PEMBELAJARAN 11
1. Jenis-jenis Metodologi Pembelajaran 11
III. PERENCANAAN PENGAJARAN 15
1. Rencana Perancangan Pengajaran 16
2. Premis Dasar Perancangan Pengajaran 17
3. Manfaat Perancangan Pengajaran 18
4. Tenaga yang Terlibat Perancangan 18
5. Alasan Perancangan 18
6. Sasaran Perancangan 18
IV. SARAN BELAJAR BERDASARKAN RANAH 19
1. Ranah Kognitif 19
2. Ranah Psikomotor 20
3. Ranah Afektif 21
V. PENILAIAN HASIL BELAJAR 22
1. Pertimbangan Awal 23
2. Penilaian berdasarkan Ranah 24
VI.KATA-KATA OPERASIONAL 25
1. Ranah Kognitif 25
2. Ranah Afektif 30
3. Ranah Psikomotor 33
VII. PEMBELAJARAN INDIVIDUALISTIK 36
1. Reinforcement 36
2. Punishment 37
3. Extinction 37
4. Shaping & Chaining 38
5. Promting & Fading 38
6. Disc4rimination & Stimulus Control 39
7. Generalization 40
VIII. MOTIVASI 41
1. Pengertian 41
2. Jenis dan Sifat Motivasi 41
3. Kemampuan Siswa 42
4. Upaya Guru 42
5. Optimalisasi Penerapan Prinsip Belajar 43
IX. PENGELOLAAN KELAS 44
X. MASALAH-MASALAH PENGELOLAAN KELAS 46
1. Kegiatan Mengajar & Pengelolaan Kelas 46
2. Masalah Pengajaran & Pengelolaan Kelas 46
3. Masalah Perorangan 47
4. Masalah Kelompok 49
XI. PENDEKATAN PENGUBAHAN TINGKAH LAKU 50
1. Keuntungan Pemberian Hukuman 51
2. Kerugian Pemberian Hukuman 52
XII. PENDEKATAN IKLIM SOSIO-EMOSIONAL 53
XIII. PENDEKATAN PROSES KELOMPOK 58
XIV. FORMAT SATUAN PELAJARAN 61
XV. PENUTUP 71
DAFTAR PUSTAKA 72

DAFTAR PUSTAKA
Arief S . Sad i man , ( 1984) , Perencanaan Sis tern Ins truks ional , Fakultas Pasea Sarjana IKIP Jakarta.
Asmawi zainul, (1997), Penilaian Hasil Belajar, Bahan Ajar Pekerti Dosen Muda, Dikti, Dikbud, Jakarta.
Azar Arsyad, (1997), Media pengajaran, Raja Grafindo, Jakarta.
Alwi Supratman, (1997), Disain Instruksional, Dikti, Dikbud, Jakarta.
Depdikbud, (1997), Teori Belajar, Motivasi dan Keterampilan Mengajar, P2LPTK, Jakarta.
Elida Prayitno, (1990), Motivasi dalam Belajar, FIP IKIP Padang.
Basuki Wibowo dan farida Mukti, (1992), Media Pengajaran, Dirjen Dikti Dikbud, Jakarta.
Conny Semiawan, Dkk, (1989), Pendekatan Keterampilan Proses, Jakarta , Gramedia.
Depdikbud, (1987), Pedoman Pelaksanaan Kurikulum SLB, Depdikbud, Jakarta.
Haryanto, (1997) Perencanaan Pengajaran, Rineka Cipta, Jakarta.
Ibrahim, Nana Syaodih, (1991) Perencanaan Pengajaran, Rineka Cipta, Jakarta.
Igak Wardani, (1995), Pengembangan perencanaan pengajaran PLB, Bahan Penataran PLB, Depdikbud, Bogor.
Johnson, D.W.; & Johnson, R.T., (1984), Cooperation in the room , M i nnea pol i s , I n te rac t ion Book Com pan y .
Kazdin, A.E. „ (1980) , Behavior Modification in Applied Settings,llionis: The Dorsey Press. Kemp,JE, (1977), Instuctional Design, Belmount Fearon Publisher Ltd.
M. Amin dan Ina Y Kesuma (1995), Pendidikan Anak Luar Biasa, DNIKS Jakarta.
Mulyono Abdurrahman, (1994), Strategi pembelajaran dalam PLB, Dirjen Dikti, Jakarta.
……………….. , ( 199O) , “Pengaruh suasana belajar dan pengelompokan siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas satu SD , ” disertasi , Jakarta; Fakultas Pasca Sarjana IKIP Jakarta.
………………………, ( 1991 ) , ” Interaksi kompetitif dala.rn belaj ar matematika di kelas satu SD,” laporan ha-sil penelitiar, Jakarta: Lemlit. IKIP Jakarta.
Romiszowski , A.J., (1981)., Designing Jnstructional Systems, New York: Kogan Page.
Syahron Lubis, (1994), Perencanaan pengajaran, IKIP Padang.
Yusuf djajadisastra, (1981), Metode-metode mengajar, Angkasa, Bandung

DAFTAR ISI

Halaman
Kata pengantar i
Daftar isi ii
I. STRATEGI PEMBELAJARAN 3
1. Pengertian Strategi Pembelajaran 3
2. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran 4
3. Memilih Strategi Pembelajaran ALB 5
4. Strategi Pembelajaran dalam PLB 6
II. METODELOGI PEMBELAJARAN 11
1. Jenis-jenis Metodologi Pembelajaran 11
III. PERENCANAAN PENGAJARAN 15
1. Rencana Perancangan Pengajaran 16
2. Premis Dasar Perancangan Pengajaran 17
3. Manfaat Perancangan Pengajaran 18
4. Tenaga yang Terlibat Perancangan 18
5. Alasan Perancangan 18
6. Sasaran Perancangan 18
IV. SARAN BELAJAR BERDASARKAN RANAH 19
1. Ranah Kognitif 19
2. Ranah Psikomotor 20
3. Ranah Afektif 21
V. PENILAIAN HASIL BELAJAR 22
1. Pertimbangan Awal 23
2. Penilaian berdasarkan Ranah 24
VI.KATA-KATA OPERASIONAL 25
1. Ranah Kognitif 25
2. Ranah Afektif 30
3. Ranah Psikomotor 33
VII. PEMBELAJARAN INDIVIDUALISTIK 36
1. Reinforcement 36
2. Punishment 37
3. Extinction 37
4. Shaping & Chaining 38
5. Promting & Fading 38
6. Disc4rimination & Stimulus Control 39
7. Generalization 40
VIII. MOTIVASI 41
1. Pengertian 41
2. Jenis dan Sifat Motivasi 41
3. Kemampuan Siswa 42
4. Upaya Guru 42
5. Optimalisasi Penerapan Prinsip Belajar 43
IX. PENGELOLAAN KELAS 44
X. MASALAH-MASALAH PENGELOLAAN KELAS 46
1. Kegiatan Mengajar & Pengelolaan Kelas 46
2. Masalah Pengajaran & Pengelolaan Kelas 46
3. Masalah Perorangan 47
4. Masalah Kelompok 49
XI. PENDEKATAN PENGUBAHAN TINGKAH LAKU 50
1. Keuntungan Pemberian Hukuman 51
2. Kerugian Pemberian Hukuman 52
XII. PENDEKATAN IKLIM SOSIO-EMOSIONAL 53
XIII. PENDEKATAN PROSES KELOMPOK 58
XIV. FORMAT SATUAN PELAJARAN 61
XV. PENUTUP 71
DAFTAR PUSTAKA 72

BAHAN AJAR PEMBELAJARAN ALB
Penulis: Drs. Jon Efendi, M.Pd

I. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Pengertian Strategi Pembelajaran
2. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran
3. Prinsip dasar Strategi Pembelajaran ALB
II. KOMPONEN STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Strategi Pembelajaran
2. Teknik Pembelajaran
3. Metode Pembelajaran
4. Pemnyampaian Materi
5. Evaluasi
6. Penguatan dan Follow-Up
III. MOTIVASI BELAJAR ALB
1. Pengertian Motivasi
2. Jenis-jenis Motivasi
3. Pengaruh Motivasi
4. Upaya Meningkatkan Motibasi Belajar
IV. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Pengertian Media Pembelajaran
2. Jenis-jenis Media
3. Fungsi dan Peranan Media
4. Kriteria Pemilihan Media
V. METODOLOGI PEMBELAJARAN
1. Pengertian Metodologi
2. Jenis-jenis Metodologi Pembelajaran
3. Kebaikan dan Kelemahan Metodologi
4. Penggunaan Metodologi
5. Pemilihan Metodologi
VI. PERENCANAAN PENGAJARAN
1. Pengertian Perencanaan Pengajaran
2. Teori, Prinsip, dan Faktor yang Harus Diperhatikan
VII. KOMPONEN PERNCANAAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan Perencanaan Pembelajaran
2. Macam-macam Tujuan Perencanaan Pembelajaran
3. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan Taksonomi
VIII. MATERI PENGAJARAN
1. Jenis Materi Pengajaran
2. Karakteristik Materi
3. Pemilihan Materi
IX. PROGRAM PENGAJARAN DAN PERENCANAAN
1. Keterkaitan Antar Komponen Pengajaran
2. Perencanaan Program Pengajaran
X. FORMAT SATUAN PELAJARAN
1. Halaman Judul
2. TKU
3. TKP
4. Materi
5. Metode
6. Kegiastan Siswa dan Guru
7. Evaluasi
XI. LATIHAN DAN SIMULASI

XII. PENUTUP
Alhamdulillahirabil`alamin, berkat rahamat dan izinNya jualah bahan ajar ini dapat diselesaikan. Bahan ajar pembelajaran ALB berupaya mengetengahkan suatu acuan yang sederhana dan pasti banyak kekurangan.
Penulis telah berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar di jurusan PLB, namun demi kelengkapan dan objektifitas bahan ajar yang baik masih diharapkan sharing, kritikan sumbangan ide untuk melengkapi kekurangannya.
Semoga Allah Swt, meridhoi apa yang telah kita lakukan hari ini, dan mendapat amal sholeh bagi pengguna dan praktisi PLB tercinta, Amin yaaa rabbil `alamiiiin .
Padang, 10 Oktober 2004
Drs. Jon Efendi, M.Pd

BAHAN AJAR
“PEMBELAJARAN ALB”

Penulis : Drs. Jon Efendi, M.Pd

Dibiayai dengan:
Dana Proyek Peningkatan UNP Padang
DIP Nomor : 21/XXIII/08/1/–/2004

JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2004

KATA PENGATAR

Tulisan ini berusaha memenuhi suatu kebutuhan akan pengadaan bahan ajar dalam matakuliah pembelajaran bagi anak luar biasa. Selama ini bahan ajar yang ditulis dalam buku paket berkenaan dengan kebutuhan anak luar biasa masih sangat terbatas.
Sistematika penulisan bahan ajar ini dipaparkan dalam bentuk urutan yang mengacu kepada silabus dan diurutkan dalam bentuk garis besar materi pelajaran. Penyusunannya merujuk pada sisi pandang ilmu pendidikan di samping cara pandang ilmu lainnya yang terkait.
Penulis sangat menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan yang perlu disisip dan perlu dilakukan upaya pengembangan hingga memenuhi standar bacaan. Pada kesempatan ini penulis mohonkan tegur sapa, kritikan dan saran demi penyempurnaannya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para penggunanya. Amiiiin.
Padang, 10 Oktober 2004
Drs. JON EFENDI, M.Pd

DAFTAR ISI

Halaman
Kata pengantar i
Daftar isi ii
I. STRATEGI PEMBELAJARAN 3
1. Pengertian Strategi Pembelajaran 3
2. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran 4
3. Memilih Strategi Pembelajaran ALB 5
4. Strategi Pembelajaran dalam PLB 6
II. METODELOGI PEMBELAJARAN 11
1. Jenis-jenis Metodologi Pembelajaran 11
III. PERENCANAAN PENGAJARAN 15
1. Rencana Perancangan Pengajaran 16
2. Premis Dasar Perancangan Pengajaran 17
3. Manfaat Perancangan Pengajaran 18
4. Tenaga yang Terlibat Perancangan 18
5. Alasan Perancangan 18
6. Sasaran Perancangan 18
IV. SARAN BELAJAR BERDASARKAN RANAH 19
1. Ranah Kognitif 19
2. Ranah Psikomotor 20
3. Ranah Afektif 21
V. PENILAIAN HASIL BELAJAR 22
1. Pertimbangan Awal 23
2. Penilaian berdasarkan Ranah 24
VI.KATA-KATA OPERASIONAL 25
1. Ranah Kognitif 25
2. Ranah Afektif 30
3. Ranah Psikomotor 33
VII. PEMBELAJARAN INDIVIDUALISTIK 36
1. Reinforcement 36
2. Punishment 37
3. Extinction 37
4. Shaping & Chaining 38
5. Promting & Fading 38
6. Disc4rimination & Stimulus Control 39
7. Generalization 40
VIII. MOTIVASI 41
1. Pengertian 41
2. Jenis dan Sifat Motivasi 41
3. Kemampuan Siswa 42
4. Upaya Guru 42
5. Optimalisasi Penerapan Prinsip Belajar 43
IX. PENGELOLAAN KELAS 44
X. MASALAH-MASALAH PENGELOLAAN KELAS 46
1. Kegiatan Mengajar & Pengelolaan Kelas 46
2. Masalah Pengajaran & Pengelolaan Kelas 46
3. Masalah Perorangan 47
4. Masalah Kelompok 49
XI. PENDEKATAN PENGUBAHAN TINGKAH LAKU 50
1. Keuntungan Pemberian Hukuman 51
2. Kerugian Pemberian Hukuman 52
XII. PENDEKATAN IKLIM SOSIO-EMOSIONAL 53
XIII. PENDEKATAN PROSES KELOMPOK 58
XIV. FORMAT SATUAN PELAJARAN 61
XV. PENUTUP 71
DAFTAR PUSTAKA 72

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: