PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ADAPTIF BAGI PENYANDANG CACAT MELALUI JEJARING KEMITRAAN

Drs.Yuyus Suherman,M.Si

ABSTRAK

Riset ini didasarkan atas kebutuhan kompensatoris penyandang cacat untuk menjalani berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari termasuk aktivitas belajarnya. Teknologi adaptif dikembangkan dari yang sejak awal diciptakan untuk penyandang cacat atau yang tidak diciptakan untuk penyandang cacat. Produk ini dikaji ulang dan diuji cobakan efektivitasnya sehingga betul-betul sesuai dengan kebutuhan penyandang cacat. Berkenaan dengan hal tersebut maka riset ini bertujuan untuk mengembangkan model pengembangan teknologi adaptif bagi penyadang cacat melalui proses pengkajian berbasis perkuliahan dan kemitraan. Model dikaji dan dikembangkan berdasarkan riset. Permasalahan yang diajukan, adalah bagaimana model teknologi adaptif ini didesain, diproduk dan dupasarkan. Model ini dieksplorasi melalui kajian konseptual, kontekstual dan aplikasi sehingga dihasilkan model operasional dan produk teknologi adaptif seri komersial.Selanjutnya model proses kajian produk teknologi adaptif ini dikembangkan melalui penguatan nilai fungsional dan nilai komersial sehingga dihasilkan model kajian yang aplicable dan produk teknologi adaptif berstandard

Kata Kunci : Kompensatoris , Teknologi Adaptif, Penyandang Cacat

BAB.I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ditemukannya cara untuk membuat orang produktif, akan menguntungkan semua pihak. Tidak hanya pada individu penyandang cacat, tapi juga teman, kerabat, pekerja dan perekonomian secara keseluruhan. Ini adalah cara cerdas memanfaatkan sumber daya. Terkadang regulasi menolong penyandang cacat, memberikan hasil tidak terduga dan keuntungan luas. Bunyi bel dan lampu penanda kedatangan lift untuk membantu tunanetra, tunarungu dinikmati semua orang. Demikian juga dengan trotoar landai tidak hanya dinikmati penyandang cacat berkursi roda tapi pendorong kereta bayi, kereta belanja dan sebagainya turut menikmati .
Kajian teknologi adaptif difokuskan pada nilai-nilai filosofis rancang bangun, fungsi; teknologi tepat guna dan materi yang digunakan. Kajian teknologi adaptif dikemas dalam bentuk riset dan kemitraan dengan unsur industri berbasis perkuliahan praktikum dikembangkan lebih luas melalui mekanisme need asessment, pra-desain, presentasi disain produk, dilanjutkan dengan validasi produk dan tahap proses produksi serta pameran produksi teknologi adaptif yang diproyeksikan untuk diproduk komersial. Berkenaan dengan teknologi adaptif ini, menjadi menarik dikaji sebab banyaknya pilihan dipasaran, baik yang khusus sejak awal disediakan untuk penyandang cacat maupun yang umum. Disisi lain tersedianya pilihan tersebut menuntut kompetensi dalam memilih teknologi adaptif tersebut agar penggunaannya membantu aktivitas kehidupan sehari-hari termasuk aktivitas belajarnya. Pemilihan teknologi adaptif dengan mempertimbangkan fungsi kompensatoris yang didasarkan need assesment dapat meningkatkan kepercayaan diri, semangat hidup dan belajar penyandang cacat. Sebaliknya, jika pemilihan teknologi adaptif ini tidak mempertimbangkan fungsi kompensatoris, selain tidak efektif juga akan menambah persoalan. Karena itu teknologi adaptif di masyarakat memerlukan kajian terus menerus. Hal ini berkaitan dengan keunikan masalah yang dihadapi penyandang cacat.
B. Tujuan Khusus
Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses desain, dan kualitas produk sehingga memiliki nilai manfaat dan komersial serta memungkinkan untuk income generating. Jenis produk atau hasil dari riset berbasis kemitraan dalam pengembangan produk teknologi adaptif ini dapat dikelompokan kedalam dua jenis alat yaitu;
1) Mengkaji dan mengembangkan produk teknologi adaptif berdasarkan kompensatoris penyandang cacat berkaitan dengan kepentingan aktivitas kehidupan sehari hari (Activity of Daily Living) seperti berjalan, makan, mandi, kegiatan di kamar mandi, BAAB/BAAK, dan sebagainya. Alat ini bisa dikembangkan dari teknologi yang sudah ada atau belum ada sama sekali. Produk kajian ini kemudian diuji cobakan efektivitasnya sehingga betul-betul sesuai dengan kebutuhan penyandang cacat.
2) Mengkaji dan mengembangkan produk teknologi Adaptif yang Berkaitan dengan kepentingan aktivitas belajar/Akademik penyandang cacat di Sekolah seperti Box Pen, Reglet Low Vision, Kursi Belajar, Alas Buku, Meja Miring, Sabuk untuk Menulis, Alat Penyangga Pensil, Meja Kursi Tunadaksa, Papan Meja Pangku, Kursi Multi Guna, Mejakursi Bina Diri, Lampu Artikulasi, Kursi Disiplin dan sebagainya.

Dari perspektif hasil proses dan produk teknologi dari riset ini cukup memberi manfaat bagi berbagai pihak, sebab menghasilkan produk teknologi adaptif yang sesuai dengan kompensatoris penyandang cacat. Hal ini dimungkinkan karena desain produk didasarkan pada need asesment dan diproses melalui kajian terus-menerus didalam perkuliahan dan diproduksi secara professional. Secara kualitataif potensi keberhasilan riset ini sangat besar, dengan adanya riset ini kualitas produksi teknologi adaptif dapat ditingkatkan dan jaringan kemitraan produksi dan pemasarannya dapat dikembangkan secara professional. Hal ini penting karena untuk melakukan produksi dalam jumlah masal dan bersaing dipasaran diperlukan kerjasama dan kemitraan dengan unsur terkait/professional.
C. Urgensi Penelitian
Teknologi didefinisikan sebagai alat yang menggunakan prinsip atau proses penemuan saintifikasi yang baru ditemukan. Sedangkan adaptif, secara etimologi diartikan sebagai organisme mengatasi tekanan lingkungan untuk bertahan, berkaitan dengan aspek manusia dalam perencanaan produk (man-made objects) teknologi adaptif berkaitan dengan Ergonomi yaitu aktivitas penelitian mengenai kemampuan keterbatasan manusia baik secara fisik maupun mental dan interaksinya dalam sistem manusia mesin alat yang integral. penyandang cacat dalam melakukan aktivitas motor, sosial, edukasi dan budaya tidak terlepas dari barrier dalam melakukan mobilitasnya.
Disadari produk teknologi adaptif yang ada di pasaran baik itu berkaitan dengan aktivitas kehidupan sehari hari, maupun yang berkaitan khusus dengan pembelajaran belum sesuai dengan kebutuhan penyandang cacat dan harganya mahal sehingga tidak terjangkau. Produk teknologi juga tidak sesuai dengan kebutuhan kompensatoris dan kebanyakan tidak diperuntukan bagi penyandang cacat. Dengan demikianpenelitian ini sangat penting, sebab menghasilkan produk teknologi adaptif yang sesuai dengan kompensatoris anak. Hal ini dimungkinkan karena desain produk ini didasarkan atas proses need asesment dan diproses melalui kajian terus-menerus didalam perkuliahan dan diproduksi secara professional. Dalam perspektif lebih luas kegiatan ini dapat mendorong semangat kewirausahaan khususnya dalam mengembangkan usaha dibidang teknologi adaptif.
Road map riset ini dapat ditelusuri dari hasil riset terdahulu dapat dijelaskan sebagai berikut; riset ini sejalan dengan bidang pengembangan program unggulan yang berkaitan dengan keilmuan pendidikan dan berkaitan dengan pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship). Selain itu program ini juga mendukung program akademik dan administratif, dan mencerminkan keunggulan dalam produk, kualitas dan kinerja. Produk perkuliahan praktikum Teknologi Adaptif ini merupakan hasil karya kreatif dan inovatif. Sementara kemitraan yang dikembangkan akan memberikan dampak dalam meningkatkan citra UPI. memberikan manfaat kepada sivitas akademika dan stakeholder UPI. Indikatornya adalah lebih dikenalnya UPI di tingkat regional dan terciptanya peningkatan atmosfir akademik, terciptanya jalinan kerjasama dan kemitraan yang saling menguntungkan untuk kedua pihak dalam meningkatkan kinerja lembaga, penjaminan mutu layanan, prosedur kerja dan memungkinkan untuk income generating.
Dari perspektif teknologi, indikator produksi dan indikator kinerja dan capaian riset dalam pengembangan dan produksi teknologi adaptif ditunjukan dengan meningkatkan kualitas desain, dan kualitas produk teknologi adaptif sehingga memiliki nilai komersial. Melalui riset ini akan diperoleh jenis jenis teknologi adaptiof dan terbangunnya jejaring kemitraan baik dengan dengan lembaga internal di UPI maupun dengan lembaga eksternal yang terkait yang saling menguntungkan.
Berikutnya dalam perspektif potensi dan kemungkinan keberlanjutan program kemitraan pengembangan dan produksi teknologi adaptif ini cukup besar, mengingat di masa datang kesadaran akan peran teknologi untuk kehidupan yang lebih baik semakin tinggi. Sedangkan dari aspek orang tua dan lembaga pendidikan juga memberikan respon positif, mereka merupakan konsumen setia dan sangat responsif terhadap produk teknologi adaptif ini. Dari aspek penyiapan profesionalisasi tenaga kependidikan luar biasa program kemitraan baik dalam pengkajian dan produksi teknologi adaptif ini memberi kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk memperkuat tujuan perkuliahan praktikum dan membangkitkan jiwa kewirausahaan. Secara kuantitatif dari efektivitas proram ini dapat diukur dari indikator wawasan terhadap konsep, prinsif teknologi adatif yang dibuktikan dengan meningkatnya teknologi adaftif yang memenuhi standar proses dan produk teknologi adaptif
Melalui riset ini teknologi adaptif yang memenuhi standar proses dan produk dapat diwujudkan. Melalui studi terdahulu tentang kebutuhan teknologi adaptif bagi penyandang cacat bekerjasama dengan 100 guru SLB yang sedang melakukan perkuliahan (kelas kerjasama dengan Dinas Pendidikan Jabar (2007) diperoleh kesimpulan bahwa selama ini produk-produk yang ada di pasaran baik itu teknologi adaptif yang berkaitan dengan aktivitas kehidupoan sehari hari, termasuk yang berkaitan khusus dengan pembelajaran belum sesuai dengan kebutuhan anak dan harganya mahal sehingga tidak terjangkau. Berkenana dengan hal tersebut maka riset lanjutan untuk mengembangkan produk teknologi adaptif berstandar proses dan produk dan sesuai dengan kebutuhan penyandang cacat menjadi penting dan mendesak adanya. demikian juga dengan pengembangan jejaring pemasaran sekaligus kemitraan produksi dengan unsur profesional diharapkan menjamin tersedianya produk komersial yang siap dipasarkan termasuk pemanfatan sumber-sumber internal yang dapat mensuport dan melindungi hak kekayaan intelektual/HAKI produk teknologi adaptif ini.

BAB. II
STUDI PUSTAKA

A. Hakikat Teknologi Adaptif
Teknologi didefinisikan sebagai alat yang menggunakan prinsip atau proses penemuan saintifikasi yang baru ditemukan. Sedangkan adaptif, secara etimologi diartikan sebagai organisme mengatasi tekanan lingkungan untuk bertahan, berkaitan dengan aspek manusia dalam perencanaan produk teknologi adaptif berkaitan dengan Ergonomi yaitu aktivitas penelitian mengenai kemampuan keterbatasan manusia baik secara fisik maupun mental dan interaksinya dalam sistem manusia mesin alat yang integral. penyandang cacat dalam melakukan aktivitas motor, sosial, edukasi dan budaya tidak terlepas dari barrier dalam melakukan mobilitasnya. Teknologi dalam bentuk komputer, jaringan informasi, dan multimedia misalnya, akan memberikan akses kepada setiap orang di masyarakat untuk belajar. Dengan demikian teknologi adaptif pada hakikatnya adalah segala macam benda atau alat yang dengan cara dimodifikasi atau langsung digunakan untuk meningkatkan atau merawat kemampuan penyandang cacat ( disabled person).
Beberapa jenis teknologi adaptif memungkinkan penyandang cacat dapat mengakses komputer; sebagian lainnya memberikan berbagai peluang pendidikan yang sebelumnya tidak ditawarkan. Di antara teknologi adaptif yang terpenting adalah teknologi yang memberikan akses ke komputer dan teknologi komunikasi modern lain kepada siswa-siswa penyandang cacat. Keyboard-nya dapat dimodifikasi, misalnya, sehingga orang yang hanya memiliki satu tangan atau satu jari untuk mengetik dapat menggunakannya. Program-program pengenalan suara memungkinkan siswa dengan berbagai disabilitas fisik untuk memasukkan teks ke dalam komputer dengan berbicara. Joysticks telah dikem¬bangkan untuk memungkinkan individu-individu mengontrol komputer dengan menunjuk dengan dagu atau kepalanya.

Dewasa ini ada berbagai macam perangkat adaptif yang dapat menyediakan berbagai kesempatan pendidikan. Sebagai contoh, tulisan besar dan translasi Braile dengan bantuan komputer dapat mem¬bantu komunikasi untuk siswa-siswa yang mengalami hambatan penglihatan. Software translasi Braille dapat mengonversikan teks menjadi format Braille yang tepat. Software pembesaran-layar memperbesar ukuran teks dan grafik, mirip dengan captioning dan tampilan real-time graphics di televisi, yang me¬nyiarkan dialog dan tindakan di acara atau film televisi melalui teks tercetak.
Computer speech synthesizers dapat menghasilkan kata-kata lisan secara artifisial. Speech recognition software (software untuk mengenali suara) dapat membantu siswa-siswa yang hanya dapat mengucapkan beberapa bunyi untuk mengerjakan berbagai togas. Individu diajari beberapa bunyi “token” yang dapat direspons oleh komputer yang diprogram secara khusus. Komputer mengenali suara dan me¬ngerjakan berbagaii fungsi sehari-hari dan fungsi-fungsi berbasis-sekolah, seperti menyalakan TV, mem-ainkan rekaman video, atau mengakses kurikulum sekolah di CD-ROM. Peralatan-peralatan canggih lainnya bereaksi terhadap sinyal-sinyal otak yang kemudian mentranslasikannya menjadi perintah dan tindakan digital.
Teknologi-teknologi lain, misalnya peralatan adaptif dan tombol-tombol khusus, memungkinkan siswa dengan disabilitas fisik untuk meningkatkan mobilitas fungsionalnya dengan menghidupkan berbagai peralatan dan mengontrol alat-alat lain seperti lampu atau radio. Computerized “gait trainers” dapat membantu individu-individu dengan keseimbangan yang buruk atau mereka yang memiliki pengendalian tubuh yang kurang untuk belajar berjalan. Peralatan-peralatan yang dikendalikan radio dapat membuka pinto dan mengoperasikan mesin penjawab di telepon.
Teknologi yang sangat menarik dirancang untuk siswa-siswa yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. PC Pal, komputer khusus dengan layar LCD, dapat disediakan di ruang-ruang perawatan di rumah sakit. Peralatan ini menyediakan games. Komputer memberikan akses internet dan memungkinkan siswa yang dirawat di rumah sakit untuk terus mengikuti pekerjaan rumahnya dan untuk tetap berhu¬bungan dengan temannya. Situs-situs web khusus telah diciptakan untuk memudahkan siswa¬ dengan disabilitas. Yang paling menonjol adalah yang dikembangkandan oleh Center for Applied Special Technology (CAST), sebuah organisasi yang misinya adalah memperluas kesempatan bagi orang dengan disabilitas melalui penggunaan komputer dan berbagai teknologi asistif. CAST menawarkan sebuah situs Web (disebut “Bobby”) dan alat-alat berbasis-web yang menganalisis aksesibilitas berbagai halaman Web.
Karena semakin banyak siswa dengan disabilitas yang diinklusikan di kelas-kelas reguler, sehingga siswa-siswa yang membutuhkan penggunaan teknologi adaptif semakin nyata dan mendesak dilayani. Akan tetapi, untuk mengambil keputusan tentang teknologi tepat-guna yang akan digunakan sekolah diharuskan untuk membantu individu-individu dengan disabilitas untuk mengidentifikasi, memperoleh, dan mempelajari cara penggunaan peralatan adaptif yang tepat. Peralatan-peralatan ini diidentifikasi selama pengembangan IEP siswa. Diharapkan untuk bekerja sama dengan personel yang tepat di sekolah untuk mengembangkan IEP. Setelah siswa diberi peralatan adaptif, personel lain diharapkan untuk membantu siswa yang bersangkutan untuk menggunakannya dengan cara yang semestinya.

B. Pengembangan Teknologi Adaptif
Teknologi adaptif, disadari sangat spesifik dan bersifat kasuistik, karena didasarkan berdasarkan hasil needs assesment. Namun, walaupun begitu kasus-kasus spesifik juga dapat ditarik secara generalis pada kasus-kasus sejenis dan berdekatan, sehingga walaupun ada adaptasi imtil seri komersial, tapi perubahannya tidak terlalu banyak. Karena prioritas tetap pada nilai kemaslahatan. Dalam rangka menciptakan produk-produk inovatif dan kreatif serta memberdayakan diri melalui identifikasi, menggali dan memanfaatkan potensi dan sumber yang ada, maka peningkatan kualitas pembelajaran dan kreativitas mahasiswa yang mengikuti perkuliahan teknologi adaptif serta dalam rangka mengembangkan jaringan kerjasama produksi, meningkatkan kualitas produk teknologi adaptif sehingga bernilai komersial, sangat penting dilakukan. Apalagi Produk hasil kajian mahasiswa tiap tahun terus tercipta dan cukup inovatif sehinga telah mendukung keunggulan Laboratorium Jurusan PLB dan menunjang perkembangannya sebagai Pusat Pengembangan Potensi Anak, yang memberi pelayanan terapi akademis pada masyarakat. Produk perkuliahan praktikum
Teknologi Adaptif juga sangat menunjang, karena ternyata mendapat respon positif dari orang tua dan SLB. Beberapa produk telah memiliki nilai komersial tinggi, sehinga Sekolah berani memproduksi karena ada pesanan orang tua siswa. Selama ini produk yang ada di pasaran baik itu teknologi adaptif berkaitan dengan aktivitas kehidupan sehari hari, termasuk yang berkaitan khusus dengan pembelajaran belum sesuai dengan kebutuhan anak dan harganya mahal sehingga tidak terjangkau. Produk teknologi juga tidak sesuai dengan kebutuhan kompensatoris dan baru bersifat terapeutik yang kebanyakan tidak diperuntukan bagi penyandang cacat.
Jenis produk teknologi adaptif ini dapat dikelompokan kedalam dua jenis alat yaitu; teknologi adaptif yang berkaitan dengan ADL dan teknologi adaptif yang berkaitan dengan pembelajaran (akademik). Selanjutnya kedua jenis produk ini diuraikan sebagai berikut:
1. Teknologi adaptif yang berkaitan dengan kepentingan aktivitas kehidupan sehari hari
Teknologi adaptif ini dikembangkan berdasarkan kompensatoris siswa penyandanga cacat.. Didasarkan atas kebutuhan siswa dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari dari mulai berjalan, makan, mandi, kegiatan di kamar mandi, BAAB/BAAK, dan sebagainya. Alat ini bisa dikembangkan dari alat teknologi yang sudah ada atau belum ada sama sekali. Produk kajian ini kemudian diuji cobakan efektivitasnya sehingga betul-betul sesuai dengan kebutuhan kasus/anak. Beberapa contoh alat/teknologi adaptif ADL hasil mahasiswa PLB yang ngontrak MK.Teknologi adaptif (2007) adalah; Board Parcice Walk, Kusi untuk BAB, nampan berlubang, penahan lutut, Non Slip Tray Set, Egips, Tongkat beroda, papan keseimbangan, Vesti Buler Board, Kursi terapi, Jemari sensoris, sepatu keseimbangan, tongkat penyeberangan, Standing Up-Support, dan sebagainya.
2. Teknologi adaptif ini dikembangkan berdasarkan kepentingan aktivitas akademik
Teknologi adaptif ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan siswa penyandang cacat sesuai dengan kompensatoris yang dimilikinya dalam berbagai aktivitas akademik di sekolah. Beberapa contoh produksi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan teknologi Adaptif (2007) yang berkaitan dengan kegiatan akademik adalah Box Pen, Reglet Low Vision, Kursi Belajar, Alas Buku, Meja Miring, Sabuk untuk Menulis, Alat Penyangga Pensil, Meja Kursi Tunadaksa, Papan Meja Pangku, Kursi Multi Guna, Mejakursi Bina Diri, Lampu Artikulasi, Kursi Disiplin dan sebagainya.
Proses produksi melibatkan mitra profesional secara keseluruhan diharapkan menghasilkan produk teknologi berstandard komersial. Mengingat konsep teknologi adaptif relative baru , maka hakikat teknologi adaptif, konsep dan prinsip-prinsipnya perlu dikaji secara mendalam.. Kajian perncanaan produk tidak terlepas dari ergonomic yakni aktivitas penelitian mengenai kemampuan dan keterbatasan manusia baik secara fisik maupun mental dan interaksinya dalam system manusia mesin alatsecara integral.Dimaklumi penyandang cacat dalam melakukan aktivitasnya tidak terlepas dari barrier dalam melakukan mobilitasnya maka potensi pasarnya cukup terbuka. Meskipun demikian kemaslahatan seyogyanya tepat menjadi prioritas dalam mengembangkan teknologi adaptif, sehingga nilai filosofis rancang bangun dan fungsi utamanya merupakan kunci utamanya. Dengan demikian produksi masal tidak sekedar untuk memenuhi pasar tapi lebih dari itu memiliki misi memenuhi kebutuhan kompensatoris, sehingga produksinya diproses melalui kajian terus menerus .

BAB III
METODE PENELITIAN

Mengacu pada objek telaah teknologi adaptif, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development). Ada 10 langkah pokok dalam metode ini yaitu, (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan model tahap satu, (4) ujicoba lapangan tahap satu, (5) revisi model tahap satu (6) ujicoba model yang utama, (7) revisi model operasional, (8) ujicoba lapangan model operasional, (9) revisi model final, dan (10) diseminasi dan implementasi (Borg and Gall, 1989:784-785).
Secara keseluruhan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and development) dilaksanakan sebagai berikut:

Kegiatan riset berbasis kemitraan jurusan PLB dengan lembaga terkait ini dalam produksi dirancang melalui tiga tahap kegiatan yaitu; tahap persiapan (pra-produksi), tahap produksi dan tahap produksi seri komersial/distribusi.Secara keseluruhan tahapan kegiatan dapat dilihat dalam bagan berikut:

Gbr. 01. Kegiatan riset teknologi adaptif dengan berbasis kemitraan

Berbagai kegiatan yang dilakukan dalam tahap persiapan ini meliputi kegiatan pengkajian secara menyeluruh terhadap bahan dan produk teknologi adaptif baik yang ada LAB/PPPA, SLB, klinik Ortopedagogik dan pusat pusat produksi alat protese di Kota Bandung. Kegiatan terahir dari rangkaian tahap pra-produksi ini adalah diskusi terfokus dengan unsur akademisi dan praktisi tentang rencana produksi/teknologi adaptif baik berkaitan dangan alat Activity of Daily Living (ADL) maupun yang berkaitan dengan pembelajaran akademik.
Sementara itu cakupan kegiatan pada tahap pelaksanaan/ tahap produksi Teknologi adaptif ini meliputi kegiatan yang berhubungan dengan kerja produksi teknologi adaptif yang bersifat kompensatoris bagi ABK yang paling mungkin diproduksi berdasarkan pertimbangan parktisi dan akademisi termasuk ketersediaan anggaran dan nilai komersial produk. Tahap ini dilakukan melalui bentuk kemitraan dengan bengkel produksi yang memiliki bidang usaha yang relevan. Kegiatan berikutnya yang merupakan rangkaian tahap produksi ini adalah uji produk. Tahap ini merupakan pengujian lapangan (empiris) yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk seminar hasil produksi Teknologi Adaptif untuk mendapat jadgement dari praktisi maupun pakar/akademisi.
Pihak-pihak yang telah terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok mitra program dari lembaga internal dan kelompok mitra dari lembaga eksternal. Kelompok mitra program internal mencakup Pusat Pelayanan Mahasiswa Tunanetra UPI Bandung, LAB/Pusat pengembangan Potensi Anak PLB, Prodi Pendidikan Kebutuhan Khusus dan Pusat Pengkajian Pendidikan Inklusi dan Inovasi Pendidikan SPS UPI Bandung dan Dosen Perkuliahan media pembelajaran dan teknologi adaptif. Sementara itu kelompok mitra eksternal adalah SLB, klinik ortopedagogik dan worshop CV Cipta Kriya.

BAB IV
PEMBIAYAAN

No Komponen Jumlah (Rp)
1 Pelaksana Gaji/Upah 27.000.000
2 Komponen peralatan 8.500.000
3 Bahan habis pakai 21.500.000
4 Penginapan dan Perjalanan 23.200.000
5 Pertemua/loakakarya 10.000.000
6 Laporan /Publikasi 8.500.000
7 Pengeluaran lain-lain 1.500.000
Total 100.000.000

DAFTAR PUSTAKA
Alcott, M (2007) An Introduction to Children with Special Educational Need, London; Horder & Stoughton education

Ashman, A. & Elkins, J. (1994). Educating Children with Special Needs. New Jersey: Prentice Hall, Inc. Englewood Cliffs.

Cullatta, R.A et.al (2003) Fundamentals of Special Education, What Every teacher Need to Know. New Jersey

Hallahan, at.al ( 2005) Special Education, What It is and Why We Needed It, New York: Pearson Education,Inc

Johnsen, B & Skjorten, M.D (2003) Pendidikan Kebutuhan Khusus, Sebuah Pengantar, Alih bahasa: Susi Septaviana R, Bandung: PPS

Kauffman, J.M. (1985), Characteristics of Children’s Behavior Disorders. Columbus, Ohio: Charles E. Merrll Publishing Company A Bell & Howell Company

McBrayer, Kim Fong Poon dan Gon Jon Liang, Ming (2002) Special Needs Education, Children with Exceptionalities. Hong kong,: The Chinese University Press

Mercer, Cacil D and Mercer, Anna R (l989) Teaching Student With Learning Problems, London; Merrill Publishing CompanySterenberg, L. dan Taylor, R. L. (1986 ). Exceptional Children: Integrating Research and Teaching. New York: Springer-Verlag.

Santosa, Insap. (1997). Interaksi Manusia dan Komputer, Teori dan Praktek. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Smith, R. M., Neisworth, J. T., dan Hunt, F. M. (1983). The Exceptional Child. A Functional Approach. New York: McGraw-Hill Book Company.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: