VIKTOR FRANKL AND LOGOTHERAPY

VIKTOR FRANKL AND LOGOTHERAPY

1. Apa yang dimaksud Logoterapy
a. Pengertian
Secara literal, logoterapy mempunyai arti terapi melalui pemaknaan. Merupakan suatu terapi yang bersifat direktif dan terus menerus yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat secara spesifik pada situasi yang amat penting, dapat juga dilakukan oleh mereka sendiri secara mendalam atau secara tidak langsung dimana sasarannya yakni para pecandu obat bius, para pemabuk atau penderita depresi. Logoterapi juga menggunakan teknik tertentu untuk mengatasi phobia (rasa takut yang berlebihan), kegelisahan, obsesi tak terkendali dari pemakai obat-obatan terlarang. Selain itu juga termasuk untuk mengatasi kenakalan remaja, konsultasi terhadap masalah memilih pekerjaan dan membantu semua masalah dalam kehidupan.
Kika dikaitankan dengan konseling maka Konseling logoterapi suatupendekatan yang digunakan untuk membantu individu mengatasi masalah ketidakjelasan makna dan tujuan hidup, yang sering menimbulkan kehampaan dan hilangnya gairah hidup. Konseling logoterapi berorientasi pada masa depan (future oriented) dan berorientasi pada makna hidup (meaning oriented). Relasi yang dibangun antara konselor dengan konseli adalah encounter, yaitu hubungan antar pribadi yang ditandai oleh keakraban dan keterbukaan, serta sikap dan kesediaan untuk saling menghargai, memahami dan menerima sepenuhnya satu sama lain.
a. Teori yang Mendasari Logoterapi
1) Ekstensialisme
Merupakan keberadaan orang hidup yang pada hakikatnya kebebasan dari hasrat/ambisi dan pertanggung jawaban. Yang terpenting bagaimana memaknai kehidupan itu. Whilst Freud menyatakan bahwa manusia mempunyai hasrat untuk senang, dan Adler mengatakan hasrat sebagai kekuatan, Frankl mengatakan kita harus mempunyai hasrat yang bermakna.
Seandainya terjadi frustrasi, kerja saraf berhenti “neogenik” Frankl mengemukakan bahwa dimensi spiritual (neotik) dari manusia seharusnya diikutsertakan kepada dimensi pisik dan kejiwaan. Frankl akhirnya memaknai adanya sisi positif yang khas pada setiap orang dalam suatu keadaan. Setiap peristiwa menawarkan situasi yang berubah-ubah terus menerus dan juga memberikan sebuah makna khusus yang penuh dengan tantangan. Maknanya tidak dapat dibuat-buat tetapi harus dihayati sendiri.
2) Stoicisisme (tenang/sabar/tabah)
Sikap ketabahan/sabar/tenang juga harus dimiliki, karena tidak ada masalah yang tidak ada dalam dunia ini. Kita selalu dapat menentukan sikap menolong diri sendiri. Manusia yang berpendirian dan berkeyakinan selalu dapat berubah tetapi juga tergantung pada penafsiran mereka terhadap masalah. Bahkan dalam alam kematian dan penderitaan, dengan menujukkan keteguhan hati kita dapat memposisikan diri dalam situasi yang bermakna.
3) Pengalaman Pribadi Frankl (dalam studinya sebagai Psikiater)
“Ini adalah pelajaran, Selama tiga tahun saya menghabiskan waktu untuk belajar di Auschwitz dan Dachau, hal lain sama keadaanya, untuk melestarikan suasana belajar yang berorientasi kepada suatu tugas dimasa mendatang, atau menjadi manusia yang berharga, menanti masa depan, untuk sebuah makna yang harus diwujudkan dimasa mendatang. Tetapi Logoterapi merupakan perolehan ide-ide oleh Frankl dan improfisasi bahwa tidak semua yang nyata berkaiatan dengan pengalamannya dalm mempelajari atau makna dari kehidupan.

2. Teknik-teknik Logoterapi
a. Intensi Paradoksikal
Para ahli terapi menganjurkan pasien untuk; mengarahkan keinginan, bahkan mengatasi apa yang menjadi ketakutan/kekhawatiran mereka.
1) Digunakan untuk yang terobsesi, keadaan terjerumus, dan phobia (tidak untuk pasien skizoprenia)
2) Kasusnya berguna untuk mengurangi kegelisahan, seringkali bekerja dengan tergesa-gesa.
3) Kapasitas manusia untuk bergerak for self-detacement, seringkali dilakukan dengan rasa humor.
4) Hans Gerz” mengatakan bahwa kesuksesan dari Intensi paradoksikal mencapai keberhasilan antar 80-90% dari kasus.
Suatu kasus dari sweating doktor (dari psikoterapi dan eksistensialisme, p 139) Seorang dokter muda mengalami Hidrophobia hebat (kronis) suatu hari ia bertemu atasannya di jalan, karena sudah lama menjalin persahabatan, dia memperhatikan bahwa dia sedang mengalami masa-masa diluar dugaannya. Dimasa akan datang dalam masa yang hampir sama dia berharap untuk mencapai puncak kejayaan, dan kegelisahan dirasakan sangat cepat sehingga mempengaruhi semangat kerja dalam bentuk lingkaran setan. Kita memperingati pasien, bahkan dalam kegelisahan yang berulang-ulang. Untuk merubahnya sudah banyak yang diusahakan dengan keringatnya. Seminggu kemudian dia kembali melaporkan/memberitahu bahwa dia bertemu degan seseorang yang dapat memicu kegelisahannya, dia berkata pada diri sendiri, “saya hanya mengeluarkan 10 liter keringat sebelumnya, tetapi sekarang saya akan mengeluarkan 10 liter untuk berikutnya”.
Apakah hasil dari resolusi paradoksikal ini? Selama 4 tahun penyakit phobia dideritanya, dia mempunyai kemampuan lebih hanya setelah satu sesi untuk membebaskan dirinya menjadi lebih baik.

Kamu Seorang Logoterapi
Dalam kasus berikut, apa yang disebut sebagai intensi Paradoksikal, bila ada, apa yang akan kamu anjurkan?
1) Seoarang anak/manusia akan merasa takut tentang sebab kematian dari serangan jantung. Untuk menjaga kesehatan agar ebih baik ia harus melakukan cek pisik.
2) Suatu obsesi akan muncul karena fokus setiap waktu, dan saatnya menghindari perbuatan jahat dalam keseharian.
3) Seorang manusia muda menghampirimu untuk menghindari kegagapan. Apa tanggapanmu? dan pertimbanganmu?
4) Seorang schizoprenia membuat gelisah masyarakat, dia melihat sesuatu tabung agar keluar darinya.
b. Derefleksi
Ahli terapi mengalihkan dan menjauhkan pasien dari masalah-masalah mereka dengan cara memberikan sesuatu yang bermakna dalam kehidupan.
1) Gunakan secara spesifik disfungsi seksual. Derefleksi terindikasi karena kamu berpikir lebih tentang potensi sek, yang jarang kamu mencapainya.
2) Jangan hanya mengandalkan cerita mereka untuk berhenti berpikir tentang suatu kebutuhan untuk meniru sesuatu yang positif (contoh; insomnia, jangan hanya menyuruh mereka berhenti mencoba untuk tidur, mengatakan kepada mereka untuk menghitung biri-biri)
3) Secara umum, Logoterapi dapat dilihat sebagai refleksi kembali kondisi pasien dari masalah yang ada dalam mencari makna hidup. Pasien ditinjau kembali tentang gangguan mereka sebagai sesuatu yang lain melebihi dari diri mereka sendiri.
Nasihat Frankl kepada Anna siswa seni berumur 19 tahun yang mengalami gejala schizofrenia yang sangat berat. Dia menilai diri sendiri sebagai seorang yang labil dan perlu bantuan.
Pasien: Apa yang akan saya alami?
Frankl: Jangan menyusahkan diri sendiri. Jangan masuk kedalam sumber masalahmu, biarkan ini menjadi tugas dokter kita, kita akan berusaha mengatasi krisis. Baiklah jangan ada perkataan, kamu mengisyaratkan suatu maksud pekerjaan seni ya?
Pasien: Tetapi ini suatu kekacauan dari dalam…….
Frankl: Jangan abaikan kekacauanmu, tetapi kembalikan semangat hidupmu yang menunggumu. Tidak ada apa-apa dari sudut hatimu yang paling dalam, tetapi aktualisasikan dirimu dimasa yang akan datang.
Pasien: Tetapi, apakah benar ini masalah saya?
Frankl: Jangan kau ungkapkan pertanyaan seperti ini. Apapun proses patologikal yang mengawali penderitaan psikologismu, kami akan menjagamu, karena itu jangan terbawa oleh perasaan yang menghantuimu. Anggap mereka sebagai perantara, kita akan membuatkamu menghilangkan perasaan itu, jangan pikirkan itu, jagan pula melawannya. Bayangkan saja terdapat selusin benda-benda berharga, pekerjaan menunggu kreativitasmu, dan tidak ada seorangpun yang dapat mencapai dan menyelesaikannya kecuali Anna sendiri. Tidak seorangpun dapat mengembalikan pekerjaan ini. Hal yang begini akan menjadi karya senimu, dan seandainya kamu tidak mengaturnya, dia mungkin tidak akan menciptakan kreasi seni selamanya.
Pasien: Dokter, saya percaya dengan apa yang kamu katakan. Ini merupakan suatu pesan yang amat menyenangkan.

c. Pemaknaan Terhadap Orientasi
Para ahli terapi mencoba untuk memaknai ketajaman dan sensitivitas pasien terhadap masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang, dan secara kreatif penuh dengan pendirian dan pengalaman.
1) Pemaknaan terhadap nilai-nilai kreatif
Frankl mengatakan bahwa aturan-aturan logotherapi meliputi perluasan dan pengembangan sisi nyata dari pasien karena keseluruhan itu memiliki nilai-nilai yang dapat dilihat dan dirasakannya. Sumber utama dari makna dapat dirasakan melalui penghargaan yang kita berikan, penrimaan dan perlakuan.
2) Pemaknaan Melalui Nilai-nilai Pengalaman
Frankl (sebagai seorang dokter jiwa) dalam tulisannya “mari kita segera menjadi seorang pendaki gunung yang dapat menyaksikan sunset (terbitnya matahari) di Alpin dan juga berpergian sambil menikmati keindahan alam, bahwa dia meresakan makin kesepian dan tidak suka dengan masa lalu dan membiarkannya setelah pengalaman hidup muncul lagi tetapi semua tidak berarti.
3) Pemaknaan nilai-nilai pengahayatan sikap
Frankl yakin bahwa kita selalu punya kebebasan untuk mencari pemaknaan melalui penghayatan sikap bahkan dalam situasi yang tidak mendukung sekalipun.
Sebagai contoh, Seorang senior mengalami depresi, dia tidak menerima kenyataan dari kehilangan istrinya yang didukung oleh keterlibatannya.
Frankl bertanya “ Apa yang akan terjadi jika kamu yang meninggal lebih dulu, dan istrimu bertahan hidup? Oh, desah pasien” Baginya akan sangat menyakitkan; betapa menderitanya dia.
Frankl Melanjutkan pertanyaan; Kamu lihat bagaimana penderitaan yang dialaminya, dan kamu yang telah menyebabkan ini, tetapi sekarang kamu harus membayar dengan hidup tanpanya dan selalu berduka. Tidak ada kata menyesal, tetapi Frankl langsung berjabatan tangan dan dengan tenang meninggalkan kantornya (pencarian makna hidup dari seorang manusia).

Studi Kasus Harold (Chris Wurm)
Harold seorang warga Australia berusia paruh baya yang kehidupannya dengan cepat berubah carut-marut diluar kontrol seperti seorang pemabuk. Masalah keuangan/ekonomi tidak didukung oleh sejumlah biaya yang dihabiskan untuk minum dan pengaruh beban pekerjaan (stress). Simpati istrinya berkurang disamping ia juga punya masalah tidur tengah malam. Dia pulang untuk menemui Chris Wurm, seorang GP ahli Logotherapi. Wurm mengkombinasikan pendekatan medis sebagai contoh pemberian informasi terhadap bahaya minuman-minuman juga dilakukan dengan logotherapi. Roda kehidupan Harol kembali bergulir, liku-liku sisi alkohol dari kehidupannya dan tak bisa dihindari. Werm berkata “ bahwa memungkin untuk memikirkan apayang dia ketahui dan dapat menentukan pilihan dan menjalani kehidupan dengan berbagai cara (penekanan logotherapi dapat dipertanggung jawabkan). Cerminan dari suatu pilihan yang membawa perubahan baginya (ini adalah orientasi terhadap makna penghayatan dan nilai), dan terdapat gambaran masa masa mendatang. Perannya sangat menentukan dan menjadi efektif, setiap kali ia memandang betapa akal piciknya menjadi bumerang (api dalam sekam).

Penafsiran Logotherapi
a. Kekuatan
• Inspirasi kehidupan Viktor Frankl
• Pemahaman relatif sederhana, perubahan kehidupan yang potensial dan terus berkembang
• Dimensi pertahanan hidup tidak mengalamatkan terapi yang lain
• Selalu optimis dan bersifat konstruktif
b. Ruang lingkup
• Terlalu menganut paham otoriterkah?
• Terlalu religius dan dan tidak berbau saintifik atau tepatkah?
• Apakah terlalu bergantung pada intusi Frankl?
• Sangat terbataskah?

4. Pengembangan Logoterapi
a. Usaha-usaha untuk mempertahankan nilai makna agar lebih sistematis
James Crumbaugh, penemu arti makna hidup, yang mencetuskan latihan-latihan tertentu yang ditujukan pada kliennya untuk mendukung pencapaian makna dan nilai. Gagasan bekerja diluar batas nilai dan betapa kamu harus memenuhi kebutuhan mereka, dengan demikian tercapailah arti kehidupan yang bermakna. Crumbaugh juga mengemukakan 6 daftar yang digunakan seluruh analisis.
1) Sasaran jangka panjang khidupan, ambisi, tujuan dan keinginan yang terpendam sepanjang klien dapat mengingatnya termasuk pertimbangan hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak.
2) Sumber kekuatan dari kepribadian, faktor fisik dan lingkungan sekitar sebagai faktor keberuntungan.
3) Titik lemah dari kepribadian seseorang, kegagalan merupakan pertanda keburukan.
4) Masalah-masalah khusus yang menimbulkan konflik berkepanjangan klien.
5) Harapan hidup/tantangan masa depan. Perbedaan dengan yang pertama akni lebih menekankan masa yang akan datang berdasarkan ambisi-ambisi masa lalu
6) Rencana masa depan, segera, dan dengan rentang yang lama.
Saya sendiri dalam pekerjaan harus memaksakan diri untuk masuk kedalam kerangka kerja yang lebih luas yang tidak hanya menemukan hal-hal yang bermakna dan dapat dihargai, tetapi juga untuk mempertahankan apapun mereka sungguh-sungguh.
b. Usaha-usaha menempatkan Logoterapi pada pijakan yang lebih Saintifik
Wong & Fry’s “the human quest for meaning” (1988) memaparkan suatu usaha dengan melakukan tes yang dapat diuji dilakukan oleh para ahli psikologi secara ketat dan terbaru yang berpusat pada makna. Suatu kemajuan yakni meningkatkan penghargaan hidup untuk memperbaiki penyelesaian hambatan-hambatan kehidupan pada lama pemikiran, dengan demikian bisa ditentukan kalau pasien bisa sembuh oleh logoterapi dan mengukur/mentukan perkembangan mereka.

PEMBAHASAN
Pengertian Logoterapi
Logoterapi secara umum dapat digambarkan sebagai corak psikologi/psikiatri yang mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia di samping dimensi ragawi dan kejiwaan, serta beranggapan bahwa makna hidup (the meaning of life) dan hasrat untuk hidup bermakna (the will of meaning) merupakan motivasi utama manusia guna meraih taraf kehidupan bermakna (the meaningful life) yang didambakannya.
Asas-asas utama logoterapi yang menjadi inti dari terapi ini, yaitu:
1. Hidup itu memiliki makna (arti) dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Makna adalah sesuatu yang dirasakan penting, benar, berharga dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang dan layak dijadikan tujuan hidup.
2. Setiap manusia memiliki kebebasan – yang hampir tidak terbatas – untuk menentukan sendiri makna hidupnya. Dari sini kita dapat memilih makna atas setiap peristiwa yang terjadi dalam diri kita, apakah itu makna positif atupun makna yang negatif. Makna positif ini lah yang dimaksud dengan hidup bermakna.
3. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk mangambil sikap terhadap peristiwa tragis yang tidak dapat dielakkan lagi yang menimpa dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Contoh yang jelas adalah seperti kisah Imam Ali diatas, ia jelas-jelas mendapatkan musibah yang tragis, tapi ia mampu memaknai apa yang terjadi secara positif sehingga walaupun dalam keadaan yang seperti itu Imam tetap bahagia.
Ajaran Logoterapi
Ketiga asas itu tercakup dalam ajaran logoterapi mengenai eksistensi manusia dan makna hidup sebagai berikut.
a. Dalam setiap keadaan, termasuk dalam penderitaan sekalipun, kehidupan ini selalu mempunyai makna.
b. Kehendak untuk hidup bermakna merupakan motivasi utama setiap orang.
c. Dalam batas-batas tertentu manusia memiliki kebebasan dan tanggung jawab pribadi untuk memilih, menentukan dan memenuhi makna dan tujuan hidupnya.
d. Hidup bermakna diperoleh dengan jalan merealisasikan tiga nilai kehidupan, yaitu nilai-nilai kreatif (creative values), nilai-nilai penghayatan (eksperiental values) dan nilai-nilai bersikap (attitudinal values).
Tujuan Logoterapi
Tujuan dari logoterapi adalah agar setiap pribadi:
a. memahami adanya potensi dan sumber daya rohaniah yang secara universal ada pada setiap orang terlepas dari ras, keyakinan dan agama yang dianutnya;
b. menyadari bahwa sumber-sumber dan potensi itu sering ditekan, terhambat dan diabaikan bahkan terlupakan;
c. memanfaatkan daya-daya tersebut untuk bangkit kembali dari penderitaan untuk mamp[u tegak kokoh menghadapi berbagai kendala, dan secara sadar mengembangkan diri untuk meraih kualitas hidup yang lebih bermakna.
Pandangan Logoterapi terhadap Manusia
a. Menurut Frankl manusia merupakan kesatuan utuh dimensi ragawi, kejiwaan dan spiritual. Unitas bio-psiko-spiritual.
b. Frankl menyatakan bahwa manusia memiliki dimensi spiritual yang terintegrasi dengan dimensi ragawai dan kejiwaan. Perlu dipahami bahwa sebutan “spirituality” dalam logoterapi tidak mengandung konotasi keagamaan karena dimensi ini dimiliki manusia tanpa memandang ras, ideology, agama dan keyakinannya. Oleh karena itulah Frankl menggunakan istilah noetic sebagai padanan dari spirituality, supaya tidak disalahpahami sebagai konsep agama.
c. Dengan adanya dimensi noetic ini manusia mampu melakukan self-detachment, yakni dengan sadar mengambil jarak terhadap dirinya serta mampu meninjau dan menilai dirinya sendiri.
d. Manusia adalah makhluk yang terbuka terhadap dunia luar serta senantiasa berinteraksi dengan sesama manusia dalam lingkungan sosial-budaya serta mampu mengolah lingkungan fisik di sekitarnya.
Logoterapi sebagai Teori Kepribadian
Kerangka pikir teori kepribadian model logoterapi dan dinamika kepribadiannya dapat digambarkan sebagai berikut:
Setiap orang selalu mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya. Dalam pandangan logoterapi kebahagiaan itu tidak datang begitu saja, tetapi merupakan akibat sampingan dari keberhasilan seseorang memenuhi keinginannya untuk hidup bermakna (the will to meaning). Mereka yang berhasil memenuhinya akan mengalami hidup yang bermakna (meaningful life) dan ganjaran (reward) dari hidup yang bermakna adalah kebahagiaan (happiness). Di lain pihak mereka yang tak berhasil memenuhi motivasi ini akan mengalami kekecewaan dan kehampaan hidup serta merasakan hidupnya tidak bermakna (meaningless). Selanjutnya akibat dari penghayatan hidup yang hampa dan tak bermakna yang berlarut-larut tidak teratasi dapat mengakibatkan gangguan neurosis (noogenik neurosis) mengembangkan karakter totaliter (totalitarianism) dan konformis (conformism).

Konseling Lokgotherapi
Konseling logoterapi merupakan konseling untuk membantu individu mengatasi masalah ketidakjelasan makna dan tujuan hidup, yang sering menimbulkan kehampaan dan hilangnya gairah hidup. Konseling logoterapi berorientasi pada masa depan (future oriented) dan berorientasi pada makna hidup (meaning oriented). Relasi yang dibangun antara konselor dengan konseli adalah encounter, yaitu hubungan antar pribadi yang ditandai oleh keakraban dan keterbukaan, serta sikap dan kesediaan untuk saling menghargai, memahami dan menerima sepenuhnya satu sama lain. (Luthfi Seli Fauzi, Luthfi@yahoo.com)

Komponen-Komponen Konseling Logoterapi
Komponen-komponen pribadi dalam konseling logoterapi adalah kemampuan, potensi, dan kualitas insane dari diri konseli yang dijajagi, diungkap, dan difungsikan pada proses konseling dalam rangka meningkatkan kesadaran terhadap makna dan tujuan hidupnya.
Dalam logoterapi usaha meningkatkan kesadaran atas kualitas dan kemampuan pribadi- seperti pemahaman diri, pengubahan sikap, pengarahan diri, tanggungjawab, komitmen, keimanan, cinta kasih, hati nurani, penemuan makna hidup-merupakan hal-hal penting yang menentukan keberhasilan konseling. Selain itu konseli disadarkan pula atas rasa tanggungjawab untuk mengubah sikap dan perilakunya menjadi lebih baik dan lebih sehat serta bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.

Tahapan Konseling Logoterapi
Ada empat tahap utama didalam proses konseling logterapi diantaranya adalah:
1. Tahap perkenalan dan pembinaan rapport. Pada tahap ini diawali dengan menciptakan suasana nyaman untuk konsultasi dengan pembina rapport yang makin lama makin membuka peluang untuk sebuah encounter. Inti sebuah encounter adalah penghargaan kepada sesama manusia, ketulusan hati, dan pelayanan. Percakapan dalam tahap ini tak jarang memberikan efek terapi bagi konseli.
2. Tahap pengungkapan dan penjajagan masalah. Pada tahap ini konselor mulai membuka dialog mengenai masalah yang dihadapi konseli. Berbeda dengan konseling lain yang cenderung membeiarkan konseli “sepuasnya” mengungkapkan masalahnya, dalam logoterapi konseli sejak awal diarahkan untuk menghadapi masalah itu sebagai kenyataan.
3. Pada tahap pembahasan bersama, konselor dan konseli bersama-sama membahas dan menyamakan persepsi atas masalah yang dihadapi. Tujuannya untuk menemukan arti hidup sekalipun dalam penderitaan.
4. Tahap evaluasi dan penyimpulan mencoba memberi interpretasi atas informasi yang diperoleh sebagai bahan untuk tahap selanjutnya, yaitu perubahan sikap dan perilaku konseli. Pada tahap-tahap ini tercakup modifikasi sikap, orientasi terhadap makna hidup, penemuan dan pemenuhan makna, dan pengurangan symptom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: