Asesmen Prilaku Sosial Emosi Anak Berkebutuhan Khusus

ASSESMEN PRILAKU SOSIAL EMOSI

(SOSIO EMOSIONAL)

 

  1. Landasan Teori

A. Latar Belakang

Marit Holm menyatakan, bahwa dalam melaksanakan asessmen melalui dua cara terpadu yaitu : 1) Diagnosis etiologik yang termasuk seluruh aspek penyebab  dari asessmen, dan 2) Diagnosis notulis notulis

 

, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Kemampuan dan keterampilan tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu yang bersifat menerima (reseptif) meliputi keterampilan menyimak dan membaca. Keterampilan bersifat ungkapan (ekspresif) yang meliputi keterampilan menulis dan berbicara.

Keterampilan membaca  merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sifatnya reseptif, menerima, merupakan aktifitas merubah  bentuk tulisan menjadi wujud makna atau lambang.

Membaca dapat dibedakan menjadi empat bentuk kemampuan:

  1. Kemampuan pemahaman  membaca “huruf
  2. Kemampuan pemahaman membaca “kata
  3. Kemampuan pengenalan dan penempatan  “tanda baca
  4. Kemampuan  Intonasi dalam membaca “kalimat
  5. Kemampuan  membaca “pemahaman”

Peranan membaca akan terasa sangat penting ketika berhubungan dengan buku dan sumber-sumber bacaan. Kemampuan membaca merupakan kegiatan yang kompleks karena melibatkan berbagai faktor antara lain: Linguisrik, kemampuan menatap, metoda membaca, kesiapan membaca, intelektual, minat, bakat serta motivasi. Dalam dunia pendidikan, kemampuan membaca termasuk salah satu kemampuan dari berbagai jenis kemampuan yang perlu dimiliki oleh siswa.

 

A.    Tujuan Membaca

Anderson, (1972 :214), dalam Tarigan, 1990 : 9-10) Mengemukakan tujuan membaca sebagai berikut :

  1. Membaca untuk memperoleh rincian atau fakta-fakta  (reading of details or fact)
  2. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas)
  3. Membaca untuk mengatahui urutan atau susunan, organisasi cerita (reading for sequence or organization)
  4. Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferansi (reading for inference)
  5. Membaca untuk mengalompokkan, mengklasifikasikan (reading for classify)
  6. Membaca untuk menilai, mengevaluasi (reading for evaluate)
  7. Membaca untuk membandingkan atau mempertimbangkan (reading to compare or contrast)

Selain beberapa tujuan di atas, para akhli menyimpulkan tentang kemampuan  membaca bahwa; 1) gerakan bola mata waktu membaca berubah kecepatannya sejalan dengan perubahan tujuan membacanya. 2) kemampuan seseorang dalam memahami bacaan secara nyata dipengaruhi oleh tujuan membacanya. Tujuan yang jelas akan meningkatkan pemahaman isi, sedang tujuan yang kurang jelas akan menghambat pemahaman. 3) tujuan membaca yang memuaskan secara jelas akan mempengaruhi pemerilehan pemahaman bacaan, 4) seseorang yang mempunyai daya baca tinggi mampu memanfaatkan teknik membaca yang bervariasi sejalan dengan tujuan membaca yang akan dicapai Dawing dkk (1982)

Dengan demikian tujuan membaca adalah untuk memperoleh informasi yang mencakup isi, pemahaman bacaan yang berhubungan dengan maksud dan tujuan membaca tersebut.

 

B.     Aspek dalam Membaca

Pembaca berusaha untuk mengarahkan segala kemampuan kognitifnyan untuk memahami isi bacaan. Secara garis besar ada dua aspek penting dalam membaca:

  1. Keterampilan yang bersifat mekanis (mechabical skill) yang dianggap pada urutan yang masih rendah (lower order). Aspek ini mencakup
  1. penganalan betuk huruf
  2. penganalan unsur-unsur linguistik (fonem/grafem, frase, pola klausa, kalimat dll
  3. pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan bahan tertulis “to bark at print”
  4. kecapatan membaca
  5. memahami pengertian sederhana (leksial, gramatikal, retorikal)
  6. memahami signifikasi atau makna (antara lain maksud dan tujuan mengarang relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembaca)
  7. evaluasi atau penilaian (isi, bentunk)
  8. kecapatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan,  Broughton (1978)
  1. Ketarampilan yang bersifat pemahaman (comprehension skill) yang dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi (higer order). Aspek ini mencakup “

Nurhadi (1987) memberikan penjelasan tentang aspek-aspek membaca sebagai berikut :

1)      Ketarampilan mengenali kata

2)      Keterampilan menganal tanda baca

3)      Ketarampilan memahami makna tersurat

4)      Ketarampilam membaca kritis

5)      Kemampuan membaca kreatif

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa secara garis besar aspek-aspek membaca meliputi dua jenis keterampilan yaitu, keterampilan yang bersifat mekanis pada urutan yang lebi rendah dan keterampilan bersifat pemahaman pada urutan yang lebih tinggi.

C.    Assesmen Membaca

Marit Holm (2004 : 10), tentang tujuan Assesmen  adalah sebagai berikut :

  1. Menentukan apakah siswa memiliki kecacatan (yang dimaksud kecacatan disini adalah adanya gangguan dalam kemampuan membaca)
  2. Menganalisa pekerjaan siswa (termasuk hasil pekerjaan sisiwa, cara menmgarjakan, keterampilan, pemahaman, inisiatif merepleksikan kemampuannya)
  3. Menganalisa bagaimana cara sisiwa bekerja (prosedur cara mengerjakan soal, cara memecahkan soal)
  4. Menganalisa penyebabnya ( mengapa gengguan kemampuan terjadi, apa alasannya, apakah karena kemampuan abstraksi, memori, atau penyebab lainnya)
  5. Memformulasikan hipotesis ( memberikan kesimpulan bagaimana siswa bekerja, masalah-masalah yang dialami siswa, termasuk cara kerja siswa)
  6. Mengembangkan rencana (menyusun rencana adalah satu-satunya membuat asessmen sebagai rencana mengajar)

Selanjutnya Marit menyatakan, bahwa dalam melaksanakan asessmen melalui dua cara terpadu yaitu : 1) Diagnosis etiologik yang termasuk seluruh aspek penyebab dari asessmen, dan 2) Diagnosisi Fungsional, yaitu suatu pandangan psikologis pada level mana kemampuan siswa. Untuk memperoleh data tersebut dapat diperoleh antara lain malalui: Tes yang dibuat guru, tes dalam buku, tes yang distandarisasi, Observasi sistematik. Tes yang dibuat guru adalah yang terbaik untuk anak, karena guru mengetahui berbagai kemampuan yang telah dimiliki anak.

Berdasarkan hal tersebut, maka yang dimaksud dengan assesmen adalah suatu proses dalam upaya untuk mendapatkan informasi tentang hambatan-hambatan belajar, dan kemampuan yang sudah dimiliki serta kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dalam proses pendidikan.

Terminologi Assesmen :

Static Assesment Procedure (SAP), konvensional/tradisional:

Aspek-aspek  yang telah ada pada  diri anak, atau sesuatu yang telah diperoleh, yaitu saat ini ke belakang.

  1. Assesment Curicullum Based : Aspek-aspek ketercapaian kurikulum (akademik); membaca, menulis, berhitung
  2. Development base Assesment : Identifikasi terhadap perkembangan, artinya perkembangan apa yang akan  dikembangkan  sesuai dengan tahapan kognitif individu anak.

Dynamic Assesment Procedure (DAP). Untuk melihat Potensi perkembangan apa yang dapat dicapai (saat ini) ke depan. Didasarkan atas asumsi: Dikembangkan pada pemikiran Vigotskyan Development yaitu Zon of proximal. Kemampuan menuju ke titik orang dewasa.

Assesmen mengikuti suatu proses pada dasaenya perkembangan diperoleh dari proses belajar (perkembangan kognitif). Perkembangan sebagai dasar kemampuan untuk belajar.

D.    Standar Kemampua  Membaca

1. Kemampuan Membaca

Tampubolon (1999) mengmukakan: Kemampuan membaca ialah kecepatan membaca dan memahami isi secara keseluruhan, sedangkan Ahmad Slamet (1998) menyebutkan dengan kecepatan  membaca  efektif ialah kecepatan yang dicapai oleh pembaca berdasarkan rumus banyaknya jumlah kata dibagi panjangnya waktu yang diperlukan, diperbanyak dengan prosentase skor yang diperoleh.

Kemampuan membaca pada dasarnya mencakup kemampuan menenali dan memahami unsur-unsur bahasa, isi, nada, disertai kecepatan membaca yang fleksibel.

2. Standar Kemampuan (Skor Penilaian)

Membaca dapat dibedakan menjadi empat bentuk kemampuan yaitu membaca huruf, membaca kata, penempatan tanda baca,  dan membaca kalimat. Agar dapat mengatahui apa yang sudah dikuasai anak, dan apa yang belum diketahui anak, sehingga kita dapat memberikan bantuan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masin anak khusunya dalam bidang membaca  :

  1. Kemampuan pemahaman  membaca “huruf”

Yang dimaksud dengan kemampuan membaca huruf adalah klien (pembaca) sudah  memahami dan terampil dalam menujukkan  huruf-huruf yang diminta. Dalam hal ini tester meminta kepada pembaca untuk melingkari  huruf yang diminta tersebut : “Lingkarilah huruf yang sama dengan huruf yang ada di dalam kotak”

Soal              Pilihan                                              Skor

 

a

o, n, e, a, u

 

 

 

 

Skor : Apabila klien benar   mendapat  nilai  : 1

Apabila salah melingkari  nila            :  0

Jumlah Item (huruf) : 15 buah

Kemampuan : N/15 x 100  : …….. %

Intervensi  :

  1. Analisis huruf-huruf apa saja yang tidak bisa (?)
  2. Susun  program intervensi (memanfaatkan multi sensoris)
  3. Laksanakan intervensi ( melalui pendekatan konstruktif )
  4. Monitor   dan evaluasi (kolaborasi siswa-guru)
  5. Tindak lanjut
  1. Kemampuan pemahaman membaca “kata”

Pemahaman membaca kata dianggap baik apabila klien dapat membaca kata-kata yang disajikan  pada bahan yang sudah disediakan. Materi dalam pemahaman ini adalah membaca kata-kata yang ditunjuk/diucapkan  guru. Terdiri dari. 1) Pemahaman kata, 2) kata dengan bunyi yang sama, 3) kata dengan bunyi akhiran sama, masing-masing    10 item yang terdiri dari 5 (lima) kata. Bagian akhir dari materi ini adalah  30  kata yang dianggap mewakili semua huruf. Contoh :

Instruksi : Lingkari kata yang diucapkan

No

1

2

3

4

5

Skor

    0 1 2
1 abang ayam anak asam awan …. ….
2 anyaman atap apel akar asin …. …. ….

Catatan :  Skor 0: Klien dinyatakan tidak mampu memahami macaan

Skor 1 : Klien mampu menbaca hanya  1 atau 2 item

Skor 2 : Klien mampu membaca  3,  4 atau 5 item

Masing-masing instrumen terdiri dari 50 item.

Kemampuan : N/50 x 100  : …….. %

Intervensi  :

  1. Analisis kata-kata  apa saja yang tidak bisa (?)
  2. Susun  program intervensi (memanfaatkan multi sensoris)
  3. Laksanakan intervensi ( dengan pendekatan konstruktif )
  4. Monitor   dan evaluasi (kolaborasi siswa-guru)
  5. Tindak lanjut

Untuk instrumen selanjutnya  terdiri dari 30 kata, dengan skor 0 – 1 Contoh :

Instruksi : Bacalah kata-kata di bawah ini :

 

No Item Kata

Skor

 

1

0

1 Akbar …. ……
2 Akhir ….. …..

 

Skor : Apabila klien melmbaca dengan  dengan benar   mendapat  nilai  : 1

Apabila salah membacanya mendapat  nila            :  0

Jumlah Item (kata ) :  30 buah

Kemampuan : N/ 30 x 100  : …….. %

Intervensi  :

  1. Analisis huruf-huruf apa saja yang tidak bisa ia baca (?)
  2. Susun  program intervensi (memanfaatkan multi sensoris)
  3. Laksanakan intervensi ( dengan pendekatan konstruktif )
  4. Monitor   dan evaluasi (kolaborasi siswa-guru)
  5. Tindak lanjut

 

  1. Kemampuan  pengenalan dan penggunaan   “tanda baca”

Pertama klien mengenal jenis, jenis tanda baca yang sering digunakan dalam materi bacaan. Apabila klien mengetahui tanda titik (.), koma (,), tanda tanya (?), dan tanda seru (!), maka klien sudah dianggap mengenal tanda baca.

Kedua klien dapat menggunakan tanda baca pada sebuah kalimat secara tepat.

Instruksi : Lingkari tanda baca , sesuai dengan yang diminta

Contoh :

No

Mengenal Tanda Baca

Bentuknya

Skor  0

Skor 1

1

Titik

.

,

!

?

   

2

Koma

.

,

!

?

   

3

Tanda tanya

.

,

!

?

   

 

Jumlah item tanda baca yang menjadi target adalah 10 (sepuluh) buah:

Skor :  Apabila klien benar melingkari  mendapat  nilai  : 1

Apabila klien salah melingkari  nila                     :  0

Jumlah Item (tanda baca ) : 10 buah

Kemampuan mengenal tanda baca : N/10 x 100  : …….. %

Intervensi  :

  1. Analisis tanda baca jenis  apa saja yang tidak bisa (?)
  2. Susun  program intervensi (memanfaatkan multi sensoris)
  3. Laksanakan intervensi ( melalui pendekatan konstruktif )
  4. Monitor   dan evaluasi (kolaborasi siswa-guru)
  5. Tindak lanjut

Tugas selanjutya adalah menggunakan tanda baca pada kalimat. Contoh:

Instruksi : Bubuhkan tanda baca pada kalimat-kalimat di bawah ini

 

Budi bermain di halaman rumah

 

Ani  budi dan Rita belajar bersama  sama

 

 

 

 

 

 

Jumlah item ada 10 buah kalimat yang harus dilengkapi dengan tanda baca:

Skor :  Apabila klien benar menggunakan tanda baca  diberi  nilai  : 1

Apabila klien salah menggunakan tanda baca  nilai               :  0

Jumlah Item (tanda baca ) : 10 buah

Kemampuan menggunakan tanda baca : N/10 x 100  : …….. %

Intervensi  :

a.   Analisis tanda baca jenis  apa saja yang tidak bisa (?)

  1. Susun  program intervensi (memanfaatkan multi sensoris)
  2. Laksanakan intervensi ( konstruktif )
  3. Monitor   dan evaluasi (kolaborasi siswa-siswa-guru)
  4. Tindak lanjut
  1. Kemampuan    Intonasi dalam membaca “kalimat

Intonasi  atau irama dalam membaca sangat diperlukan, apabila membaca tanpa diserta intonasi atau irama, selain akan merubah makna juga kurang enak didengar oleh yang mendengarkannya. Intonasi berkaitan dengan kemampuan pemenggalan kata dalam satu kalimat, umumnya dituntun oleh tanda baca yang menyertainya.

Klien dikatakan mampu membaca dengan intonasi yang baik apabila ia dengan spontan menggunakan intonasi atau irama dalam membaca sesuai dengan isi atau makna bacaan yang sedang dibacanya.  Contoh :

Instruksi : Bacalah kalimat-kalimat di bawah ini dengan baik dan benar.

 

 Hari Minggu  yang lalu, Ani datang ke rumah saya.

Cepat-cepat, nanti kamu terlambat !

 

 

 

 

 

Skor : Apabila klien benar menggunakan intonasi  diberi  nilai  : 1

Apabila klien salah menggunakan intonasi  nilai              :  0

Jumlah Item (intonasi dalam membaca ) : 10 buah kalimat

Kemampuan membaca dengan irama/intonasi:  N/10 x 100 :……..%

Intervensi  :

a.   Analisis pada kalimat mana saja yang tidak bisa /monoton(?)

  1. Susun  program intervensi (memanfaatkan multi sensoris)
  2. Laksanakan intervensi ( konstruktif )
  3. Monitor   dan evaluasi (kolaborasi siswa-siswa-guru)
  4. Tindak lanjut

 

 

 

  1. Kemampuan   “membaca pemahaman”

Nurhadi, (1987), bahwa pemahaman dianggap memadai pada kondisi normal berkisar antara 40 – 60 %, atau apabila dapat menjawab dengan benar separuh dari jumlah pertanyaan. Sementara Harjasujana (1988) mengatakan: Batas kelulusan untuk sustu evaluasi di Indonesia pada umumnya ditetapkan jika peserta tes mampu menjawab dengan benar dari separuh jumlah soal yang diteskan. (jika mengginakan penilaian acuan patokan/PAP)

Maka  berdasarkan hal tersebut di atas, untuk pemahaman menggunakan  skor standar sebagai berikut:

No

Persentase

Skor

1 0 %      –   49 %

1

Kurang
2 50 %    –   59 %

2

Cukup
3 60 %    –   79 %

3

Baik
4 80 %    –  100 %

4

Sangat baik

(Ati Ekawati: 2002:30)

Contoh:

 

Bencana  Alam

Pada musim hujan ……………………. dst

Bacalah wacana dibawah ini dengan seksama :

 

 

 

Jawablah pertanyaan di bawah ini !

 

1. Apa judul  wacana yang baru kamu baca ?

2. Mengapa terjadi banjir ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jumlah soal pemahaman bacaan ada 10 buah

 

Skor :

Apabila klien menjawab dibawah 4 soal nilai          :     1

Apabila klien menjawab benar 6 soal nilai               :     2

Apabila klien menjawab benar 8 soal nilai               :     3

Apabila klian menjawab benar semua nilai              :     4

Jumlah Item (intonasi dalam membaca ) : 10 buah kalimat

Kemampuan memahami bacaan :  N/10 x 100 :……..%

Intervensi  :

a.   Analisis pada pertanyaan yang tidak bisa dijawab(?)

  1. Susun  program intervensi (memanfaatkan multi sensoris)
  2. Laksanakan intervensi ( dengan pendekatan konstruktif )
  3. Monitor   dan evaluasi (kolaborasi siswa-guru)
  4. Tindak lanjut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ASSESMEN KEMAMPUAN MEMBACA

 

No Reg : …….

 

 

 

 

 

 

Nama Klien                             :

 

 

Tempat/Tgl Lahir                    :

 

 

 

Jenis Kelamin                          :

 

 

Kelas                                       :

 

 

Asal Sekolah/Alamat                          :

 

 

 

BAGIAN  1

PEMAHAMAN HURUF

 

 

 

 

 

Instruksi (Bagian 1) :  Lingkari huruf yang sama dengan huruf yang ada dalam kotak sebelah kiri

 

No

Huruf

Pilihan

Skor ( 1 – 0)

1

a

o n e a u    
2

o

e n o u a    
3

c

m u c d b    
4

b

p d m b q    
5

k

h f l t k    
6

i

l r j i t    
7

d

b d p q o    
8

j

i j k l t    
9

m

n m o e u    
10

g

p q d g h    
11

h

f k t h j    
12

p

b p d q o    
13

n

m n r s l    
14

u

v w u n m    
15

t

r i t l f    
Jumlah Skor   ——–

 

Instruksi  (Bagian 2): Lingkari huruf yang diucapkan

No

Urutan huruf pilihan

Skor Nilai

( 0 – 1 )

1

k

l

t

f

h

   

2

s

n

b

c

w

   

3

c

b

p

r

m

   

4

d

e

l

k

p

   

5

f

y

r

h

k

   

6

z

v

r

y

q

   

7

r

j

d

c

e

   

8

w

v

s

r

n

   

9

m

n

p

g

r

   

10

t

r

f

h

k

   

11

y

f

l

n

b

   

12

h

y

k

f

j

   

13

e

s

a

u

o

   

14

n

m

u

m

o

   

15

s

c

z

m

n

   

Jumlah skor

  …….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAGIAN 2

PEMAHAMAN KATA

 

 

 

 

Instrukasi  (Bagian 1) : Lingkari kata yang diucapkan

No

Item kata-kata

Skor

 0 – 1

1

abang acak ada ajaib akbar

2

almarhum ampas ancang Angkutan anyaman    

3

bacang bedak badmiton bagaimana bakul    

4

bercabang bangau bantuan berteman berteduh    

5

cabang catatan celaka cempaka cengeng    

6

centong cerdas cerewet cita-cita corat-coret    

7

dagang dandan dangkal dangdut dasar    

8

datar delima deklamasi durian domba    

9

fajar fakir Film filma fatimah    

10

gali garpu gedung gurame guruh    
Jumlah Skor    

 

 

Instruksi (Bagian 2) : Lingkari kata yang bunyinya hampir sama

 

No

Item kata-kata

Skor

 0 – 1

1

gambar gambir goreng gurita gagah

2

buku dila biku buta bati    

3

hilal hilang hutang halal hatong    

4

Janji jejal jati jejal jurang    

5

roda somay celaka sato soto    

6

keenakan kembang cerewet cita-cita kambing    

7

lawak latihan lamak longgar lobang    

8

melawan memba

suh

marmut membenci menawan    

9

muncrat murka Mencong

kel

mencret monumen    

10

pengacut pengacat Pembo

bol

penduduk pengarang    
Jumlah Skor    

 

 

 

Instruksi (Bagian 3): Lingkari kata yang bunyi akhirnya sama

 

No

Item kata-kata

Skor

 0 – 1

1

lokal pukul vokal kail dekil

2

membekam menebang menepis menuding menodong    

3

merampas mengupas menepis membahas melaras    

4

bilang gumilang pedang pemulung menuding    

5

panti gemulai pandai bertikai partai    

6

perintah sudah membantah sampah sedih    

7

sungai pelangi sunyi menyanyi lunglai    

8

tumbal tebal kerdil pupil sandal    

9

uban ubin turban paman samin    

10

pernis kempis kumis mempes kamis    
Jumlah Skor    

 

Instruksi (Bagian 4) : Bacalah kata-kata di bawah ini:

 

No

Item Kata

Skor

(0 – 1)

1

akbar

   

2

akhir

   

3

angklung

   

4

badminton

   

5

bangau

   

6

bangga

   

7

bertengkar

   

8

cempaka

   

9

cengkeh

   

10

deklamasi

   

11

derum

   

12

gandum

   

13

genggam

   

14

gawang

   

15

film

   

16

kebingungan

   

17

kesempitan

   

18

melanggar

   

19

melanjutkan

   

20

memanjang

   

21

menyampuli

   

22

pembacaan

   

23

penggendong

   

24

tergores

   

25

sekedarnya

   

26

tabungan

   

27

setrikaan

   

28

terowongan

   

29

tenggorokan

   

30

terbungkam

   
Jumlah Skor    

 

 

BAGIAN 3

PENGENALAN TANDA BACA

 

 

 

 

 

 

Insrtruksi (Bagian 1) : Lingkari tanda baca di bawah ini

 

No

Tanda Baca

Simbol Tanda Baca

Skor

( 0 – 1 )

1

titk

?

(  )

/

!

.

:

   

2

koma

!

.

:

,

(  )

?

   

3

tanda tanya

:

(  )

?

/

!

,

   

4

tanda seru

/

!

:

;

?

(  )

   

5

titik dua

:

?

(  )

!

/

;

   

6

titik koma

:

/

;

(  )

?

   

7

tanda kutip

(  )

/

!

?

;

“ “

   

8

garis miring

?

:

!

(  )

/

;

   

9

garis penghubuang

/

!

?

:

(  )

   

10

tanda kurung

:

(   )

;

!

?

/

   
Jumlah Skor    

 

Instruksi  (Baian 2 ): Berikan tanda bacanya pada kalimat di bawah ini

 

No

Item Kalimat

Skor

( 0 – 1 )

1 Budi bermain sepak bola    
2 Budi  Ani dan Ita belajar bersama    
3 Mengapa bapak tidak pergi ke kantor    
4 Rajin  rajinlah belajar    
5 Cepat  capat nanti terlambat    
6 Siapa yang tidak masuk kelas hari ini    
7 Hati  hati jalan menikung    
8 Ibu memberi minum adik    
9 Kakak membeli mangga  rambutan dan duku    
10 Hay  kemari  aku punya buku baru    
Jumlah Skor    

 

 

BAGIAN 4

MEMBACA  DENGAN INTONASI/IRAMA

 

 

 

 

 

 

Instruksi : Bacalah kalimat di bawah ini dengan benar

 

No

Item Kalimat

Skor

( 0 – 1 )

1

Hari Minggu yang lalu, hujan lebat sekali.    

2

Agar kita sehat, perlu makanan yang bergizi.    

3

Pukul berapa anak-anak mulai  belajar ?    

4

Awas ada anjing galak !    

5

Di mana kamu menyimpan tas sekolah ?    

6

Andi berkata; “Besok saya akan pulang!”    

7

Bu Tini membawa tas, buku, dan daftar hadir.    

8

Di halaman sekolah, anak-anak ada yang bermain kelereng, petak umpet dan kejar-kejaran.    

9

Siapa yang tadi pagi bangunnya puluk lima ?    

10

Katakan pada temanmu; “besok kita semua jalan-jalan ke kebun binatang ya ! “    
Jumlah Skor    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAGIAN 5

MEMBACA PEMAHAMAN

 

 

 

 

 

Instruksi : Bacalah bacaan di bawah ini dengan seksama !

 

SUMBER AIR

Di kota pada musim kemarau, sumur-sumur sering kekurangan air. Bahkan ada sumur yang kering. Mengapa demikian ?, persediaan air di dalam tanak dan air yang diambil tidak seimbang. Persediaan air tanah sedikit, padahal pengambilan banyak.

Mengapa persediaan air tanah sedikit ?. Sebab sebagian besar tanah di kota sudah tertutup bangunan. Bangunan itu misalnya rumah, toko, kantor, dan jalan aspal. Akibatnya, air hujan yang meresap ke dalam tanah sedikit. Sebagian besar air hujan mengalir ke sungai terus ke laut.

Keadaan kota yang padat itu bertambah buruk, sebab banyak pekarangan atau tanah sisa pekarangan  di semen. Karena di semen, air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah.

(Bacaan kelas 3 SD)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Instruksi : Jawablah pertanyaan di bawah ini

 

1. Apa judul bacaan yang baru saja kamu baca ?

2. Mengapa di kota pada musim kemarau  banyak sumur yang kering ?

3. Mengapa persediaan air tanah pada musim kemarau sedikit ?

4. Apa saja yang menghambat air hujan meresap ke dalam

tanah ?

5. Pada musim apa sumur-sumur di kota kekurangan air ?

6. Mengapa air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah ?

7.Sebutkan yang disebut bangunan dalam bacaan tersebut ?

8. Persediaan air tanah sedikit, padahal pengambilannya banyak. Siapa yang mengambil air tersebut ?

9. Supaya tidak kekurang air  dalam tanah apa yang harus kita  perbuat ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

110. Kalau banyak bangunan, kemudian hujan terus – menerus, sungai meluap, dan banyak  saluran tertutup, apa yang akan terjadi ?

 

 

 

 

 

 

Skor Penilaian :

 

Apabila klien menjawab  benar dibawah 4 soal nilai          :     1

Apabila klien menjawab benar 6 soal nilai                         :     2

Apabila klien menjawab benar 8 soal nilai                         :     3

Apabila klian menjawab benar semua nilai                        :     4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: