RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (BINA DIRI)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(BINA DIRI)

RENCANA PEIAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Bina Diri
Hari/Tanggal : Juni 2009
Tema : Ketertiban
Satuan Pendidikan : SDLB-C1
Kelas/Semester : 3/II
Alokasi Waktu : 2 x 30 menit

A. Standar Kompetensi
Kemampuan menolong, merawat dan mengurus diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
B. Kompetensi Dasar
Makan dengan menggunakan sendok
C. Indikator
1. Menyebutkan alat untuk makan
2. Memegang sendok dengan benar
3. Menyendok makanan dengan tepat
4. Menyuap makanan dengan sendok
5. Mempraktekan cara makan dengan sendok
D. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat mengetahui dan mempraktekkan cara makan yang baik dalam kehidupan sehari-hari

E. Materi
1. Alat
Nama alat yang digunakan untuk makan : Piring dan Sendok
Menyebutkan jenis makanan untuk makan
1. Mempraktekkan cara makan yang baik
2. Jenis makanan yang digunakan untuk makan
3. Cara makan yang baik yaitu :
a. Mencuci tangan sebelum makan
b. Berdo’a sebelum makan
c. Makan dengan menggunakan tangan kanan
e. Ketika makan tidak bicara
f. Alat makan tidak berbunyi
g. Makanan yang dimakan harus habis, tidak ada sisa
MI GORENG
F. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi / simulasi
4. Penugasan
G. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 5 menit)
a. Siswa menjawab salam yang diucapkan guru
b. Siswa dipersilakan duduk dengan rapi dan tertib untuk menerima pembelajaran.
c. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru sebagai apersepsi : ” coba sebutkan apa saja yang termasuk ke dalam alat makan”
d. Siswa dia arahkan kedalam situasi belajar seperti:
“nah sekarang duduk yang rapi, kita sekarang belajar makan yang baik”
e. Menyanyikan lagu “Sebelum makan”
2. Kegiatan Inti (45 menit)
a. Siswa dengan pengawasan guru menyebutkan nama-nama peralatan makan.
b. Siswa memperhatikan guru yang sedang menjelaskan tentang jenis makanan untuk dimakan.
c. Siswa dengan arahan guru menyebutkan kegunaan dari masing-masing peralatan makan.
d. Siswa dengan bimbingan guru satu persatu dapat menyebutkan kembali alat yang digunakan untuk makan.
e. Siswa dengan bimbingan guru dapat menunjukan nama-nama peralatan makan.
f. Siswa dengan bantuan guru belajar memegang sendok dengan benar.
g. Siswa melakukan sendiri latihan memegang sendok dengan benar.
h. Siswa dengan bimbingan guru melakukan kegiatan menyendok makanan dengan baik.
i. Siswa dengan bantuan guru menyuap makanan dengan sendok.
j. Siswa dengan pengawasan guru mempraktekan makan dengan sendok.
k. Siswa memperagakan makan dan menyendok makanan dengan sendok.
l. Siswa melakukan makan dengan tertib
3. Kegiatan akhir (10 menit)
a. Siswa menjawab pertanyaan guru sebagai evaluasi
b. Siswa memperhatikan guru yang sedang menyimpulkan pelajaran
c. Siswa memperhatikan guru yang sedang memberikan tindak lanjut
d. Siswa menjawab salam guru sebagai penutup pelajaran
baik
H. Alat dan Sumber Pelajaran
1. Alat Pelajaran : Karton, Lem
2. Alat Peraga
3. Sumber Pelajaran
: Gambar, Piring, Sendok dan Mie goreng : Kemampuan merawat diri untuk SDLB-C1 Kurikulum Program Khusus Kemampuan merawat diri
Evaluasi
1. Produser
2. Jenis test
3. Bentuk test
4. Alat
Post – test Lisan Perbuatan Soal-soal
a. Sebutkan alat yang digunakan untuk makan?
b. Sebutkan jenis makanan yang digunakan untuk makan?
c. Praktekkan cara makan yang baik! Kunci Jawaban :
1) Alat yang digunakan untuk makan
a. Piring
b. Sendok
2) Jenis makanan yang digunakan untuk makan
Mie Goreng
3) Cara makan yang baik yaitu :
a. Mencuci tangan sebelum makan
b. Berdo’a sebelum makan
c. Makan dengan menggunakan tangan kanan
d. Menyuapkan makanan ke dalam mulut secara pelan-pelan
e. Ketika makan tidak berbicara
f. Alat makan tidak berbunyi
g. Makanan yang dimakan harus habis, tidak ada sisa

Mengetahui Kepala Sekolah, Bandung, Juni 2010
SPLB-C YPLB, Guru Kelas 3 SDLB-C1,

Dra. Juhanaini, M.Ed Heni Ruhaeni, S.Pd

No Aspek yang dinilai 5koL__
t
1. Cara makan yang baik
a. Mencuci tangan sebelum makan -4
b. Berdo’a sebelum makan \ 1- -4
c. Makan dengan menggunakan tangan kanan 1 – 4
d. Masukan makanan ke dalam mulut secara pelan-pelan 1- 4
e. Ketika makan tidak berbicara 1- 4
f. Alat makan tidak berbunyi H 4
g. Makanan yang dimakan harus habis, tidak ada sisa 1- 4 i
Skor maksimum 1 2. { ‘
Pedoman Penskoran
Nilai ■ Skor yang diperoleh X 100 Skor Maksimum
Kriteria Penilaian
4 = Siswa dapat menyebutkan semua jawaban dengan benar 3 = Siswa dapat menyebutkan sebagian jawaban dengan benar 2 = Siswa dapat menyebutkan salah satu jawaban 1 = Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan bantuan


Format Penilaian
No Aspek yang dinilai Nama siswa

Ajeng Asep Ayu loia Pipin Reynaldy
1 Cara makan yang baik
a. Mencuci tangan sebelum
makan
b. Berdo’a sebelum makan
c. Makan dengan menggunakan tangan kanan
d. Menyuapkan makanan ke dalam mulut secara pelan-pelan
e. Ketika makan tidak berbicara
f. Alat makan tidak berbunyi
g. Makanan yang dimakan harus habis, tidak ada sisa
Jumlah Skor
Nilai rata-rata

DESAIN SLB EFEKTIF DITINJAU DARI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN ANAK TUNAGRAHITA

MAKALAH

Disusun Sebagai Syarat Mengikuti Pemilihan Guru SLB Berdedikasi Di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Disusun Oleh :
HENI RUHAENI, S.Pd
NIP.19681016 200501 2 003

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT BIDANG PENDIDIKAN LUAR BIASA SPLB – C YPLB CIPAGANTI BANDUNG
2010

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan ridhonya. Sehingga penyusunan makalah yang berjudul ” Desain SLB Efektif ditinjau dari pengelolaan pembelajaran anak tunagrahita.
Makalah ini mengandung tiga hal pokok, yaitu Bab I tentang latar belakang yang mendasari makalah, rumusan masalah, dan tujuan penulisan. Bab II membahas tentang Desain Pembelajaran SLB Efektif ditinjau dari pengelolaan pembelajaran anak tunagrahita.
Disadari sepenuhnya, bahwa makalah ini masih mengandung berbagai kelemahan. Oleh karena itu penilaian disertai saran konstruktif dan inovatif dari para penguji dan pihak-pihak yang berkompeten dalam bidang ini sangat penulis harapkan demi perbaikan makalah ini.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih atas perhatian dan bimbingannya. Wassalammualaikum wr- wb.
Bandung, Juni 2009
Heni Ruhaeni, S.Pd NIP. 19681016 200501 2 003
i

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………………………………………………………1
B. Perumusan Masalah………………………………………………………2
C. Tujuan Penulisan…………………………………………………………2
BAB II DESAIN SLB EFEKTIF DITINJAU DARI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN ANAK TUNAGRAHITA
A. Menciptakan lingkungan belajar…………………………………………3
B. Memilih dan menentukan pendekatan, metode dan teknik pembelajaran………………………………………………………………4
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan………………………………………………………………7
B. Rekomendasi……………………………………………………………8
DAFTAR PUSTAKA
i i

BABI PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Individu adalah suatu kesatuan yang tak terbagi, misalnya individu siswa yang memiliki karakteristik sendiri-sendiri sehingga individu yang satu dan individu lainnya berbeda, baik secara horizontal (mental, emosional, sosial dan personal) maupun secara vertikal (berbeda dalam segi jasmaniah). Setiap individu berbeda dalam situasi tumbuh dan berkembang, merupakan suatu kesatuan dan potensial yang jika disediakan lingkungan yang serasi pertumbuhan dan perkembangan itu berlangsung lebih terarah dan lebih cepat.
Keberadaan individu diwarnai oleh latar belakang sistem nilai, sosiokultural, keluarga dan masyarakat sekitarnya, karena keberadaan individual itu pula maka perlu dipertimbangkan prosedur pembelajaran yang tepat dalam bentuk kemudahan dan bimbingan sesuai dengan individu-individu yang bersangkutan. Pelayanan terhadap individu-individu yang berbeda itu merupakan salah satu tugas strategi atau pendekatan pengajaran. Lingkungan belajar dalam kelas meliputi unsur-unsur guru, fasilitas belajar, peralatan dan perlengkapan, serta kelompok atau individu-individu siswa lainnya. Lingkungan belajar harus diciptakan agar siswa dapat belajar secara efektif.
Kedudukan dan peranan guru menempati bahkan merupakan faktor yang penting karena:
1. Merancang proses belajar mengajar dengan memberikan pertimbangan khusus terhadap unsur-unsur tersebut. Rancangan ini disusun dalam perencanaan pengajaran.
1

2. Mengelola (mengorganisasi, mengordinasi dan melaksanakan ) proses belajar mengajar kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi belajar mengajar dan mengelola kelas, khususnya membina disiplin kelas secara efektif.
3. Menilai proses belajar mengajar yang mencakup penilaian terhadap hasil belajar siswa, menilai kemampuannya sendiri, serta menilai keberhasilan program pengajaran secara menyeluruh.
Tugas guru didalam kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Kondisi belajar yang optimal dapat dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengaturan berkaitan penyampaian pesan pembelajaran atau dapat pula berkaitan dengan penyediaan kondisi belajar (pengelolaan kelas). Bila pengaturan kondisi dapat dikerjakan secara optimal, maka proses belajar berlangsung secara optimal pula.
B. Perumusan Masalah
Permasalahan yang dapat dirumuskan dalam makalah ini adalah: Bagaimanakah Desain SLB Efektif ditinjau dari pengelolaan pembelajarannya?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan Desain SLB Efektif ditinjau dari pengelolaan pembelajarannya.
2

BAB II
DESAIN SLB EFEKTIF DITINJAU DARI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN ANAK TUNAGRAHITA
Belajar adalah proses aktif siswa untuk mempelajari dan memahami konsep yang dikembangkan dalam kegiatan belajar mengajar. Proses belajar mengajar merupakan proses interaksi komunikasi aktif antara siswa dengan guru dalam kegiatan pendidikan. Pembelajaran merupakan kegiatan belajar mengajar ditinjau dari sudut kegiatan siswa berupa pengalaman belajar siswa yaitu kegiatan siswa yang direncanakan guru untuk dialami siswa selama kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian pembelajaran dapat didefinisikan sebagai pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya peristiwa belajar pada siswa. Salah satu tugas guru didalam kelas adalah mengelola pembelajaran yang bertujuan untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal khususnya membina disiplin kelas secara efektif.
Yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pembelajaran agar terjadi proses pembelajaran yang baik adalah : 1. Menciptakan lingkungan belajar
Lingkungan belajar meliputi lingkungan fisik dan atmosfer.
a. Lingkungan fisik berupa pengaturan model tempat duduk (bentuk tengah lingkaran untuk pembelajaran yang sifatnya pengembangan sosialisasi). Penggunaan dan pemeliharaan fasilitas belajar (ukuran lemari dan perabot lainnya harus dapat dijangkau oleh peserta didik dan dipelihara). Warna yang digunakan tidak menyolok sehingga tidak mengganggu konsentrasi peserta didik.
3

b. Lingkungan Atmosfer seperti suasana belajar, sikap guru dalam melaksanakan pembelajaran seperti: menerapkan aturan, suasana guru sehingga timbul suasana pembelajaran yang menyenangkan. 2. Memilih dan menentukan pendekatan, metode dan teknik pembelajaran a. Pendekatan
L Pendekatan pembelajaran yang diindividualisasikan.
Maksudnya peserta didik belajar bersama-sama dalam satu kelas dengan bidang studi atau tema yang sama dalam waktu yang sama tetapi kedalaman dan keluasan materi pembelajarannya disesuaikan dengan kebutuhan atau kemampuan tiap peserta didik.
2. Pendekatan skala perkembangan mental
Maksudnya pembelajaran pada anak tunagrahita berdasarkan perkembangan usia mental atau usia kecerdasan, mengingat anak tunagrahita mengalami hambatan kecerdasan.
3. Pendekatan multidimensi
Maksud dari pendekatan ini adalah suatu pendekatan yang mengembangkan semua aspek dari individu (fisik, intelektual, sosial dan emosi). Pendekatan ini memandang individu secara utuh. Oleh karena itu dalam sekali mengajar harus dapat menyentuh pengembangan aspek-aspek dari individu tersebut, b. Metode
Pada hakekatnya semua metode mengajar dapat digunakan dalam proses pembelajaran anak tunagrahita, hanya saja bahwa penentuan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan anak tunagrahita. Anak tunagrahita mengalami keterbatasan dalam berfikir abstrak sehingga mereka membutuhkan metode pembelajaran yang banyak
4

menggunakan contoh, praktek dan berkorelasi dengan kehidupannya sehari-hari. Oleh sebab itu perlu menggunakan beberapa metode dengan menggunakan modifikasi atau penyesuaian-penyesuaian terhadap ketunagrahitaan.
c. Teknik
Beberapa teknik pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran anak tunagrahita, diantaranya :
1. Modifikasi tingkah laku
Melalui teknik ini diharapkan dapat mengurangi atau menghilangkan tingkah laku yang tidak baik dan mengarah pada kepemilikan tingkah laku yang diinginkan atau yang lazim dilakukan anggota masyarakat umumnya. Modifikasi tingkah laku ini dapat dilakukan dengan memberikan reinforcement yang berupa pujian, hadiah atau perbuatan.
2. Analisa tugas
Mengingat kecerdasan anak tunagrahita terbatas maka mereka tidak dapat melalukan tugas yang sifatnya besar dan banyak. Karena itu setiap materi pelajaran diuraikan atau dirinci menjadi bagian-bagian kecil.
d. Memilih sumber belajar
Penentuan sumber belajar dilakukan dengan memperhatikan ciri materi pelajaran, karakteristik anak, dan keadaan lingkungan. Penilaian sumber belajar yang memperhatikan ciri materi pelajaran sebaiknya dikaitkan dengan pokok materi apa yang diajarkan. Pemilihan sumber belajar yang berkaitan dengan karakteristik anak tunagrahita seperti tunagrahita hiperaktif, maka penyusunan sumber belajar sebaiknya terstruktur/ teratur sehingga tidak menimbulkan kebingungan atau kegelisahan.
5

Sumber belajar >ang berkaitan dengan lingkungan maksudnya mudah didapat dan sering digunakan oleh anak itu dalam kehidupannya sehari-hari. e. Pengaturan waktu
Pengaturan waktu belajar anak tunagrahita dapat ditinjau dari beberapa hal: 1. Pengaturan waktu yang berkaitan dengan karakteristik materi pembelajaran. Karakteristik materi pembelajaran dapat dibedakan atas fakta, konsep, kecekatan motorik, materi pelajaran yang membutuhkan konsentrasi hendaknya diberikan pada pagi hari dan dalam waktu yang relatif pendek tetapi sering diberikan , tetapi materi pelajaran yang berupa latihan motorik atau keterampilan dan apresiasi dapat diberikan pada siang hari. 2. Pengaturan waktu yang berkaitan dengan karakteristik anak.
Anak tunagrahita memiliki rentang perhatian yang relatif pendek, karena itu lama belajar setiap pertemuan tidak perlu membutuhkan waktu yang banyak tetapi sering melakukan pembelajaran tersebut.
6

BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Pengelolaan pembelajaran bertujuan untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal khususnya membina disiplin kelas secara efektif. Yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pembelajaran agar terjadi proses pembelajaran yang baik adalah:
1. Menciptakan lingkungan belajar yang meliputi lingkungan fisik berupa pengaturan model tempat duduk serta penggunaan dan pemeliharaan fasilitas belajar dan lingkungan atmosfer berupa suasana belajar, sikap guru dalam melaksanakan pembelajaran.
2. Memilih dan menentukan pendekatan pembelajaran
(1) pendekatan pembelajaran yang diindividualisasikan.
(2) pendekatan skala perkembangan mental
(3) pendekatan multidimensi
3. Metode pembelajaran menggunakan modifikasi atau penyesuaian-penyesuaian terhadap ketunagrahitaan.
4. Teknik pembelajaran yang digunakan anak tunagrahita, diantaranya:
(1) modifikasi tingkah laku ini dapat mengurangi atau menghilangkan tingkah laku yang tidak baik dan mengarah pada kepemilikan tingkah laku yang diinginkan atau yang lazim dilakukan anggota masyarakat umumnya.
(2) analisa tugas
Setiap materi pelajaran diuraikan atau dirinci menjadi bagian-bagian kecil
5. Memilih sumber belajar
7

Penentuan sumber belajar dilakukan dengan memperhatikan ciri materi pelajaran, karakteristik anak, dan keadaan lingkungan. 6. Pengaturan waktu dapat ditinjau dari karakteristik materi pembelajaran dan karakteristik anak.
B. Rekomendasi
Agar Desain SLB Efektif ditinjau dari pengelolaan pembelajaran anak tunagrahita dapat dilaksanakan dengan baik, maka:
1. Adanya motivasi dari dalam diri guru untuk lebih kreatif dalam mengelola dan mengimplementasikan pengelolaan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak tunagrahita.
2. Perlunya dibangun kerjasama dengan tenaga ahli pembelajaran anak tunagrahita dengan guru supaya dapat meningkatkan efektivitas proses pengelolaan pembelajaran anak tunagrahita.
3. Membudayakan pengelolaan pembelajaran anak tunagrahita yang efektif, agar kemampuan yang ada dalam diri anak dapat mencapai potensi yang maksimal.
8

DAFTAR PUSTAKA
DRS. J.J. Hasibuan, Dip. Ed & Drs. Moedjiono (2000) Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Departemen Pendidikan Nasional (2007) Model Pembelajaran Pendidikan Khusus.
Undang-undang Nomor 20 tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
f
Pendidikan.
DR. Oemar Hamalik (2001) Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Bandung: PT Sinar Baru Algensindo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: