Bahan Ajar Anatomi Fisiologi ABK

PERTEMUAN I
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ANATOMI FISIOLOGI
& GENETIKA, NEOROLOGI DAN VETEBRAE

A. Tujuan Instruksional.
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan makna dan pengertian Anatomi dan Fisiologi
2. Memahami ruang lingkup anatomi fisiologi dan genetika serta kaitannya dalam PLB.
3. Menyebutkan pengertian dan ruang lingkup anatomi otak dan Vetebrae
B. Materi Perkuliahan
1. Pengertian dan ruang lingkup anatomi fisiologi dan genetika serta kaitannya dalam PLB
Anatomi berasal dari kata latin yaitu; Ana = bagian, memisahkan. Tomie = tomneine = iris atau potong. Fisis= alam atau cara kerja dan logos/logi yang berarti ilmu pengetahuan.
Pemaknaan berdasarkan kamus Anatomi berarti bentuk atau susunan atau struktur dari sesuatu meliputi manusia, hewan dan tumbuhan sesuai fungsinya. Fisiologi berasal dari dua kata ficios yang berarti hidup dan logos berarti ilmu. Jadi dapat disimpulkan kata anatomi fisiologi sebagai suatu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang susunan atau potongan tubuh dan bagaimana alat tubuh itu berkerja. Anatomi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk dari mahkluk hidup berdasarkan bentuk, susunan, dan struktur tubuhserta hubungan alat tubuh yang satu dengan yang lain sesuai dengan fungsinya.
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal atau pekerjaan dari tiap-tiap jaringan tubuh atau bagian dari alat-alat tubuh dan sebagainya.
Pemaknaan kata anatomi fisiologi digunakan sesuai dengan kata yang mengiringi di belakangnyasangat menentukan objek yang dipelajari. Apakah kata tersebut digunakan untuk manusia , hawan ataupun tumbuh-tumbuhan. Seperti jika digabungkan dengan kata anatomi fisiologi manusia yang berarti membicarakan tentang susunan, bentuk tubuh manusia sesabagaimana fungsi yang sebenarnya. Anatomi merupakan ilmu yang mempelajari bentuk alat-alat dalam, dan juga mempelajari bentuk alat-alat dalam, dan alat-alat yang berada di sebelah luar seperti daun telinga, hidung dan sebagainya.
Dalam mempelajari anatomi kita akan membahas tentang organ tubuh manusia sesuai fungsi tersebut seperti fungsi jantung, otot, otak dalam menenrima dan mengingat rangsang. Untuk mengentahui bagaimana organ berfungsi kita harus memahami aktivitas atau kegiatan yang terjadi dalam organ tadi. Di dalam aktivitasnya menyangkut adanya perobahan kimia dan fisika. Maka dari itu untuk dapat mempelejari ilmu fisiologi dibutuhkan kemampuan akan pengetahuan ilmu kimia dan fisika.
Awal dari perkembangan ilmu fisiologi yang dimulai oleh para ahli melalui menduga yang diikuti dengan penyelidikan langsung dalam tubuh. Sehingga ia berkembang menjadi ilmu urai atau disebut dengan anatomi. Hasil dari penguraian yang dilakukan akan muncul berbagai macam bentuk menimbulkan ilmu morfologi (ilmu bentuk).
Genetika merupakan suatu ilmu yang mempelajari pewarisan sifat-sifat asli dari induk kepada keturunannya. Pewarisan sifat-sifat tersebut meliputi cirri-ciri genetik yang sesuai dengan yang dimiliki oleh induk terhadap keturunan.
2. Pengertian dan ruang lingkup Neurologi serta kaitannya dalam PLB
Neurologi berasal dari kata neuro yang berarti syaraf dan logos yang berarti ilmu. Dengan demikian neurology berarti suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang syaraf-syaraf dan system persyarafan. Menurut Evelyn C Pearce mendefinisikan kata Neurologi sebagai suatu ilmu pengetahuan tentang saraf dan struktur saraf. Cakupan pengertian bahwa anatomi atau susunan saraf dan hubungan saraf dengan bagian-bagian lainnya, sedangkan fisiologi mengenai fungsi atau kerja saraf dalam keaadaa normal.
Neurologi berkaitan erat dengan pengetahuan tentang semua mahkluk hidup meliputi; ilmu biologi, ilmu sitologi, ilmu kimia yang berkaitan dengan mempelajari perubahan kimiawi dalam jasad hidup.
Tubuh memiliki banyak jaringan dan organ sesuai dengan fungsinya masing-masing alam aktifitas kehidupan. Sel merupakan ujud terkecil dari unsure tubuh yang dimiliki oleh semua bagian. Sel disesuaikan dengan fungsi yang harus dilaksanakan atau dengan jaringan dimana sel itu berada. Pada umumnya semakin khusus tugas suatu sel, maka semakin kecil daya tahannya terhadap kerusakan dan juga paling sukar untuk diperbaiki atau diganti.
3. Pengertian Anatomi Otak & Vetebrae serta kaitannya dalam PLB.
Otak merupakan struktur jaringan tertinggi yang mengatur fungsi kesadaran dalam kehidupan. Otak memiliki tempat terbesar pada bagian kepala manusia yang tersusun atas belahan kiri dan kanan serta bagian-bagian yang mempunyai tugas masing-masing. Vetebrae merupakan susunan jaringan struktur tulang belakang yang disebut sebagai tulang punggung. Didalamnya terdapat sumsum tulang belakang yang berisi cairan disebut medulla spinalis.
C. Soal Latihan
1. Sebutkanlah makna dan pengertian Anatomi dan Fisiologi
2. Jelaskanlah ruang lingkup anatomi fisiologi dan genetika serta kaitannya dalam PLB.
3. Sebutkanlah pengertian dan ruang lingkup anatomi otak dan Vetebrae

PERTEMUAN II
FAAL PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Memahami anatomi, dan proses penglihatan.
2. Menyebutkan jenis kelainan penglihatan.
3. Memahami anatomi, dan proses pendengaran.
4. Melakasanakan pengetesan fungsi penglihatan dan pendengaran secara sederhana.
B. Materi
1. Anatomi Penglihatan (Mata)
Bola mata terletak dalam tulang orbita serta dilindungi oleh sejumlah struktur seperti kelopak mata, alis, kunjungtiva dan alat-alat lakrimal. Bola mata berbentuk lonjong, memiliki garis tengah 2,5 cm. Bola mata memiliki dua lengkung lingkaran. Bola mata memiliki sumbu anatomis yang membagi mata menjadi dua bagian sehingga bila ada cahaya yang masuk ke bola mata maka cahaya akan mengikuti sumbu anatomis.
Bagian depan mata bening terdiri dari tiga lapisan; a) lapisan luar (fibrus) merupakan lapisan penyangga mata, b) lapisan tengah (vaskuler), c) lapisan dalam terdiri dari lapisan saraf.
Otot penggerak bola mata terdiri dari empat bagian berbentuk lurus ; a) otot rectus superior, b) otot inferior, c) otot medial, d) otot lateral. Jika terjadi gangguan pada otot penggerak bola mata akan menyebakan kelaian yang disebut; 1) Strabismus atau mata juling yang disebabkan oleh satu atau dua otot mata yang ditandai oleh kurangnya koordinasi otot mata bagian luar atau focus kedua mata tidak bersamaan, 2) Heterophoria berupa kurangnya kerja satu atau lebih otot mata ditandai oleh mata yang membias dari kekdudukan mata normal untuk pandang binokular yang menciptakan kesulitan dalam penyantunan keda gambar dari kedua mata, 3) Nystagmus berupa gerakan cepat maju dan mundur pada bola mata yang menyebabkan tidak efisiennya pandangan mata.
Dinding bola mata terdiri atas tiga bagian; a) lapisan luar (tonica fibrosa) yang terdiri dari lapisan bagian belakang (seklera) merupakan zat tidak tembus cahaya, dan lapisan bagian depan (kornea) yang tembus cahaya, b) lapisan tengah (tonica vasculosa), c) lapisan dalam (tonica Nervosa)
Cairan bola mata ada dua bagian; a) bagian depan lensa (humor aquaeus) yang aktif terus menerus dan selalu konstan, b) cairan dibelakang lensa (corpus vitreum) yang bersifat konsisten seperti agar-agar dan tembus cahaya.
Reseptor penglihatan pada mata terdapat pada retina bagian dalam belakang bola mata yang terdiri dari dua bagian; a) Sel Coni yang berbentuk kerucut dan berfungsi untuk ketajaman penglihatan (visus), b) Sel Bacilli yang merupakan sel batang dan berfungsi untuk melihat senja atau gelap (scotopic vision). Sel ini tidak terdapat pada retina bagian tepi pada bintik kuning.
Saraf penglihatan / Nervus Opticus (Nervus II) terdapat pada mata kanan dan kiri setelah keluar dari bola mata akan saling bersilangan pada suatu tempat yang disebut chiasma Opticum yang bersifat parsial crossing, hanya pada bagian tengah yang selalu menyilang dan bagian tepinya tidak. Dari Ciasma optikus serabut saraf akan berlanjut sebagai traktus optikus yang berfungsi sebagai penentu kerusakan mata.
Kerusakan pada bola mata terdiri dari tiga bagian; 1) Penuh (ambiofi) dimana salah satu mata mengalami buta atau rusak, 2) Setengah (Heminopsia homonyms) menunjukkan kerusakan pada traktus optikus quadtric, 3) Seperempat (quadtric hemynopsia) kerusakan pada raditio optical gratiolet pada sisi yang sama.
Gangguan penglihatan terdiri dari tiga jenis; 1) Hyperopia berupa penglihatan jauh atau rabun dekat, dimana berkas sinar berfokus dibelakang retina membentuk suatu gambaran yang buram di depan mata, 2) Myopia berupa penglihatan dekat atau rabun jauh, dimana berkas sinar berfokus di depan retina, 3) Astigmatigma yakni kesalahan pembiasan yang disebabkan ketidak teraturannya dalam kornea/lensa mata dan menyebabkan berkas sinar yang tidak teratur sehingga sinar-sinar vertical dan horizontal dipusatkan pada dua titik berlainan pada retina.
Sedangkan lapisan pigmen pada mata terdiri dari warna hitam, coklat dan biru. Penyimpangan lainnya pada mata dapat seperti Albinisme, katarak, dan fresbiopi.
2. Anatomi Pendengaran (Telinga)
Bagian-bagian telinga manusia terdiri dari tiga bagian; 1) telinga luar disebut (auris eksterna), 2) telinga tengah (auris media), 3) telinga dalam (auris interna)
a. Telinga bagian luar yang terdiri dari; helix, concus, trogus, bolbus. Daun telinga terdiri dari rangka yang berasal dari tulang rawan bersifat elastis dan berfungsi sebagai 1) menampung gelombang suara, 2) menentukan arah bunyi, 3) menghantarkan suara ke telinga dalam, 4) melindungi dar air.
Telinga luar terdiri dari ; a) liang telinga bagian luar (meatus acusticus eksterna), b) liang telinga bagian dalam (meatus acusticus interna), c) kelenjer yang menhasilkan kotoran telinga (serumosa)
Telinga luar bagian tengah terdari dari saluran sepanjang lebih kurang 2,5 cm yang disebut saluran telinga luar. Saluran ini berambut dan mempunyai kelenjar sabasea berupa sejenis lemak yang dapat menghasilkan serumen kotoran telinga.
Telinga luar bagian dalam berupa selaput elastis yang disebut dengan gendang telinga (membran tympani) yang merupakan jaringan hidup dan terdiri dari tiga lapisan; 1) lapisan luar terdiri dari kulit, 2) lapisan tengah terdiri dari jaringan ikat, 3) lapisan dalam terdiri dari murcosa.
b. Telinga tengah (rongga tympani) berupa rongga kecil berisi udara terletak di dalam tulang temporal dan didningnya dilapisi sel epitel.
Fungsi telinga tengah; 1) menerima getaran suara, 2) menyalurkan suara, 3) menyeleksi suara.
Bagian tengah terdapat; 1) tulang maleus, incus dan stapes, 2) saluran tympani dan rongga tympani.
c. Telinga dalam terdiri bagian; 1) serabut saraf pendengaran, 2) rumah siput, 3) saluran semi sirkulasi, 4) tuba eustachius.
3. Pemeriksaan Fungsi Penglihatan dan Pendengaran
Tes Penglihatan dapat digunakan denga kartu Snellen Char yang ditempel di dinding dengan jarak pandang 1 dioptri (6 m). Bentuk tes snellen char bias berupa ; garpu, cincin, gambar-gambar. Selain itu juga dapat dilakukan tes untuk menentukan buta warna terhadap seseorang dengan memperlihat beberapa warna-warna dan juga gabungan dari beberapa warna.
Beberapa tes pendengaran yang biasa dilakukan :
1. Tes secara klasik dilakukan melalui; tes bertepuk dan tes berbisik.
2. Tes Medern; 1) tes garputala, 2) tes rhine dengan membandingkan kemampuan suara dengan udara, 3) tes swabach dilakukan dengan membanding hasil orang yang di tes dengan tester, 4) tes Weber yaitu dengan membandingkan pendengaran telinga kiri dengan telinga kanan.
C. Soal latihan
1. Jelaskanlah tentang faal anatomi, dan proses penglihatan.
2. Sebutkanlah jenis-jenis kelainan penglihatan.
3. Jelaskanlah anatomi, dan proses pendengaran.
4. Berikanlah contoh-contoh pengetesan fungsi penglihatan dan pendengaran secara sederhana.

PERTEMUAN III
INDRA RASA KECAP DAN INDRA PENCIUMAN

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan anatomi indra pengecap
2. Menjelaskan proses pengecapan
3. Menyebutkan anatomi indra Penciuman
4. Menjelaskan proses penciuman
B. Materi
1. Indra Pengecap
Indra pengecapan dan penciuman merupakan sensasi yang mengubahdari reseptor menjadi perubahan kimia. Reseptor dari indra pengecap di sebut Taste Bud yang merupakan papillae mukosa lidah. Pada papillae terdapat ujung saraf sensoris yang akan membawa ke otak.
Papailae pada Lidah;
 Papilae Valata terbesar pada lidah berbentuk huruf V terdapat pada pangkal lidah, berfungsi untuk merasakan pahit.
 Papilae Fungiformis berbentuk seperti jamur terdapat pada ujung dan pinggir lidah, fungsinya untuk merasakan manis.
 Papilae Filiformis terdiri dari 2/3 bagian lidah berbentuk seperti ujung jarum. Gunanya untuk merakan asin.
 Papilae Falata pada pinggir lidah bagian dalam. Merasakan asam
Pengecapan lidah yang dirasakan reseptor taste bud terdiri dari sensasi rasa papillae secara fisiologis akan disampaikan 1/3 N. Glosofaringeus dan 2/3 ke N. Fasialis, hingga berakhir ke otak.
Rongga Mulut terdiri atas:
o Sebelah atas terdiri dari langit-langit (Palatum). Terdiri dari Palatum Durum (depan) dan Palatum Mole (belakang) dimana terdapat anak lidah/Ovula.
o Sebelah bawah terdiri dari otot-otot dasar mulut
o Sebelah lateral berbatasan dengan pipi
o Sebelah depan berbatasan dengan bibir
o Sebelah belakang berbatasan dengan isthmus faccium pada bagian kiri dan kanannya yang disebut sebagai Tonsil. Tonsil merupakan jaringan limpoid yang bertugas untuk memproduksi darah putih. Fungsinya sebagai pertahanan tubuh dari mulut
Fungsi lidah Kelenjer Lidah Guna Ludah
1. Membolak-balik makanan dalam mulut
2. Membersihkan mulut dari sisa makanan
3. Mendorong makanan saat menelan
4. Sebagai alat pengecap
5. Sebagai pembentuk suara
1. Bulbucalis; adalah kelenjer mukosa yang terdapat di sekitar pipi
2. Kelenjer Parotis terdapat di bagian depan lidah dan terbanyak menghasilkan air likur.
3. Kelenjer Submaxillaris terdapat di rahang atas di dekat gigi motar ke dua
4. Kelenjer Sub lingualis terdapat di rahang bawah dan di bawah lidah.
1. Membasahi makan agar menjadi lunak,
2. Mencerna zat karbohidrat (tepung) menjadi gula,
3. Sebagai pelicin makan saat menelan.

Kandungan kelenjer lidah terdiri dari (air, lendir, enzim) yang berfungsi sebagai air ludah untuk mengolah makanan menjadi halus (bolus).
Gerakan indra pengecap terdiri dari dua bagian; 1) gerakan intrinsic berupa gerakan halus yang disampaiakan melalui otot kepada lidah, 2) Gerakan ekstrinsik berupa gerakan menelan dan mengunyah.
Anatomi lidah;
 Lidah terletak di dasar mulut
 Memiliki pembulu darah dan urat saraf masuk dan keluar pada akarnya
 Ujung serta pingiran lidah bersentuhan dengan gigi
 Permukaan lidah melengkung
 Permukaan bawah lidah disebut dengan Frenulum linguae
 Jika lidah dijulurkan maka ujungnya akan menjadi runcing
 Warna dari lidah yang sehat merah jambu
 Atasnya beludru dan ditutupi dengan papillae-papilae.
Papilae pada lidah berfungsi sebagai penerima rasa kecap pada permukaan lidah; 1) Papilae Sirkumvalata terletak pada bagian dasar lidah, 2) Papilae Fungiformis Terletak pada bagian ujung dan sisi lidah dan berbentuk jamur, 3) Paplae Filiformis terletak pada bagian tengah.
Sensasi rasa kecap (manis, pahit, asam, asin) pada makanan yang mempunyai rasa harus akan menimbulkan rangsang lidah, selanjutnyakan disampaikan pada syaraf pengecap dan penciuman.
Persarafan lidah bersifat majemuk dan bekerja secara bersama-sama. Saraf yang bekerja pada otot lidah persarafanya berasal dari urat syaraf hipoglosus (N.XII) yang menimbulkan perasaan umum ( ukuran, bentuk, susunan, kepadatan, suhu dan sebagainya). Sedangkan syaraf Kranial terdiri dari (N. IX, V, VII) disebut saraf Glosofaringeal yang menghantarkan impuls umum dan adanya perasaan khusus.
Secara klinik indra pengecap dan pencium sangat peka dan dapat hilang karena pilek atau gangguan pada mulut, lambung dan saluran pencernaan.
Peradangan pada lidah bersifat Akut (sulit disembuhkan) dan Kronis. (bisa hilang bila kesehatan membaik). Gejala yang timbul pada peradangan tersebut seperti adanya Ulkus & lendir menutupi lidah yang dapat mengakibatkan penderita mengalami kelainan pada gangguan pencernaan dan infeksi gigi. Pada kasus perokok akan terjadi Glositis & Lekoplakia yang mengakibatkan berkurangkan sensitivitas permukaan lidah dan hidung.
Proses pengecapan; Perangsangnya terdiri dari;
1. 2/3 bagian anterior lidah (fungiformis dan filiformis) Akan dihantarkan pada Nervus. V melalui korda tympani. Selanjutnya ke Nervus VII dan Traktus Solitarius dalam batang otak, melalui thalamus, kemudian berakhir pada Area Parietal Operculum Cerebri.
2. Paplae sirkumvalata terdapat pada belakang lidah dan bagian posterior. Perangsangnya dihantarkan melalui N. IX dan selanjutnya pada Traktus Solitarius.
3. Perangsangan dari Varynk dihantarkan melalui Nervus Vagus selanjutnya pada Traktus Solitarius.
2. Indra Penciuman (Hidung)
Hidung terdiri dari; 1) Batang hidung, 2) Liang hidung, dan 3) Bulu hidung disebut sebagai reseptor terluar dan penciuman. Reseptornya terdiri dari; 1) N. Olfaktorius, dan 2) Serabut syaraf / selaput lendir
Proses penciuman rangsang yang dibawa oleh1) N. Olfaktorius yang dilapisi sel-sel yang sangat khusus mengeluarkan fibril, 2) Serabut syaraf pada bagian selaput lendir hidung dan selanjutnya dibawa ke bulbus Olfaktorius melalui Traktus Olfaktorius dan berakhir pada otak di lobus temporalis.
Perangsangan yang dirasakan oleh N. Olfaktorius berupa; 1) Zat-zat yang mudah menguap, 2) zat-zat harus sedikit larut dalam air, 3) zat yang larut dalam lemak.
C. Soal latihan
1. Sebutkanlah anatomi indra pengecap
2. Jelaskanlah proses pengecapan
3. Sebutkanlah anatomi indra Penciuman
4. Jelaskanlah proses penciuman

PERTEMUAN IV
SENSORIK UMUM, SIKAP DAN KESEIMBANGAN TUBUH MANUSIA

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan jenis-jenis sensorik umum
2. Menjelaskan peranan/fungsi sensorik umum
3. Memberikan contoh kelainan sensorik pada anak berkebutuhan khusus
A. Sensorik Umum
Rasa sensorik umum pada tubuh manusia berfungsi untuk mendapatkan informasi tentang perubahan yang terjadi di dalam atau di luar permukaan tubuh. Rasa sensorik pada manusia dibagi dalam dua bagian; 1) secara umum, dan 2) secara khusus.
Sensorik umum reseptornya berupa; rasa raba, rasa tekan, rasa suhu, dan rasa kecap. Sedangkan sensorik khusus reseptornya tedapat pada bagian kepala berupa; pendengaran, penciuman, dan penglihatan.
Komponen-komponen yang memungkinkan untuk terjadinya rangsang sensorik harus memiliki; 1) alat perangsangan berupa adanya reseptor pada permukaan tubuh yang dirangsang, 2) adanya serabut saraf sensorik, 3) saraf-saraf sensorik yang menyampaikan ke efektor.
Secara garis besar rasa sensori dibagi ke dalam tiga bagian:
1. Sensori Permukaan terdiri dari; a) sensori rasa tekan, b) sensori rasa raba, c) sensori rasa suhu, d) sensori rasa sakit.
2. Sensori alat-alat dalam terdiri dari; 1) otot, 2) sensasi rasa tekan, 3) sensasi rasa getar, dan 4) sensasi rasa sakit dalam.
3. Sensori dalam berasal dari lambung, usus, rahim, dan rasa mules.
Pusat Sensorik
Sel mempunyaui pusat di otak (cortek serebri) pada lobus parietalis area broadman 3-2-1 dan 5-7. Area 3-2-1 merupakan pusat sensorik primer, yaitu pusat dimana sensori diterima tanpa penyadaran. Selanjutnya sensasi tadi diteruskan ke area brodman 5-7, di sini mulai disadari karena area 5-7 disebut sebagai pusat sensorik sekunder. Selanjutnya sensorik dihantarkan melalui serabut saraf melalui;
1) katup sensasi dis receptor/ tractus spinalnicus yang terdiri atas dua bagian a) bagian ventral untuk membawa rasa raba dan tekan, b) bagian ventrum untuk membawa rasa nyeri dan suhu.
2) Sensasi Priprioreseptor yang dibawa oleh tractus gal dan bardach
Fungsi Kulit;
1. Fungsi protektif / protopatik; untuk melindungi kulit terhadap rasa sakit dan suhu yang sifatnya merusak berupa suhu diatas 450c atau suhu di bawah 250c.
2. Fungsi epikritik / grostik / diskriminatik; yaitu fungsi kulit untuk menentuka lokalisasi ransang , membedakan rangsang, dan suhu yang nyaman 450c.

1. Sensorik Permukaan Tubuh Manusia
Sensorik ini tersebar di seluruh permukaan tubuh, tapi distribusinya tidak merata. Organ tubuh yang peka misalnya; ujung jari, bibir, lidah yang mempunyai reseptor lebih rapat dari organ tubuh yang peka. Sedangkan bagian tubuh yang kurang peka ialah bagian punggung dan lutut.
Untuk memeriksa sensai permukaan dapat digunakan alat yaitu Astesiometer Van Frey. Dengan alat ini dapat ditentukan letak reseptor dari permukaan tubuh yang dinamakan Topojnosia. Apabila serabut saraf mengalami kerusakan maka kemampuan ini akan hilang disebut Atopojnosia. Pada penderita Histerical Reaction maka tubuh kehilangan kemampuan menginterpretasikan rangsang yang diterima masing-masing berbeda-beda disebut Allocheria. Misalnya; rangsang yang diterima, selain itu juga digunakan jangka Weber yang merupakan suatu alat yang berdiri sendiri dari dua ujungnya. Kedua jarak ujung ini berubah-ubah, sehingga dengan alat ini dapat ditentukan dua rangsang yang terdekat yang masih dirasakan sebagai rangsang yang terpisah (Diskriminasi Taktil)
Rasa Raba; Mempunyai reseptor; corpuscullum meisner, corpuscullum, dan ujung saraf disekitar akar rambut.
Rasa Tekan; mempunyai reseptor yang terletak di dalam corpuscullum vetervace. Baik rasa raba maupun rasa tekan pada rangsang ini mengakibatkan ujung-ujung saraf dari reseptor ini mengakibatkan terangsang apabila terjadi perubahan struktur informasi dari kulit.
Rasa Suhu; Kita dapat merasakan panas dan dingin yang mempunyai suhu 360 – 400 . Sedangkan bila suhu di atas 400 akan memberikan reaksi rasa nyeri.
Reseptor rasa panas yakni cospucullum ruffini, dan reseptor rasa dingin corpucullum klause.
Reseptor suhu dingin lebih banyak dari pada reseptor suhu panas. Untuk merasakannya dapat dilakukan dengan uji tes bejana yang diisi dengan:
1. Bejana A diisi dengan air dingin 200
2. Bejana B diisi dengan air biasa 300
3. Bejana C diisi dengan air panas 400
Secara bersamaan tangan kanan dimasukkan pada bejana C, tangan kiri dimasukkan pada bejana A. Maka tangan kanan akan merasakan suhu panas dan tangan kiri akan merasakan dingin. Selang beberapa waktu anrtara tangan kanan dan tangan kiri tidak ada lagi perbedaan suhu, jadi reseptor suhu tangan kanan dan kiri sudah dapat diadaptasikan. Selanjutnya secara bersamaan tangan kanan dan kiri diangkat dari bejana, kemudian dimasukkan kedalam bejana B, maka tangan kanan merasakan suhu dingin, dan tangan kiri merasakan suhu panas. Percobaan ini memberikan bukti bahwa reseptor suhu dapat mengadakan adaptasi asalkan suhu tersebut tidak terlalu ekstrim.
Rasa Nyeri/Sakit; Untuk rasa raba dan suhu yang tidak ekstrim tidak terjadi pada rasa nyeri. Kerena rasa nyeri rangsangnya harus menyebabkan kerusakan Dehifragsi dari alat tubuh. Reseptor rasa nyeri disebut Fre ediger.
Sensasi nyeri merupakan sensasi yang primitif dan sudah ada sejak dalam kandungan.
Fungsinya; Untuk melindungi tubuh apabila ada rangsang yang merusak tubuh , maka dengan reflek akan menarik tubuh disebut dengan Reflek Nociceptor receptor. Reflek ini akan hilang pada penderita kusta/lepra. Pada penderita lepra tidak merasakan nyeri bahkan anggota tubuhnya hilang/rusak.
Rasa sakit dapat dihilangkan dengan obat Bius, Analgetica, selain itu juga dapat dikurangi dengan psikis.
Hiperalgesta; Bila suatu tempat pada tubuh luka maka setelah 15-30 menit daerah sekitarnya akan menjadi lebih peka terhadap rangsangan. Penderita akan merasakan sakit yang berlebihan, dan kepekaan ini akan berlangsung beberapa jam/hari. Daerah tadi ambang rasanya jadi menurun sehingga dengan rangsang ringan saja receptornya sudah terangsang (Hiperabisia).
Fungsi dari Hiperabisia adalah melindungi diri terhadap rangsang lebih lanjut yang dipengaruhi oleh; inteligensi, lingkungan,kepekaan alat pemeriksaan, sosial ekonomi.
2. Sensorik Dalam
Sensasi ini terutama menyangkut sensasi otot, sendi dan tendon. Sensai dalam disebut sensasi proprioseptive dan sensasi kinaestetik. Yaitu sensasi yang berhubungan dengan kemampuan tubuh untuk mengatur sikap dan kesimbangan tubuh. Reseptornya disebut Flower Spay. Bentuk sensasinya seperti bunga yang terletak pada tendon/urat. Apabila reseptor terangsang maka kita dapat menentukan sikap tubuh.
Fungsi sensasi Dalam; 1) Memberikan informasi tentang sikap anggota gerak dalam tubuh. Untuk menentukan sikap tiga dimensi/sikap ruang. 2) Menentuka sikap keseimbangan tubuh dan sikap myostate reflek. 3) Dengan perobahan kita mampu mengintropsasi bentuk, berat, serta sifat suatu benda tanpa melihat banda itu disebut dengan Streognosa.
a) Rasa Sakit Dalam; Reseptor untuk rasa sakit dalam mempunyai bentuk tertentu. Rasa sakit dalam mempunyai rangsang kimia dan diskimia berupa rangsang yang disebabkan kekurangan aliran darah.
Rasa sakit dalam lokalisasi rangsangnya tidak jelas, dan berbeda dengan rasa sakit permukaan, juga tidak sesuai dengan organ yang sakit / mengalami gangguan. Misal; Penyakit jantung pada bagian dada bagian tengah tidak terasa, tetapi yang merasakan adalah dada bagian kiri sampai ke punggung. Juga pada rasa skit dalam diikuti dengan reaksi susunan saraf otonom. Misalnya; rasa mules, mual, keringat dingin, denyut jantung menurun.
b) Rasa Tegangan; Rasa ini terutama terdapat pada sendi dan otot. Rasa ini dapat terjadi pada penderita patah tulang.
c) Rasa Getar; Rasa ini dapat diperiksa dengan meletakkan garputala yang bergetar diantar persendian seperti pada siku dan lutut. Pemeriksaan rasa getar merupakan pemeriksaan yang terpenting. Apabila rasa getar hilang maka orang/penderita tidak mampu menentukan benda dengan rabaan.
3. Sensorik Alat Dalam
Rasa sensasi ini berlangsung pada alat dalam tubuh manusia seperti lambung, usus, rahim, kandung kencing. Sensasi ini diselenggarakan oleh saraf otonom.
Fungsinya; 1) Menimbulkan reflek yang mengatur kerja alat dalam pada keadaan normal. Misal; reflek rasa lapar, haus, ingin kencing, 2) Menimbulkan reflek pada keadaan sakit dari alat dalam tubuh. Misal rasa mual, mules, rasa sakit waktu haid pada perempuan.
Timbulnya rasa sakit pada alat dalam disebabkan otot polos yang membentuk kontraksi yang berlebihan. Biasanya kontraksi alat dalam disertai keluarnya keringat yang berlebihan, juga tekanan darah yang menurun.
B. Sikap dan Keseimbangan Tubuh Manusia
Sikap dan keseimbangan tubuh manusia dimungkinkan bisa terjadi karena adanya ; 1) cairan labirinth di otak yang merupakan sebagai reseptor enteroseptik, 2) anggota badan yang menyeimbangkan termasuk reseptor exteroseptik terdiri dari mata , sendi, tendo dan urat otot leher, 3) daya grafitasi bumi. Sikap dan kesimbangan terdiri dari dua bagian tersebut termasuk reflek myostatis (reflek yang dapat dilatih).
Reflek myostatis terdiri dari dua bagian;
2) Reflek statis; Berhubungan dangan sikap dan keseimbangan sekeliling manusia, reflek dalam keadaan tidak bergerak. Reseptor penerima rangsangnya disebut Ultrikulus. Gerak perangsangannya berbentuk percepatan lurus (duduk, berdiri, jongkok, kops stand). Proses terjadinya reflek ini berawal dari sel-sel rambut yang berisi serat-serat syaraf yang didalamnya terdapat butir-butir kapus pada otalith, dan adanya daya grafitasi bumi, selanjutnya impuls tersebut dilanjutkan pada susunan saraf pusat yang merupakan pusat pengolahan segala informasi. Selanjutnya dari saraf pusat akan memerintahkan berupa ransang saraf motoris ke otot leher dan anggota tubuh. Dengan demikian maka dimungkinkan terjadinya perbaikan gerakan yang dinginkan.
3) Reflek Statokinetik; Merupakan gerakan reflek tubuh dalam keadaan dinamis/bergerak. Reflek ini berkembang pertama sekali pada manusia berupa reflek alami bayi menghisap puting susu ibunya. Proses reflek ini bermula dari Cairan crista ampularis yang menghantarkan perangsangan berupa adanya percepatan sudut ( berlari, berjalan, lompat, dan loncat).
Mekanisme reflek terdiri dari tiga bagian; 1) reflek orientasi kepala terhadap sekeliling kita, 2) reflek posisi kepala terhadap tubuh dan anggota, 3) reflek posisi mata terhadap gerak sekeliling. Tiga macam reflek tersebut selalu berhubungan dengan reseptor yang terdiri dari; 1) labirinth yang terdiri dari dua bagian canalis semi sirkularis untuk mengatur gerak naterior, posterior, dan horizontal, bagian Ultrikulus untuk mengurus sikap dan keseimbangan statis, 2) otot leher dan tengkuk , 3) retina, 4) reseptor yang terdapat dalam otot.
C. Soal-soal Latihan
1. Sebutkanlah jenis-jenis sensorik umum
2. Jelaskanlah peranan/fungsi sensorik umum
3. Berikanlah contoh kelainan sensorik pada anak berkebutuhan khusus

PERTEMUAN V
KERANGKA DAN OTOT MANUSIA

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan fungsi rangka pada manusia
2. Menjebutkan jenis-jenis tulang rangka manusia
3. Menyebutkan jenis-jenis otot pada manusia
4. Menjelaskan kelainan rangka dan dan otot pada manusia dan hubungannya dengan kelainan anak berkebutuhan khusus.
B. Materi Perkuliahan
1. Kerangka Manusia
Guna Rangka 206 Tulang Klasifikasi Tulang
1. Untuk menyokong organ-organ tubuh lain.
2. Sebagai tempat melekatnya otot.
3. Memberi bentuk tubuh.
4. Melindungi alat-alat dalam tubuh. 1. Tengkorak 8 bh.
2. Muka 14 bh.
3. Telinga 6 bh.
4. Hyoid / leher 1 bh.
5. Belakang 26 bh.
6. Dada & Iga 26 bh.
7. Anggota atas 64 bh.
8. Anggota bawah 62 bh. 1. T. Panjang (angta atas dan bawah)
2. T. Pendek (jari & Tapak tangan)
3. T. Pipih (tengkorak & panggul)
4. T. Irreguler/tidak teratur (tulang telinga)

Istilah-istilah pada Tulang:
 Fisura celah yang sempit pada tulang
 Foramen lobang pada tulang
 Canalis saluran pada tulang
 Sinus rongga yang berada dalam tulang
 Fosa lekukan pada tulang
 Prosesus tonjolan yang panjang pada tulang
 Condilus tonjolan agak bundar pada tulang
 Spina tonjolan tulang yang memanjang
 Caput kepala tulang
 Sendi sambungan pada tulang
a. Tulang Anggota Atas
T.Lengan Atas T. Lengan Bwh T. Telapak Tgn T. Jari
1. Mempunyai kepala tulang
2. Mempunyai tonjolan 2 diatas dan 2 dibawah.Mempunyai lekukan. 1. Tl.Radius (pengumpil); terletak sebelah lateral, ujung atas bundar, ujung bawah lebih besar.
2. Tl.Ulna (Hasta); Terletak sebelah medial, ujung atas besar dan berlekuk, ujung bawah lebih kecil. Carpalia 8 bh tersusun dua baris.
1. Baris I (Navicula ris, lunatum, tri angularis, psiforme),
2. Baris II (multa ngulum mayor & minor, capitatum, hematum) 1. T. Jari atau metakarpal
2. Tl. pendek 5bh
3. Tl.phalank 4bh
4. Masing jari 3 phalank kecuali ibu jari

b. Tulang Anggota Bawah
T.Tungkai Atas T.Tungkai Bwh T. Telapak kaki T. Jari kaki
 Banyaknya dua buah kiri & kanan
 Punyak kepala tulang dan leher tulang
 Memiliki tonjolan atas dan bawah
 Ada lekukan • Tibia atau tl. Panjang, memiliki tonjolan.
• Fibula, Terdapat disamping dalam tibia, ada tonjolan  Disebut dengan tl.Tarsalia. Terdiri dari (Talus, calcaneus, cuboideum, naviculare, cuneforme I,II,III  Disebut Tl.Meta Tar salia terdiri dari 1 – 5 ruas jari.

c. Persambungan Tulang (Sendi)
Persambungan tulang atau sendi adalah pertemuan antara dua buah tulang dari kerangka manusia. Ilmu yang mempelajari sendi disebut dengan Artologi.
Sendi Utama Terdiri dari
1. S. Fibrus/sinartrosis (kepala) adalah sendi yang tidak dapat bergerak, yakni persambungan tl. Bergigi atau sutura.
2. S. Sindesmosis yakni sendi yang dihubungakan oleh membran pada s. Tibia dan fibula inferior.
3. S. Tl.Rawan berupa gerakan sedikit.
4. S. Sinovial(diartrosis) yakni sendi yang bergerak bebas.

Sendi Sinovial Terdiri Atas;
1. Sendi putar; Bongkol sendi tepat masuk pada mangkok sendi. Terdapat pada sendi panggul dan sendi bahu.
2. Sendi Engsel; Sendi ini gerakannya dalam satu bidang dan dua arah. Terdapat pada sendi lutut dan sendi siku.
3. Sendi Kondiloid; bergerak dalam dua bidang dan empat arah. Terdapat pada sendi pergelangan tangan.
4. Sendi Berporos; disebut juga dengan sendi putar yang terdapat pada bagian kepala.
5. Sendi Pelana; atau sendi timbal balik. Terdapat pada sendi rahang, dan sendi pergelangan tangan.
Sendi Anggota Gerak;
Anggota Gerak Atas Anggota Gerak Bawah
1. S. Sterno klavikuler
2. S. Akromio klavikuler
3. S. Bahu / humero klavikuler
4. S. S. Siku / engsel
5. S. Radio Ulnari untuk gerak supinasi dan pronasi.
6. S. tangan dan jari 1. S. Pinggul
2. S. Lutut
3. S. Tibio Fibuler
4. S. Pergelangan kaki
5. S. Telapak kaki

2. Sistim Otot
Pengertian; Otot merupakan suatu organ atau alat yang memungkinkan tubuh untuk dapat bergerak. Keadaan otot saat sedang bekerja di sebut dengan Kontraksi, dan dalam keadaan diam disebut Relaksasi.
Guna Otot;
1. Mengerakan anggota tubuh
2. Mengatur gerak pernafasan
3. Mengatur gerakan jantung dan pembuluh darah
4. Sebagai saluran pencernaan
5. Sebagai kelenjer dan alat kelamin.
Sifat-sifat Otot;
1. Mudah terangsang
2. Mudah berkontraksi. Setiap otot akan berkontraksi kecuali otot serat khusu pada jantung.
3. Otot dapat melebar seperti ototnya binaragawan.
4. Otot dapat diregang seperti karet. Oleh karenanya otot dapat menahan beban.
5. Otot mempunyai irama sesuai dengan fungsi pekerjaan.
Macam-macam Otot;
 Otot Rangka; disebut juga otot motoris, otot yang berguna sebagai alat yang menguasai gerak, memelihara sikap tubuh, dalam keadaan istirahat tidak kendur atau tetap memiliki Tonus. Fungsi Tonus otot; 1) memeliharasikap dan posisi tubuh, 2) untuk menahan rongga perut, 3) untuk menahan tekanan darah.
 Otot Polos; disebut dengan otot otonom, adalah otot yang bekerja pada alat-alat dalam tubuh manusia.
 Otot jantung; adalah otot yang berkerja pada sistem kerja jantung.
Nama-nama Otot
Nama-nama otot dikatagorikan menurut;
1) Otot menurut bentuk dan serabutnya,
2) Otot menurut jumlah kepalanya (otot biasa, otot biseps, otot triseps, dan otot quadriseps),
3) Otot menurut kerjanya terdiri dari;
a. Otot sinergi kerjanya bersama-sama
b. Otot antagonis kerjanya berlawanan
c. Otot Abduktor kerjanya untuk gerak menjauhi
d. Otot Aduktor kerjanya untuk gerak mendekati
e. Otot Fleksor kerjanya untuk melipat sendi
f. Otot Ekstensor kerjanya meluruskan sendi
g. Otot pronator kerjanya mensejajarkantulang ulna dan tulang radial
h. Otot Endorotasi kerjanya gerakan memutar ke dalam
i. Otot Eksorotasi kerjanya gerakan memutar ke luar
j. Otot Dilatasi kerjanya memanjangkan otot
k. Otot Kontraksi kerjanya memendekkan otot.
3. Otot Kerangka
Otot kerangka merupakan sekumpulan otot yang berfungsi secara bersama-sama. Kerjasama otot yang sama fungsinya disebut dengan otot Sinergis. Otot yang berlawanan fungsinya disebut dengan otot Antagonis. Otot mempunyai ;kepala otot, badan otot, dan ekor otot.
Otot rangka melekat pada tulang dengan perantaraan Tendon yang melekat pada kepala dan ekor otot. Tempat melekatnya tendon pada bagian kepala otot disebut juga dengan Origo Otot. Dan tempat melekat tendon di bagian ekor otot di sebut dengan Insersio Otot.
Bentuk Fungsi Otot;
 Fleksi; Berfungsi untuk mengetulkan anggota melalui sendi. Nama ototnya disebut dengan Otot Fleksor
 Ekstensi; Fungsinya meluruskan anggota. Nama ototnya disebut dengan Otot Ekstensor.
 Abduksi; Fungsi gerak ototnya untuk menjauh. Nama ototnya disebut dengan Otot Abduktor.
 Adduksi; Fungsi gerak ototnya untuk mendekat. Nama ototnya disebut dengan Otot Adduktor.
 Pronasi; Fungsi gerak ototnya untuk memutar lengan bawah kearah dalam. Nama ototnya disebut dengan Otot Pronator.
 Supinasi; Fungsi gerak ototnya untuk memutar lengan bawah ke arah luar. Nama ototnya disebut dengan Otot Supinator.
Pembagian otot Rangka;
Otot rangka manusia dapat dibagi sesuai tempatnyaseperti di bawah ini;
1. Otot kepala; Terdiri atas otot wajah, otot bola mata, dan otot pengunyah.
Otot Wajah; 1) Otot quadratus Labii Superior berfungsi untuk menarik bibir atas ke atas, 2) Otot quadratus Labii Inferior berfungsi untuk menarik bibir bawah ke bawah, 3) Otot Buncinatorius terdapat pada pipi dan berfungsi untuk menahan makanan dalam mulut, 4) Otot Triangularis untuk menarik sudut bibir kebawah / mencibir, 5) Otot Zigomaticum Menurut sudut bibir ke atas atau tersenyum, 6) Otot Orbiculair Oris fungsinya untuk membuka dan menutup mulut.
Otot Penggerak bola Mata; 1) Otot Rectusculi terdiri dari 4 bh (superior, inferior, medial, dan lateral), Otot Obligus Oculi terdiri dari 2 bh (superior, inferior), 3) Otot Orbicularis Ocili berfungsi untuk memutar bola mata, 4) Otot Levator Papebra berfungsi untuk menutup dan membuka bola mata.
Otot pengunyah; Terdiri dari 1) Otot Masseter, 2) Otot Temporalis, 3) Otot Pteryguideus (internus & eksternus). Fungsi otot pengunyah ini untuk menggerakan rahang bawah ke atas, ke bawah dan horizontal pada waktu mengunyah.
2. Otot leher; Terdiri dari 1) Sternucleidoma Stoideus terletak pada bagian depan leher yang berfungsi untuk fleksi kepala ke depan dan ke lateral, 2) Otot Splenius Capities, Otot Semipinalis capities, Otot Longissimus capities yang berfungsi secara bersama-sama untuk menengadah.
3. Otot Punggung; 1) Quadratus Lumborum berfungsi untuk fleksi tulang punggung, 2) Sacropinalis berfungsi untuk ekstensi tulang punggung, 3) Trapezius yang berfungsi untuk menarik skalpula pada punggung.
4. Otot Dada;
Otot Dada bagian luar terdiri dari; a) Pectoralis mayor fungsinya untuk memutar lengan atas ke dalam, b) Pectoralis minor fungsinya untuk menurunkan bahu, c) Subelavius fungsinya untuk menaikan bahu.
Otot Dada bagian dalam terdiri dari; 1) Intercostalis Eksternus Fungsinya untuk mengatur pernafasan biasa atau inspirasi saat menghirup nafas, 2) Intercostalis Internus Fungsinya untuk mengatur gerak pernafasan biasa atau Ekspirasi pada saat mengeluarkan nafas.
Otot Diafragma Terletak antara rongga dada dan rongga perut, dan berguna untuk melaksanakan pernafasan melalui perut.
5. Otot Perut terdiri dari; 1) Rectus Abdominalis, 2) Obligus Abdominalis, 3) Transversus Abdominalis. Bekerja bersama-sama dan berfungsi sebagai berikut;
a. Sebagai dinding perut dan sekali gus menahan didnding perut
b. Untuk Proses mengejan saat buar air besar dan mau melahirkan
c. Untuk membantu gerakan pernafasan dalam
d. Untuk melakukan fleksi ke depan dan ke lateral.

6. Otot Panggul;
Otot Panggul Depan; terdiri atas; Otot psoas mayor, Otot Psoas Minor, Otot Illiacus. Berfungsi untuk melaksanakan fleksi tungkai atas pada sendi panggul.
Otot Panggul Belakang; Otot Gluteus maximus, Otot Gluteus medius, Otot Gluteus Minimus yang berfungsi untuk membentuk bokong dan melaksanakan abduksi dan rotasi tungkai atas.
7. Otot Bahu;
Otot untuk mengakat bahu; Berkerja bersama-sama dan terdiri atas; Otot Levator skavula, Otot Rumboideus mayor, Otot Rumboideus minor, dan otot Trapezius serat atas.
Otot untuk menurunkan bahu; Berkerja bersama-sama dan terdiri atas; Otot pectoralis minor, Otot Subclavius, , dan otot Trapezius serat bawah.
8. Otot lengan Atas; 1) Coracobrachialis untuk mengerakan fleksi lengan atas dan aduksi, 2) Teres mayor berfungsi untuk ekstensi, adduksi dan rotasi lengan atas, 3) Deltois deus fungsinya untuk melaksanakan abduksi lengan atas, 4) Supraspinatus fungsinya membantu deltoideus atau abduksi, 5) Pectoralis mayor fungsinya untuk aduksi lengan atas dan rotasi, 6) Infranspinatus berfungsi untuk eksorotasi lengan atas, 7) Teres minor untuk eksorotasi lengan atas, 8) latisimus dorsi berfungsi untuk eksorotasi dan ekstensi serta adduksi humerus.

9. Otot lengan bawah, tapak tangan dan jari tangan
Otot memutar lengan bawah terdiri dari ;supinator, pronator, pronator quadratus.
Otot tapak tangan terdiri dari; fleksor carpiradialis, fleksor carpiulnaris, ekstensor carpiradialis, dan ekstensor carpiulnaris.
Otot jari tangan terdiri dari terdiri dari 1) Otot Fleksor digitorum profundus, dan 2) Otot Fleksor Digitorum sublimis, 3) Otot flekso policilis longus, 4) Otot ekstensor policilis longus, 5) Otot Abduktor policilis longus, 6) Otot abduktor policilis obligus, dan 7) Otot adduktor policilic tranversalis. Untuk menggerakan jari-jari adalah otot 2 sampai 5 dan otot untuk menggerakan ibu jari adalah otot 3 sampai 7.
10. Otot Tungkai atas; a) ekstensi tungkai atas; Otot rektus femoris, Otot vastul lateralis, Otot vastul medialis, Otot vastul intermedialis. b) untuk fleksi tungkai atas; Otot bisepfemoris, otot semitendonosis, otot semimembranosus, otot popliteus, otot gracilis, dan otot sartorius.
11. Otot tungkai Bawah, tapak kai dan jari kaki
Otot tungkai bawah yang berfungsi sebagai plantar dan fleksi terdiri dari; gastronemicius, soleus, tibialis posterior.
Otot tapak kaki yang berfungsi untuk menapak terdiri dari; Tibialis anterior, proneus tertius.
Otot jari kaki; 1) halocius longus berfungsi untuk fleksi ibu jari, 2) fleksor digitorum longus untuk fleksi jari 2-5, 3) ekstensor halocius longus berfungsi untuk ekstensor ibu jari, 4) ekstensor digitorum longus berfungsi untuk ekstensi jari 2-5.
C. Soal-soal Latihan
1. Sebutkanlah fungsi rangka pada manusia
2. Sebutkanlah jenis-jenis tulang rangka manusia
3. Sebutkanlah jenis-jenis otot pada manusia
4. Jelaskanlah dengan contoh kelainan rangka dan dan otot pada manusia dan hubungannya dengan kelainan anak berkebutuhan khusus.

PERTEMUAN VI
GENETIKA DASAR

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menjelaskan fungsi ilmu genetika bagi mahasiswa PLB
2. Menjelaskan istilah-istilah dalam genetika dasar
3. Mengimpikasikan hukum Mendel dalam Genetika
1. Konseptual Genetika
Genetika dalah suatu ilmu yang mempelajari cara perwarisan sifat-sifat individu kepada keturunannya. Bila Gen jantan dikawinkan dengan Gen betina, maka akan akan menurunkan sifat pada anaknya (filial).
Suatu perkawinan akan myebabkan Dua Fariasi yaitu;
1. Terjadi Persamaan Sifat pada keturunan bila sel jantan dan betina tidak mengalami gangguan.
2. Terjadi Fariasi pada keturunan bila sel jantan dan betina mengalami gangguan.
Fariasi terdiri dari tiga macam jenis seperti dibawah ini;
1. Fariasi Somatis; Jenis fariasi ini biasanya tidak diturunkan kepada keturunan selanjutnya. Penyebabnya; a) berasal dari lingkungan, dan 2) bisa juga tergangtung dengan keadaan ibu pada waktu hamil.
2. Fariasi Germinal; Jenis ini biasanya pewarisan sifat akan diturunkan secara turun temurun dan terus menerus. Penyebabnya; a) berasal dari pengaruh Gas Beracun yang merubah struktur gen, b) Zat Radio aktif yang merubah gen seorang hingga menimbulkan cacat pada turunannya. Kedua penyebab tersebut mengakibatkan terjadinya kelainan pada kromosom atau disebut Kromosom Abnormality.
3. Carier; Terjadi bila sel jantan dan sel betina dalam keadaan sehat. Tetapi menurunkan anak yang cacat maka kejadian ini disebut sebagai Pembawa Sifat.
Pewarisan sifat-sifat diwariskan dari orang tua kepada anaknyanya melalui; 1) melalui Kromosom yang berisi inti sel yang berpasangan dan sifatnya tetap, 2) Melalui Gen ; sebagai penentu sifat dari turunan, gen melekat pada benang-benang kromosom yang berjumlah 40.000 kromosom.
Sel pada tubuh manusia terdiri dari beribu-ribu. Sel tersebut terdiri dari; dinding sel, plasma sel, inti sel/nukleus. Anak dari inti sel disebut dengan butir-butir kromatik. Inti sel dalam keadaan istirahat tidak membelah dan bila membelah butir-butir akan menjadi benang-benang kromosom.
Kromosom manusia terdiri dari 23 pasang kromosom. Kromosom otonom terdiri dari 22 pasang. Kromosom sex kromosom terdiri dari satu pasang berupa Gamet (spermatozon dan ovum). Masing-masing kromosom harus berpasangan, bila tidak sesuai dengan pasangannya maka akan terjadi kecacatan seperti; mental, fisik, mata, bibir, tubuh dan lain-lain.
Gen diturunkan pada anak melalui Gamet yang terdiri dari gamet jantan disebut spermatozon dan gamet betina disebut ovum. Gamet mempunyai kromosom setengah dari induknya yang terdiri dari 23 pasang. Pada gamet jantan bersifat Haploid (terdiridari 22 autosom dan 1 sekromosom). Gamet jantan X,Y sedangkan gamet betina hanya ada 1 sekromosomnya yaitu X.

Perkawinan Kesimpulan
Jadi yang menentukan jenis kelamin adalan kromosom dari ayah, sedangkan pada ibu hanya ada satu kemungkinan saja.

B. Istilah-istilah Genetika
 Mutasi; adalah perubahan dari Gen
 Kromosom Anomali; perubahan yang menimbulkan cacat bawaan, biasanya pasangan kromosomnya ganjil ata tidak tepat.
 Down Syndrom; akibat kelainan pasangan kromosom pada no. 15 dan no. 21. Akibatnya melahirkan anak Mongol.
 Thalidomide; obat penghilang rasa sakit, jika dikonsumsi oleh ibu hamil dapat menimbulkan kecacatan.
 Fenotip; bentuk luar yang tampak. Seperti morfologi, karakter yang dikandung suatu inividu.
 Genotip; susunan gen did dalam sel (AA, Aa,BB,Bb)
 Dominan; faktor yang dapat mengalahkan (gen yang lebih kuat) atau menutupifaktor lainnya. Mis; Bb, Artinya faktor B dapat menutupi b, sehingga yang muncul B.
 Resesif; Faktor yang dikalahkan oleh faktor lain. Mis; b dikalahkan B.
 Alela; anggota dari satu pasang gen. Mis; Rr, maka r alela R.
 Homozigot; bila pasangan kedua alela pada suatu individu sama. Mis; AA, BB, aa, bb.
 Heterozigot; Bila pasangan kedua alela pada individu tidak sama. Mis; Aa,Bb, Cc.
 Intermedier; Faktor yang sama kuat atau memiliki kedua sifat alelnya. Mis; dari persilangan bunga berwarna merah dan putih, maka pada keturunannya menghasilkan bunga berwarna merah muda.
C. Hukum Mendel
Mendel adalah salah seorang dokter yang tertarik pada ilmu genetika. Ia lahir pada abad ke 19 dan melakukan percobaannya dengan tumbuhan Visum Sativum / sejenis kacang ercis.
1. Hukum Mendel I
“Pada pembentukan gamet, gen yang sama merupakan pasangan yang akan disegregasikan ke dalam dua sel anak” .
Contoh : Percobaan yang menjelaskan hukum Mendel I adalah:
Gen silangan antara tanaman ercis berbatang tinggi dan tanaman ercis berbatang pendek akan menghasilkan kemungkinan turunan; “Tinggi dominan sempurna terhadap pendek” .
Perkawinan Gen;
Parental ♂ X ♀
(merah) (putih)

Gamet: R r

F1 = filial Tt
(100% merah)

Jika F1 mengadakan perkawinan sendiri maka;
Parental ♂ X ♀
(merah) (putih)

Gamet: Rr Rr

F2 = filial RR,Rr,Rr,rr
(3 merah : 1 putih)

Keterangan:
Pada F2, Rr terlihat R (merah) menutupi r (putih), Karena itu gen R lebih kuat dan disebut dengan gen Dominan. Sebaliknya Gen r yang tertutupi disebut dengan Resesif. Sedangan pada induknya F1 disebut Heterozigot. Untuk RR,rr disebut Homozigot. Pada contoh ini persilangan dua individu dengan 2 tanda beda dinamakan dengan Monohibrida.
Kesimpulan:
 Jadi hukum Mendel I berlaku untuk Mono. Pada pembentuk 2 gamet gen yang berpasangan akan dipisahkan/disegregasi kedalan 2 sel anak.
 Jika terjadi pada manusia dengan kelainan Albino. Yaitu penyakit keturunan, manusia tidak mempunyai pigmen sehingga; kulit, rambut, mata tidak berwarna disebabkan Gen Resesif.

Jika F1 mengadakan perkawinan sendiri pada warna kulit manusia maka;
Parental ♂ X ♀
(kulit normalmerah) (albino)

Gamet: A a

F1 = filial Aa
(100% kulit normal)

Pada keturuan kedua atau F2 akan terjadi.

Parental ♂ X ♀

Gamet: Aa Aa

F2 = filial AA,Aa,Aa,aa
(3 kulit normal : 1 Albino)

2. Hukum Mendel II
“Bila individu berbeda satu sama yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih maka diturunkannya sifat yang sepasang tak tergantung dari pasangan sifat yang lain”
Bila disilangkan 2 macam kacang kapri yang memiliki dua karakter berbeda pada warna dan bentuk biji. Karakter berbeda warna kuning hijau, dan bentuk bundar kisut.
Bila disilangkan kacang kuning bundar dengan hijau kisut ternyata F1 terdiri atas kacang yang bijinya kuning bundar semua. Ini menunjukkan karakter kuning dan bundar dominan terhadap hijau kisut. Jika F1 melakukan penyerbukan sendiri terdapat F2 yang bukan terdiri atas 2 macam fenotipnya, tetapi 4 macam.
Fenotip F2 adalah: – kuning bundar – hijau bundar
– kuning kisut – hijau kisut
Ini berarti bahwa kuning bundar dan hijau kisut memiliki kombinasi asli, kuning kisut dan hijau kisut memiliki kombinasi baru.

Parental ♂ X ♀
(kuning bundar) (hijau kisut)

Gamet: KB kb

F1 = filial KkBb
(100% kuning bundar)

Pada keturuan kedua atau F1 akan terjadi
Misal; K = Kuning k = Hijau
B = Bundar b = kisut

Parental ♂ X ♀

Gamet: KKBB kkbb

F1 = filial Kk,Bb
(100% kuning budar semua)

Ratio Genotip dan Fenotip pada F2:
Parental ♂ X ♀

KkBb KkBb

Gamet: KK, Kb, kB,kb
F2 = filial
KB Kb kB kb
KB KKBB KKBb KkBB KkBb
Kb KKBb KKbb KkBb Kkbb
kB KkBB KkBb kkBB kkBb
kb KkBb Kkbb kkBb kkbb
Ratio Fenotip : Kuning Bundar : 9 KB
Kuning Kisut : 3 Kk
Hijau Bundar : 3 kB
Hijau Kisut : 1 kb
C. Soal Latihan
1. Jelaskanlah fungsi ilmu genetika bagi mahasiswa PLB
2. Jelaskanlah istilah-istilah dalam genetika dasar
3. Berikanlah contoh penggunaan hukum Mendel dalam Genetika serta kaitannya dengan kelainan yang berkenaan dengan Genetika

PERTEMUAN VII
SISTEM PERSARAFAN

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan 12 pasang saraf otak manusia
2. Menjelaskan fungsi dan peranan saraf otonom
3. Menjelaskan fungsi jalan saraf spinalis
4. Menjelaskan peranan fungsi luhur pada manusia
5. Memberikan contoh kelainan persayarafan pada anak berkebutuhan khusus
1. 12 Pasang Saraf Otak (Nervus Kranial)
Melalui 12 pasang saraf otak memungkinkan manusia bisa berinteaksi dengan dunia luar melalui panca indra seperti; melihat, mendengar, mencium, rasa kecap, dan rasa raba/suhu. 12 saraf kranial tersebut sebagai berikut:
Nervus I. Olfaktorius
Nervus ini akan menghantarkan segala rangsang hidu/penciuman. Mukosa atau slaput lendir pada hidung akan menangkap rangsang bau dan akan dilanjutkan ke rongga tengkorak melalui lubang-lubang Lamina Kribriformis os Etmoidea dan berakhir pada Nervus Olfaktorius yang disebut Bulbus Olfaktorius. Selanjutnya akan berjalan saraf ke II di dalam Nervus Olfaktorius ke arah sentral. Sebagian membelok ke arah medial ke dalam stria medialis bagian lateral.
Serat-serat yang berjalan di dalam stria medialis, bersinapsis di area septalis yang terletak di lobus Frontalis di bawak kaput korpus kolosum yang juga disebut girus subkalosus dan berakhir di bagian Hipokampus yang terletak di komplek Amigdala, dan bedrjalan serat-serat saraf menuju Korpus Mamillalre.
Dari area septalis ada serat yang berhubungan dengan hipotalamus dan substansia retikularis dalam Mesensefalon. Selanjutnya berhubungan dengan talamus. Nervus Olgaktorius yang menghantar rangsang hidu dengan struktur di dalam Diensefalon, Mesensefalon dan lobus temporalis otak besar. Rangsang hidu disalurkan ke korpus mamilare yang menerima pula rangsang kecap dari saraf VII dan IX. Bila rangsang hidu berkurang biasanya terjadi dalam keadaan pilek dan menyebabkan makanan kurang terasa sedap.
Gangguan pada nervus olfaktorius berakibat pada pengurangan daya hidu yang disebut Hiposmi dan Anosmi.
Nervus II. Optikus
Rangsang cahaya yang bergelombang antara 4900 s/d 6300 Aengstoem ditangkap oleh sel cone/sel kerucut dan sel batang dalam retina. Disini rangsang cahay dirubah menjadi rangsang saraf yang disalurkan ke saraf II. Nervus optikus meninggalkan orbita melalui foramen optikum dan masuk kedalam rongga tengkorak dan berjalan di bagian dasar otak. Saraf penglihatan ini kiri dan kanan menyilang didepan tangkai hipofisis dan berakhir di korpus genikulatum lateral yang terletak di diensefalon.
Di dala nervus optikus ini, serat-serat yang berasala dari belahan retina bagian lateral ttidak menyilang Chiasma Optikum tetapi berjalan pada sisi yang sama dan berakhir di korpus genikulatum. Serat-serat dari bagian medial retina menyilang garis medial dan bersinapsis di korpus genikulatum sisi yang lain.
Bila satu nervus optikus di depan chiasma optikum sebelum persilangan mengalami kerusakan maka penglihatan seluruh mata yang bersangkutan terganggu yang disebut dengan Ambliopi. Kerusakan dibelakang persilangan akan menyebabkan berkurangnya penglihatan pada setengah lapang pandang kedua mata pada sisi yang sama. Keadaan ini disebut Hemianopsia Homonim. Bila kerusakan terjadi pada chiasma optikum lapang pandang menghilang pada sisi lateral atau sisi media ke dua mata yang di sebut dengan Hemianopsia Heteronim.
N.III Okulomotorius, N.IV Throklearis, N.VI Abdusen
Kerjana mengatur gerak bola mata dan kelopak mata. Ketiga saraf otak yang mengatur gerak mata ini pada beberapa tempat menjadi satu maka akibatnya terjadi kelumpuhan beberapa atau semua otot mata yang disebut Optalmoplegia Partialis / Totalis.
Nervus III. Okulomotorius
Nervus ini berfungsi untuk mengatur gerak bola mata dan juga mengatur konstraksi pupuil. Nervus ini mempunyai inti di mesensefalon. Fungsi dari nervus ini menggerakan bola mata melalui otot-otot Rectus Superior, Rectus Inferior, Rectus Internus, Obligus Inferior, dan Levator Palpebra. Kerusakan pada N.III mengakibatkan lumpuhnya kelopak mata atau Ptosis sehingga mata menutup dan bola mata tidakdapat digerakkan ke atas , bawah, dan tengah.

Nervus IV. Trhoklearis
Nervus ini juga berpusat di Mesensefalon yang tugasnya mempersarafi Muskulus Optikus superior yang menggerakan bola mata ke lateral bawah. Kerusakan nervus ini menyebabkan mata tidak dapat melihat ke bawah arah dalam dan akibatnya seseorang menemui kesulitan untuk menaiki tangga.
Nervus VI. Abdusen
Nervus ini berpusat di Pons bagaian bawah pada perbatasan dengan medula oblongata. Fungsinya mempersarafi Musculus Rectus Lateral. Kerusakan pada saraf ini menyebabkan mata pada sisi lainnya tidak dapat digerakan ke lateral dan sikap mata tertarik ke medial oleh muskulus rectus medial, sehingga timbul Strabismus konvergen, dan juga menyebabkan penglihatan kembar atau Diplopia.
Nervus.V Trigeminus
Pusat nervus trigeminyus terdapat di bagian tengah Pons Varoli. Nervus ini terdiri dari 2 komponen yaitu komponen motoris dan komponen sensoris. Komponen 1; Bagian Motoris mengurus otot-otot yang mengatupkan mulut (Musculus Masseter, Musculus Pterigoideus dan Musculus Temporalis). Bila terjadi gangguan pada komponen motoris maka orang akan kesulitan dalam menggigit.
Komponen 2; Bagian Sensoris berfungsi mengurus sensibilitas permukaan kulit dan mukosa bagian muka. Gangguan pada komponen ini menyebabkan menurunnya rasa (Hipestesi ) dan tidak ada rasa-rasa (anestesi).
Nervus.VII Fasialis
Mengurus motorik otot-otot pada muka yang penting untuk mimik seseorang saat akting. Platisma, dan biventer yang berfungsi untuk membuka mulut. Nervus fasial ini terletak di dalam Pons bagian bawah pada perbatasan dengan Medula oblongata. Kelumpuhan nervus fasialis ini disebut Paralisis Sentral dimana penderita masih dapat memejamkan mata tapi tidak dapat membuka mulut. Bila nervus ini mengalami gangguan pada bagian perifer maka otot sekita mata dan mulut lumpuh di sebut Paralisis perifer nervus fasialis.
Komponen lain dari nervus fasialis ialah saraf-saraf yang termasuk parasimpatis yang mengurus sekresi kelenjer ludah submandibularis, dan sublinguis.
Nervus.VIII Statoakustikus (Kohlea Vestibularis)
Nervus ini terbagi 2 komponen ; Nervus kohlearis untuk pendengaran dan Nervus Vestibularis untuk keseimbangan.
Nervus kohlearis (saraf pendengaran). Rangsang bunyi berupa getaran udara dengan frekwensi antar 16 s/d 1600 ditangkap oleh telinga yang menggetarkan membrana Tympani . Getaran dihantarkan melalui tulang pendengaran (maleus, incus, stapes). Stapes menggetarkan cairan endolimfe yang berada dalam labirinth, kemudian getaran ini ditangkap oleh organ corti dan diteruskan ke saraf pendengaran. Dari saraf pendengaran diteruskan kepusat pendengaran dekat perbatasan pons dan medula oblongata yaitu gyrus superior (lobus Temporalis). Gangguan nervus kohlearis menyebabkan orang menjadi tuli total (tuli perseptif ).
Nervus Vestibularis (Saraf Keseimbangan) Rangsang gaya berat ditangkap oleh makula sakuli dan makula ultrakuli yang terdapat didalam labirinth. Rangsang-rangsang gerak dan sikap kepala selain berasal dari otot-otot dan tulang-tulang, juga ditangkap oleh krista yang terdapat di dalam bagian yang melebar pada kanalis semi sirkularis di dalam labirinth. Dari sini keluar saraf yang membentuk nervus vestibularis yang berjalan di dalam nervus VIII bersama-sama dengan nervus kohlearis.
Kerusakan pada nervus vestibularis menyebabkan gangguan keseimbangan dan koordinasi pada sisi yang sama. Gangguan kesimbangan akan tampak saat penderita berdiri atau berjalan. Ia berjalan sempoyongan dan berdiri akan bergoyang dan merasa sekitatarnya berputar-putar (vertigo) disertai rasa mual dan muntah.
Nervus. IX Glosofaringeus
Nervus ini mempunyai 4 komponen seperti berikut:
Komponen Sensoris yang mengurus rasa / sensibilitas daerah palatum mole, epiglotis, dan dinding farink bagian atas.
Komponen kecap yang menghantar rasa kecap ke 1/3 bagian lidah belakang.
Komponen Motoris yang mensarafi otot-otot yang menggerakkan stilofaringeus farink ke atas.
Komponen Parasimpatis yang merangsang sekresi kelenjer ludah.
Kerusakan pada nervus ix menyebabkan; 1) kelumpuhan pada palatum mole sehingga suara menjadi sengau karena hubungan rongga mulut dan rongga hidung tetap terbuka, 2) gangguan waktu menelan, 3) air sering masuk hidung, 4) gangguan rasa-rasa sensoring di belakang mulut, 5) gangguan rasa kecap di arah belakang lidah.
Nervus.X Vagus
Nervus ini terbagi atas tiga komponen sebagai berikut;
Komponen Motoris yang menpersarafi otot-otot Farink dan otot yang menggerakkan pita suara di dalam larink.
Komponen sensoris yang mengurus perasaan bagian bawah farink.
Komponen Parasimpatis merupakan bagian terbesar yang mempersarafi alat-alat dalam tubuh (paru-paru, jantung, ginjal, pankreas, dan usus-susu)
Kerusakan nervus X ini mengakibatkan : 1) kesulitan menelan karena lumpuhnya otot farink, 2) suara menjadi parau karena lumpuhnya otot pita suara, 3) suara menjadi sengau karena lumpuhnya palatum mole,
Disfagia (kesulitan menelan, seara jadi parau dan sengau)
1. Nervus Aksesorius
Saraf nervus ini berfungsi untuk menggerakkan kepala menoleh ke sisi yang sama, dan mengangkat bahu.
Kerusakan ; 1) tidak bisa menoleh, 2) tidak bisa mengakat bahu
2. Nervus Hipoglosus
Nervus ini berfungsi mengurus otot-otot yang menggerakan lidah, dan otot membuka mulut.
Kerusakan; 1) otot-otot lidah pada sisi yang sama mengalamikelumpuhan, 2) sikap lidah tertarik keposisi yang sehat dan bila dijulurkan lidah membengkok kesisi yang lumpuh, 3) otot-otot yang lumpuh mengalami Atrofi, bila diraba tonos otot melemas, 4) terjadinya gerakan fasikulasi berupa gerakan-gerakan spontan tak terkendali.
B. Saraf Autonom
Saraf autonom mempersarafi alat-alat tubuh bagian dalam seperti; kelenjer-kelenjer, pembuluh darah, usus, lambung, paru, ginjal dll. Alat-lat ini mendapat dua jenis persarafan yang fungsinya bertentangan.
Saraf simpatis atau ortosimpatis kerjanya merangsang atau mempercepat gerakan alat dalam. Pusat sarafnya terdapat di kornu lateralis medula spinalis mulai dari segmen servikal VIII hingga segmen lumbal I.
Saraf parasimpatis yang kerjanya menghambat atau memperlambat kerja alat-alat dalam. Pusat sarafnya terdapat di kornu lateralis medula spinalis mulai dari segmen sakral II s/d IV.
Tabel Perbedaan fungsi dari saraf simpatis dan parasimpatis
No. Alat-alat tubuh Parasimpatis Simpatis
1. Pupil Menciutkan pupil Melebarkan pulpil
2. Jantung Melambatkan denyut jantung Mempercepat denyut jantung
3. Bronki Menciutkan bronki Melebarkan bronki
4. Arteri muka dan jantung Menciutkan arteri Melebarkan arteri
5. Pembuluh darah otot Melebarkan pembuluh darah Menciutkan pembuluh darah
6. Kelenjer keringat Sekresi keringat yang encer Sekresi keringat yang pekat
7. Kelenjer ludah Pembentukan ludah meninggi Pembentukan ludah menurun

Sistem saraf otonom bergantung padfa sistem saraf pusat, dan antara keduanya dihubungkan oleh urat-urat saraf aferen dan eferen. Saraf ini juga memiliki sifat seolah-olah sebagai bagian sistem saraf pusat yang telah bermigrasi dari pusat guna mencapai alat-alat dalam yang berkerja tanpa disadari, maka disebut susunan saraf tidak sadar.
C. Saraf Spinalis
Merupakan suatu rentetan hampir sinambung yang terdiri dari akar rambut saraf muncul dari sulkus postelateral pada aspek dorsolateral, dan suatu rentetan lain muncul dari sulkus pada aspek anterrolateral sum-sum tulang belakang. Akar rambut ini ke lateral berkumpul sebagai akar spinal dan akhirnya membentuk 31 pasang saraf spinal yang masing-masing berasal dari dua radiks; 1) Dorsalis (posterior) untuk sensoris, 2) ventralis (anterior) motoris.
No. Saraf Spinalis Fungsi saraf
1. Servikal 8 pasang  1 – 2 mempersarafi bagian kepala dan belakang
 3 – 4 mempersarafi bagian leher dan bahu
 5 – 6 mempersarafi bagian lenga atas dan lengan bawah
 7 – 8 mempersarafi bagian jari-jari dan telapak tangan
2. Torakal 12 pasang  1 – 2 mempersarafi bagian lengan bawah dan lengan atas bagian bawah.
 3,4,5,6,7 mempersarafi bagian dada
 8,9,10 mempersarafi bagian pinggang
 11 -12 mempersarafi bagian perut
3. Lumbal 5 pasang  1 mempersarafi bagian panggul
 2 mempersarafi bagian paha bagian atas
 3 mempersarafi bagian lutut
 4 mempersarafi bagian tungkai bawah
 5 mempersarafi bagian jari dan telapak kaki
4. Sakral 5 pasang  1 mempersarafi tumit
 2 saraf paha bagian dalam
 3,4,5 bagian pantat dan kedudukan
5. Kogsigeal 1 pasang  mempersarafi daerah bagian anus.

D. Fungsi Luhur
Manusia yang normal dapat melakukan gerakan dan tindakan tanpa diajarkan seperti; duduk, jongkok, berdiri, berjalan, berlari yang kita jumpai pada binatang. Fungsi ini disebut fungsi dasar atau fungsi asor.
Fungsi motorik seperti bicara, menulis, membaca, mengetik, memainkan alat-alat musik atau alat-alat yang lainnya disebut dengan fungsi luhur. Dengan perkataan lain mengerti dengan apa yang ditangkap panca indra,membuat simbol-simbol, membuat dan menjalankan alat-alat, terjadi melalui proses belajar. Fungsi luhur hanya dapat dilakukan oleh manusia karena perkembangan kortek serebri yang lebih sempurna.
Kortek serebrri merupakan lapisan tempat berkumpulnya 6 lapis sel-sel saraf seperti berikut; 1) lamina molekularis, 2) lamina granularis eksterna, 3) lamina piramidalis eksterna, 4) lamina granularis interna, 5) lamina piramidalis interna, 6) lamina fusiformis. Sel-sel saraf ini berfungsi sebagai alat perekam pengalaman-pengalaman di semua bidang yang meliputi fungsi luhur. Pusat fungsi asor di korteks serebri disebut pusat primer dan pusat pengertian apa yang ditangkap panca indra dan pelaksanaannya oleh fungsi asor di sebut pusat sekunder.
Dengan adanya orang mampu mengembangkan kemampuan seperti; mengeri apa yang dilihat, mengerti arti rangsang bunyi yang di dengar dan mengerti bahasa yang di dengar, mengerti perasaan rasa raba, dan dibidang motorik berkembang pada gerakan reflek-reflek terlatih yang tersimpan di pusat sekunder. Bila pusat sekunder hilang atau mengalami kerusakanmaka orang akan kehilangan kemampuan luhur yang selama ini bisa dilakukannya.
C. Soal Latihan
1. Menyebutkan 12 pasang saraf otak manusia
2. Menjelaskan fungsi dan peranan saraf otonom
3. Menjelaskan fungsi jalan saraf spinalis
4. Menjelaskan peranan fungsi luhur pada manusia
5. Memberikan contoh kelainan persayarafan pada anak berkebutuhan khusus

PERTEMUAN VIII
SUSUNAN DAN FUNGSl OTAK BESAR DAN OTAK KECIL

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan bagian-bagian anatomi otak manusia
2. Menyebutkan fungsi dari masing-masing area otak manusia
3. Menyebutkan bagian dari otak kecil
4. Menjelaskan dengan contoh fungsi otak kecil
1 . Otak Besar
Otak besar terdiri dari dua belahan yang disebut hemisfer yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan, Kedua hemisfer dihubungkan oleh struktur yang disebut korpuskolosum dan yang menjembataninya adalah fissura langitudinalis medialis. Secara garis besar otak besar dibagi dua.yaitu bagian dalam atau modulla serebrum, berwarna putih karena disini hanya berisi serat saraf, bagian luar disebut cortex cerebri (subtansia alba), berwarna abu-abu karena disini berisi badan-badan saraf alau neoron. Oleh sebab warnanya abu-abu maka disebut pula substansia gricea. Permukaan otak tidak merata melainkan berlekuk-lekuk. Lekuk otak ini disebut gyrus dan terdapat celah diantara dua lekukan yang disebut sulkus dan bilamana lekukan itu panjang disebut fissura.
Berdasarkan adanya gyrus dan sulcus tersebuts otak dibagi atas empat lobus dan beberapa daerah yaitu lobus ; frontalis, lobus parietalis, lobus temporalis, lobus oksipitalis, dan daerah insula reili serta gyrus singuli.
a . Lobus Frontalis
Terletak dihagian depan otak besar yang dibatasi oleh sulkus sentralis rolandi dan diatas dari fissura lateralis sylvi. Secara umum lobus ini berfungsi untuk lateralisasi, intelektual , tingkah laku, psikologis, motorik.dan mengatur bicara manusia. Lobus ini mempunyai area 4.6,8,9,10,11.12.
b. Lobus Parietalis
Terletak diantara sulkus sentralis sampai ke Fissura parieta oksipilalis di bagian atas ottik besar. Lobus ini merupakan pusat sensorik. Lobus ini berfungsi mengenal rangsangan dari luar melalui perabaan Lobus ini mempunyai area 3,1,2,39,40.
c. Lobus Tomporalis
Terletak di bawah fissura lateralis (sylvi) dan menebar ke belakang ke daerah fisura parieta oksipitalis dibagian samping kiri otak besar. Lobus ini mempunyai area 41, 42. Secara umum lobus ini berfungsi mengatur pendengaran dan asosiasi pendengaran.
d, Lobus Oksipitalis
Lobus ini terletak di belakang fissura parieta oksipitalis. Fungsi dari lobus ini adalah sebagai pusat penglihatan primer. Lobus ini mempunyai area 17,18,19.

B. OTAK KECIL
Terletak di bagian bawah dan belakang tengkorak. Otak kecil menempati foskranialis posterior dan diatapi oleh tentorium serebri yang merupakan liputan duramater yang memisahkannya dan lobus oksipitalis serebri. Sebuah celah yang dalam memisahkan otak kecil menjadi dua hemisfer, yaitu hemister kiri dan kanan. Otak kecil menerima serabut saraf dan sumsum tulang betakang dan berhubungan dengan pusat-pusat reflek penglihatan pada atap otak tengah dengan talamus dan degan serabut-serabut saraf.
Otak kecil ini menerima informasi dan penerima isyarat dari seluruh tubuh, engintegrasikannya dan membangkitkan impuls-impuls. Secara umum otak kecil ini berfungsi pengatur keseimbangan tubuh.
C. Soal Latihan
1. Sebutkanlah bagian-bagian anatomi otak manusia
2. Sebutkanlah fungsi dari masing-masing area otak manusia
3. Sebutkanlah bagian dari otak kecil
4. Berikanlah dengan contoh fungsi otak kecil

PERTEMUAN VIII
SISTEM MOTORIK DAN GANGLIA BASALIS

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan Fungsi sistem motorik pada manusia
2. Menjelaskan fungsi ganglion basalis
3. Memberikan contoh kelainan kerusakan ganglion basalis serta hubungannya dengan kelaian pada anak berkebutuhan khusus
1. Gambaran Umum Sistem Motorik / Sistem Pergerakan
Saraf Motorik : saraf menghantarkan impuls dari otak ke saraf tepi. Daerah motorik terletak didepan sulkus sentralis, hingga lateralis. Jalur impuls berjalan dari korteks cerebri menuju medulla spinalis melalui jalur menurun.
Komponen System Motorik :
Secara fisiologis ada beberapa komponen yang bekerjasama sehingga dapat terlaksana motorik atau gerakan yang sempurna, yaitu ;
1. Gerakan Otot
Dasar gerakan dan tenaga adalah konsentrasi dan relaksasi otot-otot. Dalam keadaan fisiologis otot-otot berkontraksi dan berelaksasi dan bila mendapatkan ransangan dari .susunan saraf pusat pergerakan terdapat pada girus anterior dibagian sulkus rolandi.
2. Koordinasi
Untuk terlaksananya gerakan yang sempurna otot-otot harus dikoordinasikan, Koordinasi dan fungsi otot ini dilakukan oleh otak kecil. Dalam hal inj otak kecil harus menerima rangsang-rangsang dari otot yang diolah dalam otak kecil, dan kemudian disalurkan ke otot.
3. Keseimbangan
Sikap dan keseimbangan tubuh tidak hanya ditentukan oleh keutuhan alat keseimbangan yaitu labirinth, tetapi juga dipengaruhi oleh sendi, tendon, otot, dan angota badan (lengan dan tungkai). Rangsang gerak dan sikap tubuh disalurkan melalui Dervue Vertibularis yang terletak pada Pons bagian bawah dan kemudian masuk keotak kecil.
4. Reflek
Suatu gerakan yang terjadi pada tubuh / anggota gerak yang sangat cepat dan tanpa disadari sebelumnya. Reflek merupakan hal yang berhuhungan dengan sikup dan keseimhangan tubuh. Dasar dari reflek miostatis fungsi utamanya ialah agar kita mampu menjaga sikap dan keseimbangan tubuh.
5. Tonus Otot
Tonus otot diatur oteh set-sel khusus yang disebut spindle atau kumparan otot yang ada didalam jaringan otot. Tonus otot berhubungan dengan otot-otot lengan dan tungkai.
B. Ganglia Basalis
Ganglia basalis adalah kumpulan badan-badan sel saraf didalam diensefalon dan mesensefalon yang berfungsi pada aktivitas motorik.
Ganglia basal terdiri dari :
– Nukleus kaudatus terdapat pada Korpus Striatum
– Putamen
– Globus Palidus terdapat pada Nukleus Lentiformis
– Nukleus Subtalamikus
– Nukleus lateralis thalamus
– Sentrum medianum thalamus
– Nukleus rubber
– Substantia Nigra
Secara anatomi ganglia basalis meliputi nukleus kaudatus dan putamen (bersama-sama dinamakan korpus striatum), globus palidus dan daerah kelabu lainnya yang terletak didasar dari otak depan. Bersama-sama putamen dan globus palidus membentuk nucleus lentiformis. Nukleus kaudatus dipisahkan dari nukleus lentiformis dan thalamus oLeh system serabut kompleks, kapsula interna.
Hubungan Serabut ; Nukleus kaudatus mengirimkan banyak serabut kaputamen, yang pada gilirannya mengirimkan serabut pendek ke globus palidus. Putamen dan globus palidus menerima beberapa serabut dan substansia nigra dan thalamus mengirimkan serabut ke nukleus kaudatus. Serabut everen dan korpus striatum keluar melalui globus palidus. Beberapa serabut berjalan melalui kapsula internal dan membentuk suatu berkas, fasikulus lentikularis disisi medial. Serabut yang lain menyusun tepi media dan kapsula internal untuk membentuk suatu lengkung arsalentikularis. Kedua perangkat serabut ini mempunyai beberapa terminal di nukleus subtalamikus dan nukleus rubber. Serabut yang lain berlanjut keatas menuju thalamus melalui fasikulus talamikus.
Lintasan utama ganglia basalis yaitu ; Lintasan putamen Iintasan kaudatus.
1. Unlasan Putamen (fungsi dalam melaksanakan pola-pola aktifitas motorik)
Satu prinsip utama dari ganglia basalis dalam pengaturan motorik adalah kerjanya yang berkaitan dengan system kortikospinal untuk mengatur pola-pola aktivitas motorik yang kompleks.
 Sebagai contoh: pada waktu menulis huruf. Bila terjadi kerusakan yang serius pada ganglia basalis, maka system kortikal dari pengatur motorik tidak dapat menyediakan pola-pala ini. Tentunya orang tersebut dapat menulis dengan kasar, seperti baru belajar menulis.
 Memotong kertas dengan menggunakan gunting
 Memotong kuku
 Memasukkan bola basket dengan melompat
 Memukul bola kasti dan lainnya,
Cara kerjanya berkaitan erat dengan lintasan kontamin primer adalah ketiga lintasan penyokong;
a. Dari putamen ke globus palidus ekternal, ke suptalamikus, ke nuclei Pemancar di tafamus ,dan kembali ke kortek motorik,
b. Dari putamen ke globus palidus internal, ke substansia nigra,ke nuklei pemancar di thalamus, dan juga kembali ke kotek motorik.
c. Lintasan umpan balik setempat dari globus palidus ekternal ke sub thalamus dan
kembali lagi ke globus palidus ekternal.
Abnormalitas fungsi dari lintasan putamen yaitu atetosis, hemibalismus, dan korea (penyakit Huntington). Seperti penjelasan di bawah ini.
2. Lintasan Kaudatus (peran ganglia basalis untuk pengaturan kognitif terhadap pola gerakan motorik yang berurutan)
Istilah kognisi berarti proses berfikir pada otak dengan mengunakan input sensorik menuju otak dan informasi yang telah disimpan dalam ingatan. Sebagian besar kerja motorik adalah kerja dari pemikiran yang dibentuk dalam benak otak, yaitu suatu proses yang disebut pengeturan kognitif terbadap aktifitas motorik. Nukleus kaudatus memainkan peran utama dalam hal ini.
Lintasan kaudatus dimulai dari nukleus kaudatus meluas keseluruh lobus pada serebrum ,mulai bagian anterior lobus frontaIis, kemudian berjalan disebelah posterior melalui lobus parietalis dan lobus oksipitalis dan akhirnya berbelok kedepan lagi seperti membentuk huruf C kedalam lobus temporalis. Selanjutnya, Nukleus kaudatus menerima sejumlah besar inpulsnya dari area asosiasi pada kortek cerebri, setelah sinyaI berjalan dari kortek cerebri ke nukleus kaudatus, sinyal-sinyal itu dijalaskan ke globus palidus internal, kemudian kc nuklei pemancar pada thalamus ventro anterior dan ventro lateral, dan akhirnya kembali ke area motorik prefrontal, premotorik dan suplementer pada kortek cerebri. Tetapi hampir tak ada sinyal kembali yang berjalan secara Iangsung ke kortek motorik primer, sebaliknya sinyal-sinyal kembali tersebut berjalan ke regio motorik asesorius yang berhubungan dengan pola-pola gerakan berurutan yang berbeda dengan perangsangan gerakan otot secara tersendiri.
Contoh:
Jika seseorang melihat seekor singa mendekat dan kemudian ia memberi respon secara cepat dan otomatis yaitu dengan;
(1) berbalik membelakangi singa tersebut
(2) mulai berlari
(3) Mungkin bahkan berusaha untuk memanjat pohon.
Dengan fungsi kognitif, seseorang dapat memiliki pengetahuan instingtif, jadi, tanpa berflkir lerlalu lama ia dapat merespon secara cepat dan sesuai.
C. Sindrom Klinis yang Merupakan Akibat dari kerusakan ganglion Basalis
1. Atetosis
Lesi di globus palidus seringkali menyebabkan gerakan mengeliat pada tangan, lengan, leher, atau wajah yang berlangsung spontan dan seringkali terus menerus.
2. Hemabalismus
Lesi di sub thalamus seringkali menimbulkan gerakan menghempas-hempas diseluruh anggota tubuh yang berlangsung tiba-tiba.
3. Khorea (penyakit huntington)
Lesi-lesi kecil yang multiple di putamen menimbulkan gerakan ada tangan, wajah, dan bagian lain.
4. Parkinson
Lesi pada substansia nigra menimbulkan gangguan umum yang sangat berat berupa kekauan, ataksia dan tremor.
C. Soal-soal Latihan
1. Sebutkanlah Fungsi sistem motorik pada manusia
2. Berikanlah penjelasan fungsi ganglion basalis
3. Buatlah contoh kelainan kerusakan ganglion basalis serta hubungannya dengan kelaian pada anak berkebutuhan khusus

PERTEMUAN X
THALAMUS DAN HIPOTHALAMUS

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan fungsi Talamus
2. Menyebutkan fungsi Hipothalamus
3. Memberikan contoh kerusakan pada Thalamus
4. Memberikan contoh kerusakan pada Hypothalamus
B. Materi Perkuliahan
1. TALAMUS
1. Pengertian
Talamus adalah sebagai temipat pemprosesan nucleus yang menjadi koordinator dan mengatur akti vitas fuogsional korteks serebrum / pusat aktivitas tubuh.
2. Bagian -bagian talamus
Talamus dibagi menjadi tiga kelompok ,yaitu .
a. Nukleus Anterior terdiri dari:
– Nukleus anteroventral £AV)
– Nukleus aaaantrorriedial (AM)
– Nukleus anterodeirtral tAD)
b. Nukleus Lateral terdiri dan :
– Nukleus ventral anterior (VA)
– Nukleus ventral lateral (VL)
c. Nukleus Medial terdiri dari: Nukeus medial dorsal

3. Peranan Talamus
Talamus mempunyai peranan sebgai berikut
a. Peranan dalam sistem sensonk. Pengetahuan sadar akan aspek raba, rasa nyeri, tekan dan sunu.
b. Peranan dalam system motorik yang menyangkut pada gerakan motorik.
c. Peranan dalam aktivitas saraf pada latar belakang umum. Ini menyangkut fase-fase tidur bangun.
d. Peranan dalam efek ekspresi tertinggi pada korteks serebrum. Ini berhubungan dengan perilaku dan emosi termasuk pikiran, komunikasi dan kreativitas.
2. HIPOTALAMUS
1. Pengertian
Hipotalamus adalah daerah yang membentuk dasar dan diensafalon / terletak antara serebrum dan batang otak dan sum-sum tulang belakang.
2. Baglan -bagian Hipotalamus
Hipotalamus terdiri empat empat area khusus :
a. Nukleus-nukleus area praoptik ( daerah telensafalon )
b. Nukleus-nukleus area supraoptik / anterior. Termassuk . Nuklus paraventrikular, nuleus anterior, nukleus supra optik.
c. Nukleus-nukleus area luberal / tengah. Termasuk ; Nukleus dorsomedial dan ventromedial
d. d. Nukleus area mamilar / pastehor.Termasuk : Nukleus posterior dan badan mamilar.

3. Fungsi-fungsi ta lamus
Hjpotalamus berfungsi sebagai: a) pengaturan suhu, b) rangsangan emosional, c) prilaku makan (haus , Ispar, kenyang), d. prifaku seksual.
4. Kerusahan-kerusakan Talamus
Akan mengakibatkan a) hilangnya nafsu makan, b) kehilangan berat badan yang besar, c) obesitas.
c. Soal-soal Latihan
1. Sebutkanlah fungsi Talamus
2. Sebutkanlah fungsi Hipothalamus
3. Berikanlah contoh kerusakan pada Thalamus
4. Berikanlah contoh kerusakan pada Hypothalamus

PERTEMUAN XI
MEDULA SPINALIS ATAU SUM-SUM TULANG BELAKANG

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menjelaskan fungsi medula spinalis
2. Menjelaskan jalur saraf sensorik pada proses medula spinalis
3. Menjelaskan jalur saraf motorik pada proses medula spinalis
1. Anatomi
Medula spinalis bermula dari medula oblongata menjulur kearah kaudal melalui foramen magnum dan berakhir diantara vertebra lumbalis pertama dan kedua Pada bagian ini medufa spinalis meruncing yang disebut dengan konus medularis dengan sambungan tipis dibawahnya yang disebut fillum terminale. Pada sum-sum tulang belakang terdapat 2 penebalan yaitu pada tulang servikal dan tulang lumbal.
Jumlah saraf spinal ada 31 pasang, sebab setiap segmen pada medula spinalis terdapat sepasang saraf spinal. Saraf servikalis dan bagian atas saraf torakalis membentuk anyaman saraf dan mensarafi daerah bahu, leher, lengan tangan beserta jari-jarinya. Saraf torakal berjalan sendiri-sendiri diantara tulang rusuk (kostal) yang disebut saraf inter kostalis. Keduabelas pasang saraf interkostalis mensarafi daerah dada, perut hingga batas bawah garis lipat paha Saraf lumbalis, sakral dan koksigeal membentuk anyaman saraf yang mensarafi tungkai sampai keujung jari kaki.
B. Fungsi sum-sum tulang belakang
a Mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh.
b. Gerakreflek.
Gerak reflek ini membutuhkan beberapa struktur, diantaranya:
1. Organ sensorik atau yang menerima impuls, misalnya kulit
2. Serabut saraf sensorik, yaitu yang mengantarkan impuls kesubstansia grasia/kelabu yang terletak pada kornu posterior medulla pinalis
3. Sum-sum tulang belakang dimana tempat serabut saraf sensorik mengantarkan impuls menuju komu anterior medula spinalis.
4. Sel saraf motorik, terletak daiam komu anterior yang menerima kemudian mengarahkan impuls rnelalui saraf motorik
5. Organ motorik, yaitu yang melaksanakan gerakan karena dirangsang oleh impuls saraf motorik.
C. Jalur saraf sensorik
Jalur ini direlai 3 kali dan bergerak naik melintasi traktus yang terdiri dan’ 3 neuron ;
1. Dari neuron yang paling tepi ke sum-sum tulang belakang kemudian naik menuju kolumna posterior dan berakhir pada sebuah nucleus dalam medula obIongata
2. Dari sel neuron yang kedua atau substansia grasia menuju talamus
3. Dari talamus bergerak melalui kapsula interna yang kemudian berjalan menuju korteks serebri
D. Jalur saraf motorik
Impuls berjalan dari korteks serebri menuju kesumsum tulang belakang melalui jalur menurun yang disebut traktus serebro spinalis atau traktus piramidalis melintasi medula oblongata, kemudian dilanjutkan sampai ketanduk anterior melayani otot dan struktur lainnya.
Kerusakan pada sum-sum tulang belakang 1) hemiplegia. dimana otot lemah dan kehilangan kontrol, 2) spastik, 3) polio militis, 4) bell’spalsi
C. Soal latihan
1. Menjelaskan fungsi medula spinalis
2. Menjelaskan jalur saraf sensorik pada proses medula spinalis
3. Menjelaskan jalur saraf motorik pada proses medula spinalis
4. Berikanlah contoh-contoh kerusakan sumsum tulang belakang serta hubungannya dengn kelainan anak berkebutuhan khusus

PERTEMUAN XII
SEBAB KELAINAN OTAK DAN VERTEBRAE

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menjelaskan sebab-sebab kerusakan otak
2. Menjelaskan sebab-sebab kerusakan Vetebrae
3. Memberikan contoh kerusakan otak dan vetebrae pada anak berkebutuhan khusus
1. Otak
Otak lalah suatu atat tubuh yang sangat penting karena merupakan pusat komputer dari semua alat-alat tubuh. Bila otak ini mengalami gangguan maka akan terjadi beberapa kelainan. Adapun penyebab kelainan otak secara urnum adalah sebagai berikut:
a. Kelainan Kromosom,
1) Kelainan pada autosom
Akibat kelainan autosom tidak sama, tergantung pada autosom mana yang mendapaitKelainan.
(1) Langdon Down’s Syindroms
Penderita rnengalami trisomi (kromosom mempunyai 3 ekor) pada kromosom no.21. Ada pula yang mengalami terisomi pada kromosom no. 15. Kelainan ini dapat terjadi dalam dua macam, yaitu adanya kegagalan miosis sehingga menimbulkan duplikasi dan translokasi.
(2) Patau’s Syndrome
Penderita mengalami tersomi pada kromosom no 13, 14 dan 15. Mereka biasanya meninggal beberapa saat setelah lahir, tetapi ada juga yang mencapai umur 2 sampai 3 tahun. Disamping tuna grahita mereka juga biasanya berkepala kecil, berkuping aneh, sumbing, tuli, Mempunyai kelainan jantung dan kandung ernpedunya besar.
2) Kelainan pada gonosom
Akibat dan kelainan gonosom juga tidak sama, yang terkena adalah:
1) Kinefelter’s Syindrome; Gonosom yang seharusnya XY, karena kegagalan menjadi XXY alau XXXYr Ciri yang menoniol adalah nampak laki-laki dan tunagrahita.
2) Turner’s; Gonosomnya bempa XO. Ciri vang menonjol adalah nampak wanita dan tunagrabita, bertubuh pendek dan berlipatan kulit dibagian tengkuk.
b. Gangguan Metabolisme dan Gizi
Metabolisme dan gizi merupakan hal vang sangat penting bagi perkembangan
individu terutama perkembangan sel-sel otak. Kegagalan dalam metabolisme
dan pemenuhan gizi dapat menyebabkan terjadinya gangguan fisik dan mental
individu.
a. Phenilketonuria; K.elainan ini merupakan akibat dan gangguan metabolisme asam amino. Gejala utama yang nampak adalah tunagrahita, kekurangan pigmen, mikrocephali, kejang-kejang syaraf dan kelainnan tingkah laku.
b. Gargoylism; Disebabkan oleh kerusakan metabolisme sacharide. Gejala penderitanya adalah adanya berbagai ketidak normalan tinggi badan, kerangka lubuh tidak proporsional, tengkorak kepala besar, telapak tangan lebar dan pendek, lidah besar dan menonjol, persendian kaku dan tunagrahita.
c. Cretin ism; Gejala utama yang nampak adalah kelidak normalan fisik yang khas dan tunagrahita. Berat ringannya kelainan tergantung pada tingkat kekurangan tiroxin.
3. Infeksi dan Keracunan
Kelainan otak dapat juga terjadi karena adanya infeksi dan keracunan yaitu terjangkitnya penyakit-penyakit selama janin masih berada dalam kandungan ibunya. Penyakit-penyakit tersebut antara lain:
a. Rubella; Penyakit rubella yang terjadi pada wanita yang sedang hamil akan menyebabkan janin yang dikandungnya menderita ketunagrahitaan, kelainan pendengaran, kelainan jantung bawaan, berat badan rendah saat lahir, dsb.
b. Syipilis; Janin atau bayi yang terinfeksi sypilis akan lahir menderita ketunagrahitaan, kesulitan pendengaran. hidung kuda.dsb.
c. Syindrome Gravidity Beracun; Berdasarkan hasil penelitian para medis, hampir semua bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita sindrome gravidity menderita cacat mental.
d. Trauma pada Otak
Trauma yang terjadi pada kepala dapat menimbulkan pendarahan intra kranial yang mengakibatkan kecacatan pada otak. Trauma yang terjadi pada saat dilahirkan biasanya disehabkan karena kelahiran yang sulit sehingga memerlukan alat bamu (tang).
e. Zat Radio Aktif
Ketidak tepatan penyinaran atau radiasi sinar X selama bayi dalam kandungan mengakibatkan cacat mental mikrocephaly. Janin yang terkena zat radio aktif selama 3 sampai 6 minggu kehamilan pertama sering menyebabkan kelainan pada berbagai organ, karena pada masa ini embrio mudah sekali terpengaruh. Kelainan yang nampak antara lain: Langit-langit yang tinggi, hidung kuda, septum nasal yang melengkung, telinga kecil, gigi yang bertumpuk, garis telapak tangan seperti garis telapak tangan kera. Janin yang terkena zat radio aktif selelah 3 bulan kehamilan mengakibatkan bayi menderita mikroccphaly dan tunagrahita disertai dengan kelidaknormalan pada kulit (pigrnentasi dan vertiligo), serta kelainan organ visual.
Penyebab kelainan otak secara khusus dilihat dan jenis kelainannya adalah:
a. Radang seluput otak (meningitis)
Terjadi akibal lersumbatnya aliran caiian otakyang disebabkan oleh: 1) Selaput otak (arakhnoida) terkena infeksi, 2) Terkumpulnya kuman-kuman pada permukaan otak.
b. Infeksi Jaringan Otak (Ensephalities)
Penyebab utama penyakit ini adalah virus dengan gejala sebagaj berikut Suhu badan naik secara mendadak, interpireksia atau kesadaran menururi dengan cepat. Pada anak yang agak besar keluhan nyeri pada kepala, muntah-muntah dan kejang-kejang.
c. Hydrocephalus
Adalah keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya LCS (Liquor Cerebral Spinal) dengan lekanan intra kranial yang meninggi, Sehingga terjadi pelebaran-pelebaran tempat mengalirnya LCS. Penyebab terjadinya:
(1) Kelainan Kongenital; Adalah kelainan yang berasal dari tubuh itu sendiri. Kelainan yang paling banyak adalah adanya kelainan dari salah satu saluran LCS yang disebut Aquaduktus Silfii, dalam keadaan tertutup samasekali atau sangat sempit.
(2) Infeksi; Adalah terjadinya jaringan sekitar piamater dan arakhnoid yang disehabkan oleh sejenis penyakit.
(3) Tumor otak; Apabila tomor otak tidak segera diambil maka akan mengganggu mengalirnya LCS (Liquor Cerebral Spinal).
d. Mikrocephalus; Yaitu tidak tumbuhnya jarinyan otak akibat gejala retardasi ukuran kepala lebih kecil dari pada yang normal.
B. Sum-Sum Tulang Belakang
Gangguan alau kelainan yang terjadi pada sum-sum tulang belakang dapat disebabkan karena adanya Iesi yang lerjadi pada sum-sum tulang belakang. Lesi-lesi tersebut dapal ditimbulkan oleh trauma. toksin: infeksi, kelainan vaskular, proses degenerasi neoplasma atau malfomasi congenital.
Adapun jenis-jenis lesi pada sum-sum tulang belakang yang menyebabkan kelainan pada sum-sum tulang belakang adalah;
1. Lesi sentral yang kecil; Hampir selalu mengenai traktus spinotalamikus dikedua sisi pada tempat dekusasi.
2. Lesi sentral yang besar; Disamping jaras nyeri juga mengenai bagian-bagian dari traktus yang berdekatan atau kedua-duanya.
3. Lesi periver yang tidak beraturan; Misalnya luka tusuk, kompresi dari surnsum tulang belakang mengenai jaras panjang dan zat kelabu: fungsi-fungsi dibawah tingkat dari lesi menghilang.
4. Hemiseksi sempurna; Hemiseksi sempurna dari sumsum tulang belakang menyebabkan Sindro Brown Sequard. Lesi diluar sumsum tulang belakang (lesi ekstra medula) dapat mengenai fungsi dari sumsum tulang belakang itu sendiri.
5. Tumor dari akar dorsaf; Misalnya neofibroma atau schwannoma mengenai neuro sensorik golongan pertama dan suatu segmen.
6. Tumor dari mening atau tulang; Tumor dari mening atau tulang dapat menekan sum-sum tulang belakang pada vertebra, sehingga menyebabkan gangguan dan fungsj-fungsi sistem serabut asenden dan desenden.
Sebab-sebab kelainan sumsum tulang belakang dilihat dari jenis kelainannya adalah sebagai berikut;
1. Sindrum Brown Sequard; Sindrom ini disebabkan oleh Hemiseksi dan sumsum tulang belakang sebagai akibat dari siringornielia, tumor sumsum tulang belakang, hematomielia, luka tembak atau tusuk dan lain-lain. Tanda dan gejalanya adalah;
a) paralisis neuron-motoriks-bawah ipsilateral pada segmen dimasa lesi terjadi,
b) paralisisneuron-motariks-atas ipsilateral di bawah segmen yang mengalami lesi,
c) suatu zona anestesi kulit ipsilateral pada segmen yang mengalami lesi,
d) hilangnya rasa propnosepsj:vibrasi dan diskriminasi,
e) Ipsilateral dibawah segmen yang mengalami lesi, dan
f) hilangnya rasa nyeri dan subu kontralateral dibawah lesi.
Hiperestesi dapat terjadi pada segmen yang mengalami lesi atas di bawah segmen yang mengalami lesi secara ipsilateral atau pada kedua sisi.
2. Tabes Dorsalis; Suatu bentuk sifilis tersier ditandai dengan ataksia yang mencolok yang di sebabkan karena hilangnya jaras propriosepsi (akar dorsalis dan kolumna dorsalis). Gangguan sensoris subyektif yang di kenal sebagai krisis tabetik terdiri dari nyeri kram yang hebat pada lambung laring dan visera lainnya.
C. Siringomielia; ditandai dengan hilangnya rasa nyeri dan suhu pada setinggi beberapa segmen, walaupun biasanya rasa raba dan tekan penderila di daerah yang terkena masih tetap utuh atau disosiasi anestesia. Sindrom ini disebabkan pembesaran abnormal dan kanalis sentralis (hydromielia) atau oleh pembenlukan celah (siring) didalam sumsum tulang belakang itu sendiri. Siring tersebut dapat mengenai zat kelabu ventralis, sehingga menimbulkan lesi neuron motorik bawah.
4. Degenerasi gabungan sub akut (klerosis postero lateralis); Defisiensi ekstrom dalam pemasukan atau pcnggunaan vitamin B12 (sianokobalamin) dapat menimbulkan degenerasi pada kolumna putih dorsalis dan lateralis. Didapatkan hilangnya rasa posisi, diskriminasi dua titik dan fibrasi. Gaya berjalan ataksia,, kelemahan otot, reflek otot dan hiperaktif, spasititas dari ekstremitas, dazn tand babinski yang positif dapat dijumpai. Hampir ½ dari sindrom defiensi imunitas yang didapat (AIDS) menderita sindrom ini.
5. Syok Spinal; Sindrom ini diakibatkan oleh transeksi dari atau cidera berat pada sumsum tulang belakang. Hilangnya perangsangan secara mendadak dari tingkat-tingkat yang lebih tinggi, atau akibat dari over dosis anestesi spinal. Seluruh segmen tubuh dibawah tingkat yang mengalami kerusakan menjadi lumpuh dan tidak mempunyai rasa; semua reflek termasuk reflek otonom, tertekan. Syok spinal biasanya bersifat sementara dapat menghilang 3-6 minggu dan disusul dengan suatu masa dimana reaksi reflek meningkat.
D. Soal-soal Latihan
1. Jelaskalah sebab-sebab kerusakan otak
2. Jelaskanlah sebab-sebab kerusakan Vetebrae
3. Berikanlah contoh kerusakan otak dan vetebrae pada anak berkebutuhan khusus

PERTEMUAN XIII
GANGGUAN PADA OTAK BESAR DAN OTAK KECIL

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Memberikan conto-contoh kerusakan pada otak besar
2. Memberikan contoh-contoh kerusakan pada otak kecil
3. Memberikan contoh kerusakan otak besar dan otak kecil serta bentuk kelainan pada anak berkebutuhan khusus
B. Materi Kuliah
1. OTAK BESAR
1. Sindrom Lobus Frontalis
a. Kerusakan area 44 (broca) afasia motorik
b. Kerusahan daerah pre frontal (area 9,10,11,12) mengakibatkan .
– Gangguan Lingkah laku
– Hilangnya sikap pantas terhadap sekitarnya
– Kurang pengendalian diri
– Kurang inisiatif dan kreasi
– Abulla (masabodoh)
– Euforia (bersenang hati yang tidak sesuai)
– Berkelakar tidak pada tempatnya
– Menangis, lertawa yang cepat bergantian tanpa rasa bersedih dan bergembira
d. Area 4; Jika terjadi kerusakan pada area ini maka terjadi kelainan yaitu kelumpuhan kontralteral.
e. Area 6 ; Jika area ini mengalami kerusakan maka orang akan kehilangan gerakan kaeahhan misalnya semula pandai menulis lalu menjadi lupa.
2. Sindrom Lobus Parrietalis berupa ;
a. Kerusakan pada area 5 dan 7 (pusat asosiasi perabaan), tidak mengenal perabaan atau Agnosia taktil
b. Kerusakan pada area 40 berupa astereognosis yaitu hilangnya kemampuan mengenal dengan sensibilitas taktil. Tidak dapat membedakan bentuk, ukuran, dan susunan objek
3. Sindrom Lobus Oksipitalis berupa:
 Kerusakan pada area 7 mengakibatkan bula sentral
 Kerusakan pada area 18 dan 19 dominan korpus kulosum posterior yaitu Aleksia
 Kerusakan pada lobus oksipitaIis dominan adalah agnesia warna tetapi tidak sama dengan buta warna.
 Kerusakan pada bagian infeerior lobus oksipitalis temporalis bilateral prosa pagnosia yaitu tidak mengenal wajah orang yang dikenal tetapi bila mendengar suaranya akan mengenal orang itu.
 Kerusakan pada bagian inferolaretal lobus oksipitalis dominan adalah simultagnosia yaitu tidak mengenal suatu objek secara utuh tetapi mengenal objek itu secara detail Contoh: a) Tidak mengenal gambar binatang secara utuh tetapi mengetahui kaki atau ekor binatang lersebut dan tidak dapat membaca kata-kala secara utuh kecuali kalau dieja.

4. Sindrom Lobus Temporalis Berupa:
 Kerusakan pada pusat otak primer area 14 dan 42 yaitu tuli sentaral alau kortikal
 Kerusakan pada area Wernicke yaitu afasia sensoris dengan ciri-ciri tidak dapat mengerti bahasa ucapan maupun bahasa tulisan dan tidak dapat mengulang kata-kata.
 Kerusakan pada lobus temporalis kiri berupa gangguan memori, verbal, dan agnosia musik
5. Spaslik (tipe kejang kaku )
Letak kerusakan pada cerebral palsy tipe spastik dipusat pergerakan dan traktus piramidalis atau cortexs serebral. Yang memiliki fungsi mengontrol gerak refleks tubuh.olek karena itu otot syaraf yang mengontrol gerak refleks tidak berfungsi maka anak yang bersangkutan nmengalami kejang-kejang.

Letak kerusakan pada cerebrai pafsy tipe spastik dipusat pergerakan dan traktus piramrdalis atau cortexs serebri. Yang memiliki fungsi mengontrol gerak refleks tubuhp olek karena itu otot syaraf yang mengontrol gerak refleks tidak berfungsi maka anak yang bersangkutan mengalami kejang-kejang.
Penyebab Kelainan Otak Besar
Adanya kelainan seperti diatas bisa disebabkan oleh beberapa faktor:
1 Pra Natal
Kelainan terjadi selama perkembangan janin dalam kehamilan ibu, seperti ibu menelan obat-obat tertentu yang dapat merusak otak janin mengalami infeksi, minum alkohol atau mengalami cedera atau mendapat penyinaran.

2. Natal
Kelainan terjadi pada saat kelahiran seperti kurang oksigen yang mengalir ke otak (hipoksia). kerusakan karena tindakan (forsep) atau trauma lain pada otak bayi.
3. Post Natal
• Cedera kepala yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak, kejang-kejang dapat timbul pada saat terjadi cedera kepala atau baru terjadi dua atau tiga tahun kemudian.
• Tumor otak merupakan penyebab yang tidak umum terutama pada anak-anak.
• Penyumbatan pembuluh darah otak atau kelainan pembuluh darah otak .
4. Radang Susunan Syaraf Pusat
a) Meningitis adalah radang selaput otak yang terjadi pada lapisan araknoid dan piameter. Penyebabnya adalah kumna jenis pneumacocus, Gangguan pada kemampuan untuk melaksanakan gerak berganti-ganti dan berulang-ulang, hemophilus, influenza dll. Gejala dari meningitis suhu badan naik, muntah-muintah, lesu, anak yang agak besar mengeluh sakit kepala.
b) Encephalities (infeksi jaringan otak); Penyebab utama penyakit ini adalah virus. Gejala klinik berupa suhu badan naik secara mendadak, kesadaran menurun dengan cepat, keluhan nyeri pada kepala, muntah-muntah dan kejang-kejang.
c) Hydrocephalus; Merupakan keadaan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya LCS dengan tekanan intrakranial yang meninggi sehingga terjadi pelebaran-pelebaran tempat mengalirnya LCS. Penyebabnya adalah kelainanan congenital, infeksi, tumuor otak, pendarahan otak. Hidrocepalus ini bias menyebabkan kepala menjadi besar atau menjadi kecil.
5. Epilepsi; Adalah gangguan fungsi otak yang timbul kerena terjadi loncatan muatan listrik dari neuron-neuron otak yang terjadi secara berkala, tibab-tiba, tidak teratur dan berlebihan. Bangkitan epilepsy dianggap sebagai suatu lepas muatan (discharge) dari suatu bagian substantia grisea tertentu dari kortek serebri.
B. OTAK KECIL
Bentuk-bentuk kelainan otak kecil dapat berupa kelainan berikut;
1. Dismetri; Ketidakmampuan untuk menaksir atau mengukur jarak secara tepat, menimbulkan gerak yang meliwati sasaran yang ingin dicapai dengan secara konsisten menunjuk kesisi benda sebelah lesi.
2. Adiodokokinesis; Gangguan pada kemampuan untuk melaksanakan gerak berganti-ganti dan berulang-ulang.
3. Tremor intensi atau aksi: Nampak pada melakukan sualu gerak sadar dan berkurangatau tidak ada pada istirahat.
4. Ataksi batang tubuh; Ataksi batang-tubuh ini mirip jalan orang mabok. Hal ini bisa disebabkan karena adanya tumor lobus nodular.
5. Rigiditas deserebrasi; Adanya peningkatan tonus otot ekstensor dan refleks sikap badan sehingga mirip rigiditas deserebrasi.
6. Atetoid (tipe menari ); Merupakan akibat dari luka atau rusaknya cerebelum (otak kecil) yang memiliki fungsi utama sebagai pengontrol keseimbangan dan koordinasi otot..

C. Soal-soal Latihan
1. Berikanlah conto-contoh kerusakan pada otak besar
2. Berikanlah contoh-contoh kerusakan pada otak kecil
3. Berikanlah contoh kerusakan otak besar dan otak kecil serta bentuk kelainan pada anak berkebutuhan khusus

PERTEMUAN XIV
KERUSAKAN SISTIM MOTORIS DAN GANGLIA BASALIS

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan jalur saraf sistem motoris
2. Memberikan contoh kerusakan pada jalur saraf sistem motoris
3. Memberikan contoh kerusakan ganglia basalis serta hubungannya dengan anak berkebutuhan khusus
B. Materi Perkuliahan
1. Sistem Motoris
Komponen yang bekerjasama sehingga dapat terfaksananya motorik,’ gerakati yang sempurna, yaitu :
1. Gerakan otot; a) kerusakan saraf motoris perifer menyebabkan kelumpuhan pada tulang atau merendahnya tonus otot (hipotonis dan atonis), merendah atau menhilangnya refleks otot (hipotropi atau otropi). b) Kerusakan saraf motoris sentral menyehabkan kelumpuhan yang bersifat kaku, otot menjadi hipertonis, refleks-refleks tidak normal dan gizi atau trofik dari otot tidak berubah.
2. Koordinasi; Gangguan koordinasi disebabkan karetia kerusakan otak kecil/ serebelum. Kelaman koorJinasi ada 2 mac am :
a) Ataksia statik . pada waktu duduk dan berdiri penderita akan tampak bergoyang-goyang,
b) Ataksia dinamis : tampak pada titik lenturnya gerakan pada waktu :
 menunjuk hidung sendiri
 mempertemukan 2 ibu jari
 mempronasi dan supinasi lengan bawah berganii-ganti dengan cepat
 Menyusun tibia-tibia dengan hebit kaki lainnya
 Menjangkau suatu barang
 Menulis
3. Gangguan keseimbangan; Gangguannya yaitu hilangnya keseirnbangan.
4. Re fleks; Keruskan pada komponen ini dapat menyebabkan tubuh tidak dapat melakukan gerakan reflek / gerakan yang sangat cepat.
5. Tonus otot; Kerusakan pada ganglia basal: menyebabkan otot-otot menjadi kaku sehingga ekstrimitas menjadi regid, ini terdapat pada orang yang menderita penyakit Parkinson.
B. Gianglia Basalis
Sindrom klinis yang merupakan akibat dari kerusakan ganglia basalis, diantaranya ;
1. Parkinson; Kerusakannya pada globus palidus dan substanstia njgra. Gejala-gejala yang tampak : kekauan pada otot-otot. Kekakuan ini mengenai otot-otot muka, otot-otot fleksor dan ekstensor secara serentak sehingga rigiditas. Disamping itu juga terdapat tremor yang kasar pada tangan atau kepala.
a. Rigiditas; Penderita memperlihatkan resistensi terhadap gerak pasif kesegala arah, contohnya :
 Dari sikap berdiri, penderita mengalami kesulitan untuk melakukan langkahnya yang pertama.
 Kesulitan yang sama juga terjadi ketika penderita hendak menghentikan langkahnya / geraknya. Selama berjalan majun kaki diseret dalam langkah-langkah pendek.
 Muka seperti topeng mempunyai ekspresi tetap yang tidak disertai respon emosional spontan yang terbuka.
b. Tremor; Tremor dengan frekuensi dan amplitude tetatur terjadi pada saat penderita beristarahat, tremor itu berkurang / hilang pada saat bergerak dan bertambah parah oleh ketegangan emosonal.
c. Hemabalisrmus; Kerusakannya pada Nukleus subtalamikus. Gejala-gejalanya yaitu berupa gerakan-gerakan melempar-lempar, memutar-mutar dari lengan, menendang-nendang, memutar-mutar dari tungkai. Gerakan-gerakan ini berhenti selama tidur.
d. Korea: Kerusakannya pada Putamen. Berciri suatu arus sinamhung yang terdiri dari gerak-gerak yang berbeda-beda. Gerak-gerak itu menyentak. tidak teratur, kuat, cepat dan tanpa tujuan dan berlangsung pada anggota badan disertai kedutan tidak sadar pada muka.
e. Korea Huntington; ialah bentuk herediter yang dengan semakin bertambahnya umur penderita secara progresif menjadi semakin parah setelah timbulnya pertama kali yaitu sering pada umur 30-an yang lanjut. Kerusakan stritum dan korteks serebrum dianggap sebagai penyebabnya.
f. Atetosis; Kerusakannya pada globus palidus. Gejala-gejalanya : gerak lambat dan menjadi berlebih-lebihan oleh gerak sadar, sifat lambat dan menggeliatnya gerak tidak sadarini pada anggota badan nampak seperti cacing. Aduksi dan abduksi pada sendi bahu disertai oleh fleksi dan ekstensi pangkal lengan dan Jari. Selama gerak anggota badan mungkin terjadi seringaian muka.

C. Soal-soal Latihan
1. Jelaskanlah jalur saraf sistem motoris
2. Buatlah contoh kerusakan pada jalur saraf sistem motoris
3. Berikanlah contoh kerusakan ganglia basalis serta hubungannya dengan anak berkebutuhan khusus

PERTEMUAN XV
KERUSAKAN TALAMUS DAN HIPOTALAMUS

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Memberikan contoh-contoh kerusakan thalamus
2. Memberikan contoh-contoh kerusakan Hipothalamus
3. Membedakan bentuk kerusakan Thalamus dan Hipothalamus serta kaitannya dengan jenis anak berkebutuhan khusus
B. Materi Perkuliahan
1. Kerusakan Talamus
Talamus merupakan tempat pemrosesan nukleus yang menjadi koordinator dan pengatur aktititas fungsional korteks serebrum, yang terdapat dibagian diensephalon (perperan pada sistem sensonk dan mengontrol fungsi motonk).
Ada beberapa kerusakan yang ditimbulkan pada talamus akibat gangguan dari nukleus fungsional sensorik dan nukleus motorik, yaitu:
1. Gangguan pada nukleus sensorik.
a. Kerusakan pada korpus Genikulatum Mediale yang merupakan stasiun penghantar rangsangan pendengaran dapat mengakibatkan ganguan pendengaran.
b. Kerusakan pada korpus Genikulatum Laterale yang merupakan sistem penghubung dalam sistem optik penglihatan dapat mengakibatkan ganguan penglihatan.
c. Gangguan pada beberapa jenis rasa, nyeri, raba, tekan dan suhu. Kerusakannya terjadi pada Posterior Ventralis (VP) dan Korpus Genukulatum. Karena pengetahuan sadar akan aspek kasar, rasa, nyeri, raba, tekan dan suhu direalisasi dita lam us .Akibat yang ditimbulkan dari kerusakan ini adalah Hiperpatia yaitu merasakan nyen yang amat sangat (rasa yang tidak menyenangkan)r. rasa panas dan dingin yang meningkat dari rangsangan yang ringan
2. Gangguan pada nukleus motorik; Yaitu gangguan pada nukleus Ventra Lateral (VL) yang merupakan nukleus integral dalam sirkuit umpan balik dan otak kecil dan gangfion basal ke kortek motonk. Apabila ada gangguan pada VL akan berpengaruh terhadap aktivitas motorik, diantaranya yaitu tremor dan rigiditas pada penderita penyakit parkinson.
2. HIPOTALAMUS
Hipotalamus terletak dibawah dan didepan dari talamus. Ada beberapa gangguan yang ditimbulKan dan kerusakan hipotalamus diantaranya yaitu :
1. Gangguan pada aktivitas makan
a. Anoreksia; Yaitu hilangnya nafsu makan karena terjadi kerusakan pada pusat rnakan yaitu didalam nipotatemus lateralis, yang akan mengakibatkan Emasiasi atau kehilangan berat badan yang besar.
b. Hiperfagia; Yaitu makan yang berleblhan atau makan yang tidak terkendali, karena terjadi kerusakan pada pusat kenyang cirdalarn nukleus ventro medialis yang fungsmya untuk menghentikan rasa lapar dan menghambat pusat makan apabila kadar glukosa darah yang tinggi tercapai setelah asupan makanan, akibatnya dapat manimbuikan Obesitas

2. Abnormalitas pengaturan suhu
Akibat gangguan pada hipotalamus anterior yaitu yang berperan sebagai respon terhadap panas dan gangguan pada hipotalamus posterior yang berperan sebagai respon tertiadap dingin, gangguan mi dapat mengakibatkan :
a. Hipertermi atau demam karena peningkatan suhu tubuh
b. Hipotermi yaitu penurunan pada suhu tubuh
3. Gangguan pada pengendalian kandung kemih; akibat kerusakan pada nukleus Paraventrikular.
4. Gangguan pada aktivitas tidur; yang tidak dapat menginduksi rasa kantuk atau sulit tidur karena tidak adanya rangsangan terhadap hipotalamus dalam memproyeksi rasa kantuk.
5. Gangguan pada emosi; Hipotalamus terlibat didaJam pengungkapan rasa rnarah, takut, kebencian dan kesenangan. Apabila terjadr gangguan akan mengakibatkan pergeseran prilaku kearah yang pasif atau dari pasif ke agresif, marah yang berlebihan atau ketakuan yang berlebihan,
6. Gangguan pada prilaku seksual; Hipotalamus terlibat didalam prilaku seksual yaitu pada hipotalamus ventalis anterfor. Apabila terjadi kerusakan akan berpengaruh kepada prilaku seksual yaitu hiper seksual dan kurang adanya inhibisi seksual.

C. Soal-soal Latihan
1. Berikanlah contoh-contoh kerusakan thalamus
2. Berikanlah contoh-contoh kerusakan Hipothalamus
3. Sebutkanlah perdaan jika terjadi kerusakan Thalamus dan Hipothalamus serta kaitannya dengan jenis anak berkebutuhan khusus

PERTEMUAN XVI
GANGGUAN-GANGGUAN PADA SUM-SUM TULANG BELAKANG

A. Tujuan Instruksional
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat;
1. Menyebutkan fungsi dari sumsum tulang belakang
2. Menyebutkan nama-nama saraf sumsum tulang belakang
3. Bentuk-bentuk kelainan pada anak berkebutuhan khusus
B. Materi kuliah
Sebagai mana telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya: fungsi umum dari meduLa spinal is, sum-sum tulang belakang ini adalah:
I. Mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh 2 Berfungsi dalam gerak reflek
dan sini sudah dapat garnbaran bahwa apabila terjadi gangguaalesi pada sum-sum lulang belakang ini, tcntu pongaruhnya akan sangat besar pada aktifitas seseorang. Terutama sekali dalam gerak refleknya.
Berikut mi akan dijabarkan bcherapa macam kelainan’gangguan/lcsi yang
pada suin-sum lulang belakang. \
1. l^si pada neuron motonk bawah
Lesi ini biasanya terletak didalam scl-scl kollumna kdabu ventralis dan sum-sum tulang belakang. Lesi ini dapat duimbulkan oleh trauma, toksin, mfcksi, kelainan vasknlar Biasanva ditandai dengan paralisis Haksid dan olot-otot yang terkena Atropi pada otot. reflek tendon yang menurun/menghilang serta tidak adatiya reflek patologik.
2. Lesi pada neuron mutorik atas
Terjadi lesi pada kotlnmna pulih lateralis dari sunvsum tulang belakang. Biasanya ditandai dengan adanya paralisis (kelcmahan), spa&tis, pada otot yang lerkena sedikit atropi atau bahkan tidak adanya atropi pada otot, reflek tendo yang hiperaktif
3. Lesi sentral kecil
Hampir se]alu mengcnai traktus spino talamikus dikcdua sisi pada lempat delasasir
4. Lesi sentral besar
Disamping jaras nyeri, juga mengenai bagian-bagian dari traktus yang berdekatan, zat kelabu yang berdekatan, atau kedua-dnanya.
5. Lesi perifer yang tidak beraturan/Iiemiseksi tidak sempurna Biasanya tidak mcngenai jaras panjang dan zat-zat kelabu
6. Hemiseksi sempurna
Menyebabkan smdroma Brown Sequard
7. Tumordi akardorsal
Terjadi pembengkakan pada neuron scnsurik 8 Tumor dari tulang
Dapat mcnekan sum-turn tulang betekang pada vertebrae pchingga
mcnyebabkan gangguan dari fungsi-fungsi sistim serabut asenden dan
descnden Bebcrapa contoh kelaman pada sum-sum Tulang belakang
1. Hcmiseksi sum-sum tutang belakang (Sindroma Brown Sequard)
Smdroma mi disebabkan oleh hemiseksi dari sum-sum tulang belakany^ebagai akibat dari smngomielia, tumor sum-sum tulang belakang: hematomielia, luka tembak atau tu&uk, dll. ‘I anda-tanda atau gejalanya adalah: paralisis neuron motorik bawah ]psilateral segmen dimana fesi terjadi, paralisis neuron motorrk atas ipsilateral bawah, scgmennya mengalami lesi, hilangnya rasa probnosepsi^ Fibrasi dan diskritninasi dua titik ip&ilateral dibau-ah segmen yang mengalami Icsi dan hilangnya ra^a nyeri dan suhu kontra Jaterat dibawah lesi.
2. Siringomielia
Ditandai dent-an hilangnya rasa nyeri dan suhu pada setinggi beberapa scgmen, \\alaupun biasanya rasa raba dan tekan penderila didaerafi yang terkcria masih telap utuh. Sindrom mi mungkin discbabkan olch pembesaran abnormal dari kanalis sentralis (Hidromicha) alau oleh pembentukan cclah (Siring) didalam sum-sum tulang belakang itu sendiri. Siring ini dapat mengenai zat kdabu vcntralis. schagian menimbulkan Je&i pada neuron motorik bawah.
3. SkJerosis posterolateralis
4. Tabes Dorsalis
5. Syok Spinalis
6. Paraplegi
1. KELANAN OTAK
1. Hidrocephalus
Anak ini memiliki ciri-ciri kepala besar, raut muka kecil, tengkoraknya ada yang membesar dan ada yang tidak, pandangan dan pendengaran tidak sempunia, mata kadang-kadang juling. Kondisi ini terjadi disebabkan oleh dua hal, yaitu; cairan otak yang berlebihan, dan sistem penyerapan yang tidak seimbang dengan cairan yang dihasilkan. Bila hal tersebut terjadi sebelum tahir, maka sibayi jarang lahiv dalam keadaan hidup.
2. Mikrocephalus dan Makrocephalus
Kedua istilah tersebut menunjukkan adanya kelainan dalam bentuk kepala. Seseorang dengan tipe mikrocephal memiliki ukuran kepala yang kecil, Kebanyakan dari mereka menyandang tunagrahita yang berat dan sedang. Selain itu ada yang menderita Cerebal Palsy. Anak dengan tipe makrocephal memiliki ukuran kepala yang besar.
3. Down Syndrom
Syndrom Down merupakan kelainan materi genetik (kromosom) sehingga mangakibatkan penyimpangarn perkembangan fisik dan sustim saraf pusat. Anak Down Syindrom disebut juga dengan istilah Mongoloid dengan ciri-ciri. mata sipit dan miring, lidah tebal dan berbelah-belah dan biasanya suka menjulur keluar, telinga kecil, tangan kering makin dewasa kulitnya semakin kasar, kebanyakan mempunyai susunan gigi geligi yang kurang baik, sehingga berpengaruh pada pencernaan, dan lingkar tengkorak kecil.
4. Cerebral Palsy
Cerebral palsy merupakan kelainan otak yang sangat komplek yang dapat terjadi pada saat sebelum lahir dan maupun sesudah lahir sehingga menyebabkan kelainan gerakan karena terjadi kerusakan pada sel-sel motorik susunan saraf pusat yang baru tumbuh. Keadaan cerebral palsy banyak terjadi pada anak yang dilahirkan belum cukup umur (premature) dan pada bayi yang mengalami kesukaran pada proses kelahiran.

5. Meningitis
Meningitis disebut juga dengan radang selaput otak, terjadi pada lapisan arakhnoida dan piamater. Penyebabnya sejenis kuman seperti pneumococcus, salmonellaty phosa, hemophilus, meningocus, stopicoccus, dan strepcoccus.
Radang selaput otak terdiri dari dua bagian yaitu :
a. Meningitis Purulenta; terjadi akibat raedang paru-paru atau radang jaringan selaput otak. Gejala klinisnya ada tiga bagian; a) gejala infeksi akut berupa suhu badan naik, muntah-muntah lesu, mudah terangsang, anak yang agak besar mengeluh sakit kepala, b) gejala atekanan intrakranial yang meninggi berupa; timbul kekejangan, kesadaran menurun, ubun-ubun besar menonjol dan tegang, strabismus, c) kuduk atau tengkuk menjadi kaku.
b. Meningitis Tuberkulosa atau Serosa; terjadi akibat tersumbatnya aliran cairan otak disebabkan selaput otak terkena infeksi dan terkumpulnya kuman-kuman pada permukaan otak. Ini paling banyak menyerang anak yang daya tahan tubuhnya lemah. Serangan meningitis tuberkulosa terdiri atas tiga bagian seperti;
1) Tahap 1 disebut stadium predroma; Pada stadium ini serangan meningitis tuberkolosa terjadi secara perlalian*lahan.
2) Tahap dua disebut stadium Tratiti; Pada stadium ini suhu badan meninggi, timbul kekejangan, kesadaran menurun.
3) Tahap tiga disebul stadium terminus; Pada stadium ini terjadi kelumpuhan-kelumpunan, pupil melebar dan tidak beraksi sama sekali, nadi dan pernapasan tidak teratur.
6. Ensephatities
Ponyebab utama penyakit ini adalah virus gejala klinik. Gejalanya. berupa suhu hadan naik, kesadaran menurun dengan cepat. Pada anak yang besar keluhan berupa nyeri kepala, muntah-muntah.
2. KELAINAN VERTEBRAE
1. Kiposis, Lordosis, Skoliosis
Pada dasarnya, bayi yang masih ada dalam kandungan, punggungnya membengkok kearah belakang, baru setetati bayi lahir terutama saat bayi pandai rnengangkat pantatnya, maka timbul pembengkokan kemuka. Namun pada masa pertumbuhan, terutama dalam menahan gaya badan saat duduk, berdiri dan berjalan, kadang-kadang terjadi pembengkokan yang luar biasa akibat kebiasaan yang salah,
Kiposis merupakan pembengkokan tulang kearah belakang (seperti bungkuk), lordosis merupakan pembengkokan tulang punggung kearah depan, dan Skoliosis pembengkokan tulang kearah kiri atau kanan.
2. Spirabifida
Yaitu gangguan yang disebabkan oleh tertutupnya saluran tulang belakang. Biasanya terjadi pada minggu ke 4 masa embrio. Gangguan ini biasanya lerdapat pada daerah posterior, terutama pada perbatasan lumbal dan sakral. Beberapa jenis Spinabifida yaitu:
a. Spinabifida Occulta; Yaitu tertutupnya saluran tulang belakang pada ruas V lumbal dan ruas I. Sakral yang ditumbuhi rambut yang tebal Gangguannya : Penderita mengalami Enurosis / mengompol karena terganggunya tungsi saluran air seni.
b. Spina bifida Menningocele; Yaitu pada daerah posterior saluran tulang belakang terbuka, sehingga selaput penutup saluran tulang belakang tersebut menggelembung keluar (seperti balon yang didalamnya berisi cairan).
C. Soal-soal Latihan
1. Sebutkanlah fungsi dari sumsum tulang belakang
2. Sebutkanlah nama-nama saraf sumsum tulang belakang
3. Berikanlah contoh bentuk kelainan pada anak berkebutuhan khusus

DAFTAR PUSTAKA

1. David Bewer (1974), Kartono M & Triguna S, Pengantar Kepada Ilmu Urai dan Faal Tubuh, jakarta, PT. Dian Rakyat.
2. WF Ganong (1983), Alih Bahasa Aji Dharma, Fisiologi Kedokteran, Jakarta, EBC
3. Richard S. Shall (1999), Neuro Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran, Jakarta, EBC
4. JG. Chusid Aji Dharma (1987), Neuro Anatomi Korelatif dan Neuro Anatomi Fungsional, Yogyakarta, Gajahmada.
5. Debdikbud (1989) Biologi SMA Jakarta.
6. Evelyn C. Pearce (1983), Anatomi Fisiologi untuk para medis, Jakartya Gramedia.
7. Soemarmo Markam, (1982), Neuro anatomi, Jakarta, Indira
8. Dr. Aulia, (1992), Anatomi fisiologi tubuh manusia, Akademi Perawat Padang.
BAHAN AJAR

“ANATOMI FISIOLOGI & GENETIKA,
NEUROLOGI DAN VETEBRAE”

Penulis : Drs. Jon Efendi, M.Pd

Dibiayai dengan:
Dana Proyek Peningkatan UNP Padang
DIP Nomor : 21/XXIII/08/1/–/2004

JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2004

KATA PENGANTAR
Kebutuhan bahan ajar bagi mahasiswa di Jurusan Pendidikan Luar Biasa dirasakan masih sangat kurang, untuk itu perlu suatu usaha bagi dosen untuk mempersiapkan perkuliahan agar efektif. Di antara kemajemukan bahan ajar dari segi kebutuhan belajar mahasiswa di jurusan sangat ditentukan oleh bagaimana usaha dosen mempersiapkan perkuliahan sejak awal, maka dari itu untuk perkuliahan Anatomi fisiologi dirasakan perlu mempersiapkan bahan ajar yang lebih mengarah pada kepentingan yang menunjang pembelajaran sesuai dengan berbagai jenis anak-anak luar biasa. Nama Matakuliah : ANATOMI FISIOLOGI & GENETIKA, NEOROLOGI DAN VETEBRAE, Bobot : 3 (tiga) SKS, Klp. Mata Kuliah MKK.
Anak-anak Berkebutuhan Khusus memiliki latar belakang penyebab dan letak kelainan secara anatomis yang beragam. Penyebab tersebut akan mencirikan kelainan yang khas bagi anak berkebutuhan khusus.
Bahan ajar ini disesuaikan dengan jumlah pertemuan tatap muka dalam perkuliahan Anatomi Fisiologi dan Genetika. Adapun materi yang disajikan meliputi; kelainan penglihatan, kelainan pendengaran, Gangguan intelektual, Gangguan motorik, Gangguan sosialisasi dan lain yang bersangkutan dengan karakteristik Anak-anak berkebutuhan khusus.
Akhirnya semoga bahan ajar yang disajikan secara singkat ini dapat digunakan bagi mahasiswa di jurusan PLB dan bagi para pembaca yang ingin memperoleh informasi tentang kelainan yang berhubungan dengan sisi pandang anatomi fisiologi.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
PERTEMUAN I; PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP 1
PERTEMUAN II; FAAL PENGLIHATAN DAN PENDENGARAN 5
PERTEMUAN III; INDRA RASA KECAP DAN PENCIUMAN 10
PERTEMUAN IV; SENSORIK UMUM, SIKAP DAN KESEIMBANGAN 15
PERTEMUAN V; KERANGKA DAN OTOT MANUSIA 23
PERTEMUAN VI; GENETIKA DASAR 34
PERTEMUAN VII; SISTEM PERSARAFAN 41
PERTEMUAN VIII; SUSUNAN FUNGSI OTAK BESAR DAN KECIL 52
PERTEMUAN IX; SISTEM MOTORIK DAN GANGLION BASALIS 55
PERTEMUAN X; THALAMUS DAN HIPOTHALAMUS 61
PERTEMUAN XI; MEDULA SPINALIS 64
PERTEMUAN XII; SEBAB KELAINAN OTAK DAN VETEBRAE 67
PERTEMUAN XIII; GANGGUAN OTAK BESAR DAN OTAK KECIL 75
PERTEMUAN XIV; KERUSAKAN SISTEM MOTORIS 81
PERTEMUAN XV; KERUSAKAN THALAMUS DAN HIPOTHALAMUS 85
PERTEMUAN XVI; GANGGUAN PADA VETEBRAE DAN ABK 89
DAFTAR PUSTAKA 96

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: