IDENTITAS PROFESIONAL KONSELOR

IDENTITAS PROFESIONAL KONSELOR
Oleh : Jon Efendi
Prog. BP ( BAK )

Sejarah Konseling Profesional
Konseling dikatakan sutu profesi baru pada abad kedua puluh, yang diorganisir oleh orang-orang yang tidak puas terhadap keadaan yang ada. Para pioner dalam profesi sebagai penggerak reformasi sosial menarik perhatian sesunguhnya terhadap buruh, anak-anakdan anak dalam transisi dari sekolah dan lingkungan.

Gerakan Bimbingan
Program gerakan bimbingan ini disampaikan oleh kritikus dan penggerak reformasi sosial, dan juga sebagai pelopor konseling modern, yang diterapkan di sekolah maupun di masyarakat. Para pionernya memilki bermacam bidang kehidupan, misalnya Frank Parsona sebagai pendiri memilki latar belakang sebagai insinyurr bekerja dalam indusri baja dan mengajar di sekolah yang disebut “Sosial Darwinisme” dengan penekanan mempersiapkan siswa agar dapat dalam masyarakat yang kompetitif dan materialistik. David s . Hill, menekan pada bimbingan dalam mengembangkan manusia untuk membangun masyarkat yang lebih baik.
Dengan adanya bimbingan memiliki dampak terhadap pendidikan vokasional dan pendidikan khusus, dan merupakan alat penting untuk memperluas perhatian terhadap pendidikan bagi semua siswa.

Testing Mental dan Psikologi Differensial
Gerakan bimbingan juga dipengaruhi oleh ide dan tekhnik testing mental dan psikologi defferensial sejak tahun 1930-an dan 1940. Namun sayangnya banyak orang yang kurang memahami dan menyalah gunakan program testing.

Psikologi humanistik.
Menjelang tahun 1950-an terjadi transformasi gerakan bimbingan menjadi profesi konseling yang modern, salah satu ideyang berpengaruh di kemukakan oleh Char Rogers (1951) disebut”Client-Centered therpy” (terapi yang berpusat pada klien), konselor sebagai aktivitas sosial diubah sebagai terapi. Agar lebih jelas dapat kita perhatikan tentang pertumbuhan Konseling Profesional sejak tahun 1900 samapi sekarang dengan interval 20 tahun.
Sejak tahun 1900 setting bimbimbingan untukmencapai profesional beroreantasi di sekolah menengah atas dan di perumahan. Klien yang yang dihadapi adalah anak-anak yang tidak lagi bersekolah
Sedang tujuan dari bimbingan yang profesional adalah kepada vokasional
Pada tahun 1920-an bahwa setting dari bimbingan profesional adalah sekolah menengah atas, pertguruan tinggi layanan pekerjaan. Klien yang dihadapinya adalah anak-anak yang meninggalkan sekolah, lulusan perguruan tinggi serta pencari kerja.
Dalam tahun 1940-an bahwa setting dari bimbingan yang profesional adalah di sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, agen rehabilitasi, administrasi, veteran, perguruan tinggi, layanan pekerjaan. Tujuannya memilki arah kepada vokasional, pendidikan, dan rehabilitasi..
Pada tahun 1960-an bahwa settingnya adalah disekolah dasar, sekolah mengah pertama, sekolah menengah atas, perguruan tinggi , rehabilitasi, layanan keluarga, koreksi, agen alkohol dan obat terlarang. Sedangkan kliennya adalah semua jenis usia. Tujuannya dari bimbingan yang profesional. Tujuannya sudah mengacu kepadaperkembangan dan remedial..
Sedangkan pada tahun 1980-an bahwa setting dari bimbingan profesional adalah ke sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, perguruan tinggi, rehabilitasi, layanan keluarga, koreksi, agen alkohol dan obat terlarang, program bantuan pekerja, praktek privat, layanan kesehatan. Kliennya adalah semua jenis usia termasuk wanita dan kelompok minoritas. Tujuan dari bimbingan profesional adalah kepada perkembangan remedial dan pencegahan

Undang-undang Pertahanan Nasional dan Psikologi Masyarakat
Implementasi dan undang-undang nasional membawa peningkkatan jumlah konselor sekolah, yang mana para konselor ingin berlaralih dari biddang pendidikan bekerja pada bidang lain. Sekarang ini konseling tetap mencari ide, dan komitmen yang menyatukan warisan yang ada.

Peranan Konseling dalam layanan Manusia
Profesi konseling pada walnya membedakan diri profesi mengejar, administrasi, dan kerja sosial, tetapi pada saat ini konselor ada di bermacam setting di masyarakat dan juga disekolah. Tugas menunjukkan bahwa konselor berharga dan untuk dalam hubungan dengan psikologi

Fungsi Konselor
Pada dasarnya konselor terlihat dalam membantu klien, yaitu
Konseling perorangan, bahwa konseling ini diberikan atau dibiarkan secaraa lansung untuk bantuan psikologis yang berkaitan dengan psikoterapi; Konseling kelompok yaitu konseling yan diberikan untuk kelompok kecil yang memilki masalha dalam hubungan sosial atau komunikasi; Konsultasi bahwa konseling diberikan melalui orang yang menjadi penghubung terhadap klien, dengan keuntungan , klien yang sulit dijangkau dapat dibantu melalui perantara, dapat meningkatkan jumlah klien terlibat untuk konseling, dapat bermanfaat bagi orang yang berhubungan dengan perantara; pelatihan, bahwa konswelor memberikan layanan melalui program pelatihan, kegiatan yang meliputi program pendidikan psikologis (program pencegahanan), dengan prinsip psikologis digunakan untuk mempercepat perkembangan kepribadian; Perkembangan organisasional, bahwa bentuk intervensi yang digunakan konselor adalah perkembangan organisasional, dengan tujuan meningkatkan lingkungan dari suatu organisasi dan meningkatkan perkembangan psikologis dan kesejahteraan anggota.

Masalah Filosofi dan Komitmen, bahwa pandangan terhadap konseling profesional merupakan sesuatu yang terpisah dan ditentukan oleh bermacam masalah filosofi dan komitmen. Ide, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan komitmen dapat membedakan konselor dari profesional layanan yang lain.
Semua ini dapat dinyatakan dalam bentuk tiga ide proposisi dasar, yaitu: Nilai utama dari komitmen adalah membantu perkembangan manusia agar dapat mencapai tingkat fungsi tertinggi, nabnusia yang berkembang dapat dipahami dan dibantu dalam konteks interaksinya dengan lingkungan fisik, sosial dan psikologis, tujuan akhir dari konseling adalah untuk mengani klien dan lingkungan agar dapat mempercepat keterlibataan yang dinamis atau sesuai antara orang tersebut dengan lingkungannya.

Mempercepat perkembangan manusia, Tyler (1969) berpendapat bahwa tujuan psikologis dari konseling adalah untuk mempercepat perkembangan. Karena itu diperhatikan konselor adalah untuk membantu klien agar menyadari faktor-faktor dan kekuatan yang ada dan bagaimana kontrolnya.
Mempercepat perkembangan berarti meningkatkan kebebasa manusia, konsep kebebasan dan kemandirian merupakan konsep kontrol dalam konseling. Konsep ini sulit untuk dipahami dan di aplikasikan dalam situasinya. Dalam pendekatan perkembangan , konseling mempunyai tujuan membantu klien untuk memaksimalkan kebebasan yang dimilkinya. Hal ini dicapai dengan dengan membantu klien klien dallam meningkatkan kesadaran doiri, memahami aspek problematik lingkungan, dan mengembangkan kerangka kerja kognitif untuk menghadapi tantangan dan tuntutan konteks.
Konseling dalam konteks, Asumsinya didalam membedakan konseling dari proses lain adalah proporsi bahwa manusia dan tingkah lakunya haruslah dipahami dalam kontek sosial, psikologi, dan fisik dimana hat itu terjadi, Pandangan yang demikian merupakan pandangan interaksionis (orang yang menekan dalam interaksi). Menurut pandangan ini tingkat manusia muncul dari interaksi antara individual dan lingkungan fisik dan sosial.
Kesesuaian antara orang dengan lingkungan, bahwa proporsi untuk membedakan konseling adalah tujuan akhir yaitu untuk mempercepat dinamika dan menghasilkan kesesuaian, antara individu dengan lingkunga, dan kesesuaian dinamis inilah yang akan memelihara pola perkembangan personal yang berlansung sepanjang hidup. Perhatian konselor tidak hanya pada klien tetapi juga permasalahan sumber daya yang ada pada lingkungan.

Konselor dan Profesional Layanan yang lain.
Konselor perlu dan diharapkan dapat bekerja sama dengan profesional layanan yanga lain, agar terciptanya hubungan yang positif dan perlu memiliki suasana saling mempercayai, saling menghormati serta keterbukaan. Cara yang terbaik bagi konselor adalah menanamkan tingkat kesadaran terhadap nilai-nilai profesional dan kemitraaan sendiri dan yang terpenting adalah penerimaan yang tulus.

Pelatihan dan Kompetensi Konselor
1. Pengetahuan dan keterampilan konselor
Bahwa peranan konselor mampu memahami transaksi yang komplek antara orang dengan lingkungan dalam bermacam kontek sosial waktu kewaktu, dan didalam memberikan layanan harus mampu menentukan intervensi yang paling efektif, kemudian juga konselor mampu memahami perkembangan manusia harus dapat mengkonseptualisasikan, mengenali dan mempercepat pertumbuhan orang pada saat berintegrasi dengan lingkungannya serta mampu mengimplikasikan dan membantu orang lain untuk mengenali kekuatan yang menghambat atau mempercepat pertumbuhan yang ada dalam keluarga luas, tempat kerja dan kegiatan masyarakat.
2. Pertumbuhan dan kematangan konselor
Area yang paling kritis dalam pendidikan konselor adalah sejauhmana program yang diberikan dapat merupaakan lingkungan belajar yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan secara perkembangan merupakan lingkungan yang pontesial. Seringkali program pendidikan konselor gagal menjadi model bagi proses yang ingin mereka ajarkan.Seringsekali suasana belajar terlaluterburu-buru dan impersonal dan penekanannya lebih pada kompetisi dan eavaluasi dibandingkan pertumbhan dan pengamngan idividual.

Dalam pertumbuhan dan kematangan konselor yang di deskripsikan disini dapat dipenuhi dengan program pendidikan konselor yang mencakup (1) pengalaman konseling yang di supervisi, (2) pengalaman belajar di laboratorium, dan (3) pengalaman seminar profresional.

Pengalaman Persiapan yang sangat Penting
Unsur yang sangat penting dalam pendidikan konselor adlah pengalaman praktek yang memberikan kesempatan kepada siswa dalam menghadapi tantangan dan tanggung jawab menjadi pemberi bantuan profesional, kemudiab mendapatkan umpan balik terhadap tingkah lakunya.
Akhir dari program dapat memberikan pengalaman seminar profesional, guna untuk mengembangkan identitas baru salah saatu identitas adalah perasaan memilki dan menjadi bagian dari profesi yang dipilihnya. Apabila pengalaman tersebut dimilki maka siswa memilki kesimpuilan untuk berkembang secara penuh untuk menjadi konselor yang kompoten dan profesional.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: