Inovator Keilmuan

POINTERS DALAM WORKSHOP INOVATOR KEILMUAN

 

  1. Memenuhi undangan semata-mata karena ingin mengambil manfaat dari forum yang dihadiri oleh dosen-dosen terbaik PTAI. Saya yakin interaksi kita bersama dalam forum ini akan mendatangkan banyak manfaat.
  2. Saya bukanlah seorang inovator dan juga bukan seorang motivator, sehingga kahadiran saya dalam forum ini tidak dalam kapasitas memotivasi rekan-rekan untuk berinovasi. Justru inovator sesungguhnya adalah yang menggagas workshop inovator keilmuan, karena memang tidak pernah diadakan sebelumnya, dan yang diundang menghadiri acara tersebut. Saya menduga jatuhnya pilihan pada saya untuk menjadi narasumber di tempat ini adalah karena Dr. M Zain melihat saya cukup konsisten (semoga sangkaan ini benar, dan saya berharap bisa begitu) dalam bidang keilmuan tafsir, mulai sejak masa studi di Al-Azhar dua puluh tahun yang silam, sampai saat ini mengajar dan bekerja di bidang tersebut.
  3. Saya merasa sangat bersyukur, selama dua puluh tahun mendedikasikan diri dalam bidang keilmuan tafsir hidup di tengah orang-orang yang menekuni dan menguasai bidang keilmuan tersebut, bahkan telah berkarya besar dalam bidangnya; Prof. Dr. Abdul Hayy al-Farmawi, Prof. Dr. Abdul Ghafur Mahmud Musthafa Ja`far, Prof. Dr. Ibrahim Khalifah, Prof. Dr. M Quraish Shihab dan lainnya. Pembentukan intergritas dan kompetensi tidak selamanya dicapai melalui yang sifatnya formal, tetapi lebih banyak diperoleh melalui interakasi sehari-hari yang bersifat informal. Apa yang sampaikan lebih banyak berupa apa yang saya baca, dengar, lihat, dan rasakan dari kehidupan orang-orang yang telah berkarya dan berjasa besar dalam pengembangan keilmuan tafsir, baik dulu maupun sekarang.
  4. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia :inovasi n pemasukan hal-hal yg baru; pembaruan;menginovasikan v memperbarui; menampilkangagasan atau kreasi baruinovatif a Dik bersifat pembaruan (kreasibaru); bersifat memperkenalkan sesuatuyang baru: kita mencoba memecahkan pendidikanyg kronis dng cara-cara —inovator n orang yang memiliki gagasan-gagasanbaru.

Dalam bahasa Arab padanan yang tepat adalah al-ibdâ, yang dari akar kata yang sama lahir kata bid`ah, yaitu menciptakan sesuatu yang belum ada sebelumnya. Pelakunya adalah al-badî atau al-mubdi`u. Allah memeprkenal diri-Nya di dua tempat dalam Al-Qur`an (Al-Baqarah : 117 dan Al-An`am : 101) sebagai badî`u al-samâwâti wa al-ardhi.

  1. Karya-karya ulama, menurut Haji Khalifah (Mulla Katib al-Jalabi/ 1017-1067 H), tidak lepas dari tujuh bentuk berikut :
    1. Sesuatu yang baru diciptakan dan belum ada yang mendahuluinya
    2. Menyempurnakan sesuatu yang sebelumnya ada tetapi dipandang kurang
    3. Menjelaskan/ mensyarah sesuatu yang mughlaq/ masih dipandang samar atau belum jelas
    4. Meringkas secara cermat karya yang dipandang terlalu panjang
    5. Menghimpun karya-karya yang berserakan
    6. Menertibkan sesuatu yang bercampuran
    7. Meluruskan dan membenarkan karya sebelumnya yang dipandang keliru

كشفالظنونعنأساميالكتبوالفنون (1/ 38):

واعلم: أنكتبالعلومكثيرة،لاختلافأغراضالمصنفينفيالوضعوالتأليف،ولكنتنحصرمنجهةالمعنىفيقسمين ؛

الأول: إماأخبارمرسلة،وهي: كتبالتواريخ، وإما: أوصافوأمثالونحوها،قيدهاالنظم،وهي: دواوينالشعر.والثاني: قواعدعلوم،وهيتنحصرمنجهةالمقدارفيثلاثةأصناف ؛

الأول: مختصرات،تجعلتذكرةلرؤوسالمسائل،ينتفعبهاالمنتهيللاستحضار،وربماأفادتبعضالمبتدئينالأذكياء،لسرعةهجومهمعلىالمعانيمنالعباراتالدقيقة.

والثاني: مبسوطات،تقابلالمختصر،وهذهينتفعبهاللمطالعة.

والثالث: متوسطات،وهذهنفعهاعام.

ثمإنالتأليفعلىسبعةأقسام،لايؤلفعالمعاقلإلافيها ، وهي: (1) إماشيءلميسبقإليه،فيخترعه ، (2) أو: شيءناقصيتممه ، (3) أو: شيءمغلقيشرحه ، (4) أو: شيءطويليختصره،دونأنيخلبشيءمنمعانيه ، (5) أو: شيءمتفرقيجمعه ، (6) أو: شيءمختلطيرتبه ، (7) أو: شيءأخطأفيهمصنفه،فيصلحه .

وينبغيلكلمؤلفكتابفيفنقدسبقإليه: أنلايخلوكتابهمنخمسفوائد ؛ استنباطشيءكانمعضلا ، أو: جمعهإنكانمفرقا ، أو: شرحهإنكانغامضا ، أوحسننظموتأليف ، وإسقاطحشووتطويل.

كشفالظنونعنأساميالكتبوالفنون (1/ 38):

اعلم: أنالمؤلفينالمعتبرةتصانيفهمفريقان:

الأول: منلهفيالعلمملكةتامة،ودربةكافية،وتجاربوثيقة،وحدسصائب،وفهمثاقب،فتصانيفهم: عنقوةتبصرة،ونفاذفكر،وسدادرأي،كالنصير،والعضد،والسند،والسعد،والجلال،وأمثالهم،فإنكلامنهم: يجمعإلىتحريرالمعاني،تهذيبالألفاظ،وهؤلاءأحسنواإلىالناس،كماأحسنالله – سبحانهوتعالى – إليهم،وهذهلايستغنيعنهاأحد.

والثاني: منلهذهنثاقب،وعبارةطلقة،طالعالكتبفاستخرجدررها،وأحسننظمها،وهذهينتفعبهاالمبتدئونوالمتوسطون،ومنهم: منجمعوصنفللاستفادة،لاللإفادة،فلاحجرعليه،بليرغبإليهإذاتأهل،فإنالعلماءقالوا: ينبغيللطالبأنيشتغلبالتخريجوالتصنيففيمافهمهمنه،إذااحتاجالناسإليه،بتوضيحعبارته،غيرمائلعنالمصطلح،مبينامشكله،مظهراملتبسه،كييكتسبهجميلالذكر،وتخليدهإلىآخرالدهر،فينبغيأنيفرغقلبهلأجله،إذاشرع،ويصرفإليهكلشغله،قبلأنيمنعهمانععننيلذلكالشرف،ثمإذاتم،لايخرجماصنفهإلىالناس،ولايدعهعنيده،إلابعدتهذيبه،وتنقيحه،وتحريره،وإعادةمطالعته،فإنهقدقيل: الإنسانفيفسحةمنعقله،وفيسلامةمنأفواهجنسه،مالميضعكتابا،أولميقلشعرا.

  1. Ciri-ciri dalam kehidupan para ulama yang sangat produktif dalam berkarya, antara lain;
    1. Cinta ilmu, sehingga menguasai segala permasalahan dan terampil dalam mengolahnya.

–          Berkelana mencari guru dan ilmu;

  • Ibnu Mandah, Muhammad Ibn Ishaq (310-395 H), al-hâfizh al-jawwâl, berkelana selama 45 tahun, baru pulang ke kampong halamannya dalam usia 65 tahun dan menikah. Berguru kepada 1700 orang, dan kembali dengan membawa kitab sebanyak beban yang dibawa oleh 40 onta (Tadzkirat al-Huffazh, 3/1032)
  • Abu al-Fityan, Umar bin Abdul Karim Al-Rawwasi (428-503 H), anak seorang “penjual kepala” (kambing atau sapi), berguru kepada 3600 orang.
  • Al-Khathib al-Tibrizi (421-502 H), seorang pakar bahsa dan sastera, berkelana dari Tibriz ke al-Ma`arrah (dekat kota Aleppo), untuk sekadar menanyakan beberapa masalah dalam kitab Tahdzîb al-Lughah karya al-Azhari kepada pakarnya, yaitu Abu al-`Ilâ al-Ma`arri. Buku yang berjilid-jilid itu ia panggul, karena tidak mampu menyewa kendaran untuk mengangkutnya. Keringat pun bercucuran dan membasahi beberapa bagian dari buku tersebut. Buku itu sekarang masih tersimpan di salah satu perpustakaan di Baghdad. Orang yang tidak mengetahui sejarahnya akan menduga bahwa buku itu dulunya pernah basah karena tenggelam dalam air, padahal itu karena keringat al-Tibrizi yang bercucuran membasahinya.
  1. b.     Menghargai waktu 

Ibnu Jarir al-Thabari (224-310 H), sosok yang sangat inspiratif, meninggalkan begitu banyak karya yang penuh dengan inovasi, antara lain kitab tafsir  dan tarikh. Tafsir al-Thabari ia tulis dalam waktu tujuh tahun (283-290 H), dan kitab tarikh ia susun dalam waktu yang hampir sama dengan menyusun tafsir. Jumlah halaman keduanya pun hampir sama, diperkirakan masing-masing sekitar 3000 – 4000 halaman tulisan tangan (tafsir thabari sekarang dicetak ada yang dalam 30 jilid besar, dan tarikh thabari dalam 15 jilid besar. Beberapa orang muridnya pernah menghitung jumlah hari dalam hidupnya sejak masa akil baligh (saat seseorang mulai mukallaf), kemudian membagi rata lembaran tulisannya pada hari-hari tersebut, sehingga ditemukan sejak masa akil baligh sampai wafatnya rata-rata perhari ia menulis 14 lembar. Sebagai ilustrasi, ia hidup berusia 86 tahun. Jika ia masuk akil baligh dalam usia 14 tahun, maka tersisa 72 tahun (86-16 = 72) ia menulis setiap harinya 14 lembar, sehingga jumlah karyanya selama 72 tahun sebanyak 358.848 lembar (356 x 72 = 25.632 hari x 14 = 358.848 lembar.

Sejarawan, Al-Khathib al-Baghdadi, meriwayatkan dari al-Simsimi, bahwa selama empat puluh tahun al-Thabari menulis setiap hari rata-rata 40 halaman Lihat : Abu Ghuddah : Qîmat al-Zaman `inda al-`Ulama, h. 20-21).

Dalam satu percakapan di kediaman Prof. Wahbah al-Zuhaili di tahun 2010, beliau menyampaikan bahwa tafsir al-Munir ia tulis selama lima tahun di sela-sela menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah di Abu Dhabi. Dan saya menyaksikan dan mengalami Prof. M Quraish Shihab menyelesaikan tafsir al-Mishbah selama menjabat sebagai Duta Besar RI di Kairo (1999 – 2002) dan berlanjut beberapa waktu setelah kembali ke tanah air (selesai sekitar tahun 2004), setiap hari rata-rata beliau menulis selama 7-8 jam lamanya.

  1. Al-Suyuthi (849-911 H/1445-1505 M), ulama al-Qur`an yang sangat produktif, kreatif dan inovatif

–          Beberapa karya penting al-suyuthi di bidang tafsir dan ilmu-ilmu al-Qur`an

  • Al-Durr al-Mantsûr fi al-Tafsîr bi al-Ma`tsûr
  • Tafsir al-Jalalain (menyempurnakan karya gurunya, Jalal al-Mahalliy, dari surah al-Baqarah sampai al-Isra, dalam waktu 40 hari, saat berusia 22 tahun)
  • Nawâhid al-Abkâr wa Syawârid al-Afkâr (Hasyiyat ala al-Baydhawi), ditulis dalam rentang waktu 20 tahun. Buku ini dan lainnya pernah hampir dicuri, bahkan ada yang dicuri, dan untuk mengungkapkan kekesalan dan kemarahannya ia menulis buku :Al-Fâriq Bayna al-Mushannifi wa al-Sâriq.
  • Turjumân al-Qur`ân, sebuah karya tafsir bil-ma`tsur yang ditulis lengkap dengan sanadnya dan tidak dicetak. Al-Durr al-Mantsûr adalah ringkasan dari kitab ini.
  • Majma` al-Bahrayni wa Mathla` al-Badrayni, al-Jâmi` li Taqrîr al-Riwâyah wa Taqrîr al-Dirâyah. Kitab ini merupakan rencana besar al-Suyuthi untuk menyusun tafsir yang sangat lengkap, dan baru sampai pada mukaddimah dan surah al-Fatihah ayat 6. Mukaddimah tafsir ini tidak lain adalah kitab al-Itqân fî `Ulûm al-Qur`an. Dalam kitab al-Itqân ia mengatakan,

الإتقانفيعلومالقرآن (4/ 244):

وقدشرعتفيتفسيرجامعلجميعمايحتاجإليهمنالتفاسيرالمنقولةوالأقوالالمقولةوالاستنباطاتوالإشاراتوالأعاريبواللغاتونكتالبلاغةومحاسنالبدائعوغيرذلكبحيثلايحتاجمعهإلىغيرهأصلاوسميتهب “مجمعالبحرينومطلعالبدرين” وهوالذيجعلتهذاالكتابمقدمةلهواللهأسألأنيعينعلىإكمالهبمحمدوآله

Kalau mukadimahnya saja sebesar itu, bisa dibayangkan berapa besar karya tafsir yang ia mimpikan untuk diwujudkan itu.

  • Masih banyak lagi karya lainnya di bidang tafsir dan ilmu-ilmu Al-Qur`an, begitu juga dalam berbagai disiplin ilmu lain, yang mencerminkan dirinya sebagai sosok ulama yang ensiklopedis. Dalam Kasyf al-Zhunûn disebut berjumlah sekitar 600 buah, dan dalam lanjutannya, Hadiyyat al-`Arifin disebut berjumlah 584 buah (1/534). Ia dijuluki Ibn al-Kutub, karena ia lahir, hidup dan meninggal di tengah buku (Al-A`lam, 3/310).Ia mulai menulis sejak berusia 17 tahun (865 H/ 1460 M), dan saat berusia 40 tahun dia sudah mengasingkan diri dari keramaian untuk focus beribadah dan berkarya. Selain karena keluasan ilmunya dan kecepatannya dalam cepat, setiap kali berbeda pandangan dengan ulama lain untuk meyakinkan dirinya dia selalu menuangkan pandangannya dalam tulisan. Muridnya, al-Sya`rani, bertutur bahwa gurunya berbeda pendapat dengan ulama pada masanya dalam 50 masalah, dan setiap masalah dia tuangkan dalam tulisan lengkap. Ketidaksukaannya pada ilmu mantihiq dia tuangkan buku berjudul al-Qawl al-Musyriq fi Tahrîm al-Manthiq, al-Ghaytsu al-Mughdiq fi Tahrîm al-Manthiq dll. Terkadang dia juga menulis hal-hal yang tidak terpikirkan oleh orang banyak. Misalnya dia menulis tentang ayam jago dalam bukunya al-Wadîk fi Fadhli al-Dîk; tentang kalajengking dalam Bulûgh al-Ma`ârib fi Qatli al-Aqârib; tentang bantal dalam Mâ Rawâhu al-Sâdah fi al-Ittikâ `alal Wisâdah.
  1. Banyak hal yang bisa dikembangkan dalam tafsir dan ilmu-ilmu Al-Qur`an, baik yang terkait metode, maupun materi. Tidak hanya pada tataran wacana, tetapi juga dalam bentuk aplikasi dan gerakan.
  2. Kita bisa mulai berinovasi dengan memancing gagasan melalui :

TA` KU TIRU KO = TAmbah, KUrang, TIRu, Ubah dan Kombinasi,

atau melalui ATM = Amati, Tiru, Modifikasi. Tasyabbahû in Lam Takûnu Mitslahum, tapi ingat, tidak sekadar menyontek!

Al-Suyuthi memulai karya-karyanya dengan meringkas kitab-kitab terdahulu, kemudian beralih dengan menulis karya sendiri. Terkadang ia menulis kitab secara lengkap, lalu dia pecah-pecah menjadi beberapa bagian, seperti ketika menulis sejarah para ulama (biografi), setelah selesai dia pecah karya tersebut menjadi beberapa buku, yaitu Thabaqât al-Mufassirin, Thabaqât al-Huffâzh, Bughyat al-Wu`ât fi Thabaqât al-Lughawiyyîn wa al-Nuhât dll. Terkadang ia menulis beberapa masalah secara terpisah, lalu ia gabungkan seperti masalah-masalah ulum al-Qur`an yang ia gabungkan dalam bukunya al-Itqân.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: