PSIKODRAMA DALAM KELOMPOK

Jacob Daan Engel
0907612

PSIKODRAMA DALAM KELOMPOK

PENDAHULUAN
 Psikodrama adalah suatu tindakan pendekatan pada suatu kelompok terapi di mana para klien mengeksplor masalah-masalah mereka melalui:
1. Karakter yang mereka mainkan
2. Situasi di mana mereka berperan menggunakan berbagai sarana dramatis untuk menjiwainya
3. Menemukan kreativitas mereka
4. Pembangunan keterampilan berperilaku.

ASAL PSIKODRAMA
• Pendekatan melalui psikodrama diciptakan leh J. L. Moreno (1889-1974). Dilakukan pertama kali di Teater Spontanitas di Vienna pada tahun 1921.
• Moreno tidak percaya bahwa metode verbal adalah cara terbaik untuk menjangkau klien-kliennya. Dia lebih percaya pada aksi, aksi untuk mengekspresikan perasaan mereka dalam kelompok.
• Psikodrama juga membuat pasien tidak merasa terisolasi dan bisa beradaptasi dengan sesama pasien.

KONSEP KUNCI DALAM PSIKODRAMA
 Kreatifitas
 Psikodrama membantu untuk memunculkan kreativitas dalam tiap individu dan kelompok
 Spontanitas
 Spontanitas adalah respon memadai terhadap situasi baru atau tanggapan berbeda terhadap situasi lama. Di dalamnya ada keberanian, rasa bebas, semangat dan keterbukaan.
 Bekerja pada saat sekarang
 Mencoba mereplika kejadian yang menjadi masalah di masa lalu dan menyelesaikannya sekarang. Membuat klien merasa lega dan mendapat arti baru tentang kejadian itu. Tidak lagi abstrak yang mereka hadapi.
 Pertemuan
 Klien saling bertemu dan termotivasi untuk juga menyelesaikan masalah. Mereka belajar juga melihat masalah klien lain dengan dalam.
 Tele
 Aksi dari jauh (Yunani). Moreno menyebutnya sebagai “feel” yang mengalir di antara individu yang membuat kelompok ini bersatu.
 Realita surplus
 Membawa keinginan terdalam klien ke tingkat kesadarannya. Membuat klien sadar dan tahu apa harapan dan ketakutannya, bahkan bila itu tidak realistis.
 Keterharuan dan Wawasan
 Perasaan haru adalah bagian alami dari psikodrama, namun itu bukan fokus. Maksud wawasan adalah adanya perubahan kognitif.
 Realita testing
 Mencoba bertindak terhadap suatu masalah yang belum selesai di masa lalu yang mungkin tidak sesuai dengan norma pada kehidupan sehari-hari.
 Teori peran
 Moreno mengajarkan bahwa kita semua adalah aktor yang sering berimprovisasi dalam kehidupan, yang memainkan peranan kita setiap hari tanpa adanya skenario.

PERANAN PEMIMPIN GROUP
 Dalam suatu psikodrama, dibutuhkan seorang sutradara (biasanya terapis grup tersebut). Sutradara memiliki peran sebagai:
1. Produser
 Menyeleksi siapa yang menjadi peran apa
2. Fasilitator / pemercepat
 Membantu membangun suasana dan memfasilitasi pembebasan ekspresi
3. Pengamat dan penganalisis
 Mengamati dan merespon pada perasaan klien, jika ada yang aneh atau tidak sesuai. Dan memperbaiki pemeranan para klien.

KOMPONEN DASAR PSIKODRAMA
 Protagonis
 Protagonis adalah orang yang menjadi fokus dalam psikodrama dan masalah orang tsb dieksplor. Suatu babak bisa bebas dipilih oleh protagonis dari masa lalu, masa sekarang atau prakiraan masa depannya. Protagonis didampingi oleh sutradara untuk merealisasikan situasi.
 Ego Pelengkap
 Sama dengan pemain pembantu. Pelengkap membantu protagonis untuk mencapai “feel” yang diinginkan. Pelengkap bisa dipilih oleh protagonis maupun oleh sutradara.
 Penonton
 Penonton adalah orang lain di luar grup yang sedang bermain. Penonton memberikan dukungan dan timbal balik yang berharga bagi protagonis. Penonton sebenarnya sedang mencari masalah mereka di dalam masalah protagonis.
 Panggung
 Panggung adalah area di mana psikodrama sedang berlangsung. Panggung harus ditata sehingga bisa merepresentasikan keadaan yang mendukung protagonis.

TAHAP – TAHAP PSIKODRAMA
 Psikodrama terdiri dari tiga tahap, yaitu:
1. Pemanasan (warm-up)
2. Pentas (action)
3. Sharing dan diskusi
 Tiga tahap ini tidaklah mutlak tapi secara umum membantu dalam merancang spontanitas, mengaplikasikannya, dan mengintegrasikan proses psikodrama ke dalam kelompok.
PEMANASAN (WARM-UP)
 Warming-up merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kepercayaan dan ikatan dalam grup.
 Pemanasan bisa dilakukan dengan aktivitas fisik, seperti menari, bermain musik, dll
 Sutradara biasa memberikan briefing untuk memperjelas tujuan dan situasi seperti apa yang ingin dikembangkan
PENTAS (ACTION)
 Kelompok melakukan aksi drama untuk mengeluarkan pikiran, sikap dan perasaan yang mereka tidak sadari.
 Saat protagonis sudah mendapat “feel” yang diinginkan, maka ego pendukung dapat membantu protagonis mencapai suatu penutupan atas masalah itu.
 Di sini sutradara biasa memberikan arahan.
 Keterlibatan semua anggota kelompok sangat dibutuhkan.
SHARNG DAN DISKUSI
 Setelah pentas, kelompok tersebut melakukan sharing. Di sini mereka mengeluarkan pendapat yang tak menghakimi antar sesama.
 Lalu dilanjutkan dengan diskusi tentang bagaimana action tadi mempengaruhi pola pikir dan perasaan mereka.
 Terapis harus mampu memimpin diskusi dengan baik dan terarah.

APLIKASI: TEKNIK – TEKNIK TERAPI
 Psikodrama menggunakan beberapa teknik yang didesain khusus untuk mengintensifkan perasaan, menklarifikasi kebingungan, meningkatkan pemahaman diri dan mempraktekkan sikap atau tingkah laku baru.
 Sebenarnya sutradara atau terapis memiliki kemampuan untuk membangun tekniknya sendiri atau memodifikasi teknik yang ada.
TEKNIK – TEKNIK TERAPI SBB:
 Presentasi Diri
 Protagonis memberikan gambaran tentang masalahnya dengan berperan sendiri atau dibantu orang lain.
 Peran balikan
 Protagonis mengambil peran sebagai orang lain yang terlibat dalam masalahnya. Sehingga ia bisa melihat sudut pandang lain.
 Ganda
 Melibatkan pemain pembantu. Di sini ia menjadi innerself dari protagonis.
 Berbincang Dengan Diri Sendiri
 Protagonis mengutarakans perasaan dan pikirannya seakan-akan ia berada sendiri dalam sebuah ruangan. Ia juga bisa berbincang dengan dirinya sendiri untuk mendapat jawaban. mendapat akhir yang ia inginkan atau pikirkan.
 Kursi Kosong
 Digunakan saat psikodrama terlibat dengan orang yang sudah mati. Di sini protagonis bisa mendapat akhir yang ia inginkan atau pikirkan.
 Memainkan Lagi
 Mengulang lagi aksi yang tidak sesuai harapan sampai protagonis mendapat feelnya.
 Teknik Cermin
 Pemain lain menjadi cermin atas sikap dan tingkah laku protagonis, sehingga ia bisa melihat dengan lebih jelas apa yang ia lakukan.
 Proyeksi Masa Depan
 Didesain untuk membantu anggota kelompok mengekspresikan dan mengklarifiksi fokus mereka tentang masa depan.
 Toko ajaib
 Pembantu bermain sebagai penjual yang bisa mewujudkan keinginan protagonis, namun harus ditukar dengan sesuatu yang dimiliki protagonis. Teknik ini cocok untuk pemanasan.
 Latihan Pemeranan
 Protagonis diberi kesempatan untuk melakukan lagi sebuah adegan dalam hidupnya. Mirip dengan teknik memainkan lagi, tapi di sini peserta yang lain memberikan masukan dan tanggapan terhadap keputusan yang dibuat oleh protagonis.

PSIKODRAMA DI SEKOLAH
 Psikodrama bisa juga dilakukan untuk anak-anak. Tujuannya tentu berbeda. Lebih kepada untuk mengatasi konflik atau masalah yang dihadapi di sekolah.
 Teknik apapun bisa dilakukan, asal berpedoman bahwa itu dilakukan dalam konteks pendidikan dan sekolah.

PSIKODRAMA DAN MULTICULTURAL
 Psikodrama telah dipraktekkan di berbagai belahan dunia. Banyak orang yang sebelumnya tertutup menjadi lebih terbuka untuk membicarakan masalahnya
 Masalah: psikodrama mungkin tidak cocok untuk beberapa orang yang berasal dari latar belakang budaya yang “sopan” alias tabu untuk membicarakan masalah keluarga kepada orang asing.
 Bagaimana menurut Anda?

EVALUASI
 Psikodrama merupakan action method yang mampu membuat klien merasa puas dan lega. Beberapa hal harus diingat:
1. Psikodrama memiliki kontribusi dan pendekatan yang kuat terhadap klien
2. Psikodrama berpotensial untuk diintegrasikan dengan jenis pendekatan lainnya, seperti humanistik, pendekatan kognitif dan psikodinamik.

KOMENTAR
1. Perlu ada Tahapan-Tahapan Dalam Warm-Up dan Pertemuan Klien.

a. Tahapan Tambahan Tersebut Meliputi :
 Mengidentifikasi masalah, dalam kategori pribadi, keluarga, pekerjaan, jabatan atau dan lain-lain.
 Permasalahannya dikategorikan berupa konflik batin, atau stress, depressi, kecemasan, dan lain sebagainya.
 Konseling bisa berupa individu atau bersama dalam setting kelompok.

b. Tujuan Tahapan Tersebut:
 Mengumpulkan data/ informasi untuk lebih mengenal permasalahan dan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, karena karakteristik klien sangat beragam. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan asal usul ras, culture dan etnik, agama kepercayaan, orientasi seksual, sosioekonomi, status, dan bahasa lokal.
 Lebih efektif dalam menyeleksi siapa yang menjadi peran apa, agar skenario dapat diorganisasikan dalam urutan yang sistematis dan logis untuk mengubah perilaku salah dan memperkuat perilaku yang diharapkan (George dan Cristiani, 1990).
 Untuk melihat sensitivitas dan harapan klien sebagai anggota kelompok dan memberikan penguatan terhadap harapan-harapan yang ingin dicapai (Natawidjaya, 2009; 122).

2. Peran Ganda Protagonis, Benarkah?
 Pada satu sisi, Protagonis dapat berperan mempengaruhi peran pemain pembantu untuk mengkonsepsikan dan mengendalikan perilaku mereka.
 Di sisi lain, Protagonis sebagai pemeran utama yang menjadi sasaran terapeutik menyisihkan masalah yang belum tuntas. Ketika protagonis sudah mendapat “feel” yang diinginkan, maka ego pendukung (pemain pembantu) dapat membantu protagonis mencapai suatu penutupan atas masalah itu.
 Ada masalah yang belum tuntas dengan pemain pembantu sebagai klien mengeksplor masalah-masalah mereka melalui perannya masing-masing, sehingga belum tentu mereka mencapai “feel”- yang diinginkan bersamaan dengan protagonis.
 Idealnya, Pemain pembantu dapat mengkonsepsikan dan mengendalikan perilaku mereka untuk mendapatkan perilaku baru, yang dapat mempengaruhi perilaku orang lain sebagaimana perilakunya juga dipengaruhi orang lain (Protagonis) (George dan Cristiani, 1990)..

APLIKASI PSIKODRAMA DALAM BIMBINGAN
DAN KONSELING DI SEKOLAH
Tujuan:
 Mengubah perilaku klien yang salah untuk memahami dirinya dan perilaku-
Perilakunya (Williamson, 1961). Kien adalah siswa yang bermasalah.
 Mengkonsepsikan dan mengendalikan perilaku klien untuk mendapatkan perilaku baru, yang dapat mempengaruhi perilaku orang lain (George dan Cristiani, 1990).

Peranan Guru BK sebagai Sutradara:
 Membantu klien mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya agar keluar dari kondisi tersebut.
 Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai masalah klien dan penaksiran objektif untuk tujuan terapeutik.

Tahapan – Tahapan:
 Identifikasi Masalah: Jenis keluarga (Inti, Batih), Pekerjaan orang tua, Lingkungan Masyarakat, Jenis Masalahnya.
 Prioritas Masalah: Frekwensi masalah terberat ke yang ringan.
 Tujuan yang ingin dicapai
 Warm – Up
 Action
 Sharing dan Diskusi
 Evaluasi: 2 Minggu – 1 Bulan, apakah ada perubahan tingkah laku setelah melakukan Psikodrama.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
George, R.L. dan Cristiani, T.S. 1990. Counseling Theory and Practice. 3rd edition. Boston.:Allyn and Bacon.
Natawidjaya, R. 2009. Konselng Kelompok: Konsep Dasar & Pendekatan. Bandung: Rizqi Press.
Williamson E.G. 1961. A concept of counseling. Dalam Hauntras, P.T. (Ed.). Mental Hygiene: A Text of Reading. Colombus, Ohio: Charles E. Merril Books, Inc.

2 Tanggapan to “PSIKODRAMA DALAM KELOMPOK”

  1. retmono Says:

    Reblogged this on retmono and commented:
    mari belajar bersama….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: