Kebutuhan Outreach Counseling bagi Anak Tunagrahita

Waktu yang dibutuhkan ATGS untuk mengalami proses perubahan amat bervariasi, tergantung suasana sekolah, guru, kenyamanan belajar, perlakuan teman sebaya, dan lain-lain.   Masalah dan hambatan belajar yang dihadapi ATGS bersifat kompleks, pada hakekatnya membawa konsekuensi kompetensi konselor maupun guru dalam menyusun model bimbingan dan konseling yang mampu mengakomodir kebutuhan mereka. Bila terjadi kegagalan dalam mengakomodasi kebutuhan ATGS, akan berakibat buruk terhadap proses bimbingan dan konseling lebih lanjut. Implikasinya bahwa langkah pertama dalam memberikan program layanan bimbingan dan konseling akan menuntut kemampuan seorang pembimbing untuk menetapkan secara jelas kebutuhan belajar ATGS.

Kebutuhan belajar masing-masing ATGS akan mewarnai berbagai aspek berikut; a) tujuan diberikan layanan bimbingan dan konseling, b) materi bimbingan dan konseling, c) strategi yang digunakan, dan d) alat evaluasi yang digunakan untuk mengetahui apakah tujuan tercapai atau tidak. Kebutuhan ATGS  pada dasarnya sama dengan kebutuhan anak umumnya. Kebutuhan tersebut menurut Wardani dkk. (2003. hlm. 122-124).

“…a) kebutuhan fisik/kesehatan, b) kebutuhan sosial/emosional, dan c) kebutuhan pendidikan.” Kebutuhan fisik/ kesehatan berupa kebutuhan untuk menjalankan kegiatan rutin sehari-hari, seperti kegiatan makan, membersihkan diri, dan kegiatan aktifitas berpergian. Kebutuhan sosial/emosional berupa kebutuhan untuk berkelompok, bekerjasama, dan bermain dengan teman sebaya. Semua anak berkebutuhan khusus pada umumnya membutuhkan keterampilan/vokasional dan bimbingan yang memungkinkan mereka untuk dapat hidup mandiri tanpa banyak tergantung pada bantuan orang lain.”

Seorang anak harus berinteraksi dengan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, baik di lingkungan keluarga dan juga lingkungan masyarakat yang lebih luas. Interaksi seorang anak berjalan dengan baik apa bila mereka memiliki kemampuan mengurus diri sendiri. Akibat ATGS tidak mandiri maka guru sering direpotkan dalam membantu anak untuk melakukan aktifitas. Sementara waktu layanan guru dalam membimbing kemandirian ATGS sangat terbatas.

Guru dituntut untuk mengembangkan program bimbingan yang melibatkan lingkungan dan orang-orang terdekat dengan ATGS. Dengan demikian dapat memperluas keterlibatan anggota keluarga demi meningkatkan kemandirian ATGS melalui bimbingan di rumah yang disebut dengan outreach counseling.

Kosasih (2012) mengajukan beberapa hal pokok yang perlu diamati guru dalam rangka melaksanakan bimbingan bagi ATGS dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut.

  • “Bagaimana pengendalian dirinya?
  • Bagaimana semangat dirinya pada saat di sekolah?
  • Bagaimana ketekunan belajarnya?
  • Bagaimana cara memotivasi dirinya sendiri?
  • Bagaimana cara dirinya bertahan menghadapi frus- tasi?
  • Bagaimana kesanggupan dirinyauntuk mengendalikan dorongan hati dan emosi?
  • Bagaimana mengendalikan kesenangannya?
  • Bagaimana mengatur suasana hatinya?
  • Bagaimana menjaga agar beban stres tidak melum­puhkan kemampuan berpikirnya?
  • Bagaimana cara dirinya membaca perasaan terdalam orang lain (empati)?
  • Bagaimana dirinya berdoa?
  • Bagaimana kemampuannya dalam menyelesaikan konflik?
  • Bagaimana kemampuan memimpinnya?”

Kenyataan menunjukkan bahwa keterampilan untuk mengurus diri sendiri tidak dapat terlepas dalam segala aktifitas manusia, dan begitu juga  bagi ATGS. Sampai hari ini mereka masih tergantung pada bantuan orang lain. Dengan kondisi tersebut mereka dapat dikatakan belum mandiri. Kemandirian sangat dibutuhkan sebagai bekal hidup di masyarakat.

Pelayanan dan pelaksanaan bimbingan di SLB, harus sejalan dan tidak bisa terlepas dari kegiatan rehabilitasi yang merupakan upaya medik, sosial, dan keterampilan terhadap peserta didik. Rehabilitasi medik berkenaan dengan usaha penyembuhan  kesehatan penyandang kelainan serta pemberian alat pengganti dan/atau alat bantu tubuh. Rehabilitasi sosial meliputi usaha pemberian bimbingan sosial kepada peserta didik yang mencakup penyesuaian diri dan pengembangan pribadi secara wajar. Sedangkan rehabilitasi diberikan oleh ahli terapi fisik, ahli terapi bicara, dokter umum, dokter spesialis, ahli psikologi, ahli pendidikan luar biasa, perawat, dan pekerja sosial.

Agar ATGS dapat menjadi pribadi yang berkembang dan mandiri, maka kegiatan pendidikan hendaknya bersifat menyeluruh, tidak hanya kegiatan-kegiatan administrasi, tetapi juga meliputi kegiatan yang menjamin bahwa setiap anak didik mendapat layanan, sehingga perkembangan optimal  dapat terwujud.

“…guru pembimbing dituntut untuk menguasai keterampilan antara lain: (1) keterampilan intelektual adalah penguasaan sejumlah kaidah-kaidah keilmuan yang menunjang pelaksanaan kehidupan sehari-hari, (2) keterampilan sosial yaitu perangkat perilaku tertentu yang merupakan dasar bagi tercapainya interaksi sosial secara efektif meliputi keterampilan memahami dan mengelola diri sendiri, interaktif, dan keterampilan memecahkan masalah, (3) keterampilan sensomotorik adalah penguasaan sejumlah keterampilan untuk mengembangkan syaraf dan otot sensomotorik.” (Surya; 2003. hlm. 4).

Program bimbingan konseling merupakan salah satu usaha untuk  memenuhi kebutuhan. ATGS kelas pemula dalam bekerja biasanya selalu ingin menyelesaikan tugas dengan terburu-buru atau lamban sekali, kasar, tidak fokus, mudah teralihkan, dan sebagainya. Menilai ketekunan, semangat, pengendalian dorongan hati, dan emosi, dan penundaan pemuasan demi suatu sasaran ATGS membutuhkan proses yang panjang. Namun, hal ini harus menjadi perhatian guru dan jangan diabaikan. Keberhasilan ATGS dalam hal ketekunan, semangat, pengendalian dorongan hati, emosi, dan penundaan pemuasan demi suatu sasaran suatu saat bisa menjadi kunci kesuksesan hidupnya. Berbagai upaya dan motivasi dalam pembelajaran harus terus dilakukan agar memudahkan ATGS berkembang seoptimal mungkin. Apapun alasannya mereka pasti akan kembali hidup bersama lingkungan masyarakat. Diperlukan berbagai kiat pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan yang berorientasi pada kebutuhan belajar ATGS.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: